Kamis

23 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 16 Mei 2019 | 00:09 WIB

    Telah dibaca 102 kali

    Polres Asahan Bebaskan 2 Tersangka Pungli Surat Tanah, Juliski Ingatkan Prosedur Hukum Ditegakkan

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Ir Juliski Simorangkir, MM, saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Setelah aparat Polres Asahan menangkap 2 tersangka pelaku tindak pidana korupsi dan Pungutan Liar (Pungli) surat tanah melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Desa Pematang Sei Baru Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan, Sabtu (11/5/2019), kini ke-2 tersangka, Kepala Desa Pematang Sei Baru Hermansyah Putra dan Kepala Dusun XII Ahmad Khazali dibebaskan sejak Senin (13/5/2019). Menanggapi realitas tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Ir Juliski Simorangkir, MM, mengingatkan penyidik agar tetap menegakkan prosedur hukum kendati tersangka tidak ditahan.

    Dikonfirmasi www.MartabeSumut.com melalui ponselnya, Rabu siang (15/5/2019), Juliski menyatakan, polisi pasti punya alasan subjektif sehingga melepaskan ke-2 tersangka. Menurut anggota Komisi E DPRDSU membidangi Kesra itu, aturan hukum memang memberi peluang seorang tersangka tidak ditahan ketika ancamanan hukumannya dibawah 5 tahun. Bila benar ancaman hukuman ke-2 tersangka korupsi/Pungli itu dibawah 5 tahun, Juliski berharap polisi transparan membeberkan kepada publik. Tapi kalau ancaman hukuman diatas 5 tahun namun dibebaskan begitu saja tanpa alasan jelas, maka bukan mustahil menimbulkan kecurigaan publik. "Banyak faktor subjektif penyidik yang membuat seorang tersangka tidak ditahan. Dan itu diatur dalam hukum kita. Misalnya alasan tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatan dan ada yang menjamin. Cuma, kita ingatkan polisi supaya tetap menegakkan prosedur hukum walaupun 2 tersangka dibebaskan," tegas Juliski.

    Legislator asal Dapil Sumut IX Kab Taput, Kab Tobasa, Kab Samosir, Kab Humbahas, Kab Tapteng dan Kota Sibolga ini melanjutkan, ketika polisi sudah menangkap seseorang dan menetapkan status tersangka, tentu saja polisi harus bisa meyakinkan publik tatkala melepaskan tersangka. Artinya, timpal Ketua DPP PKPI Sumut itu lagi, kendati hanya Kadus dan Kades yang ditetapkan tersangka, tapi hukum patut menerapkan prinsip equality before the law (kesetaraan di depan hukum). "Semoga Polri konsisten menerapkan jargon mereka yang profesional, modern dan terpercaya (Promoter)," tutup Juliski.

    Penyidikan Tetap Lanjut


    Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu menjelaskan, kedua pelaku ditangkap karena diduga melakukan pengutipan liar uang dalam hal pengurusan surat keterangan atas tanah. "Saat ini kasus tersebut masih terus dikembangkan pihak penyidik. Kronologisnya, pada Jumat 10 Mei 2019, tersangka Kepala Dusun meminta uang sebesar Rp 5 juta kepada korban Indra Susanto yang sedang mengurus surat tanah atas nama pemilik sebelumnya. Pelaku disebut Kapolres mengaku diperintah oleh tersangka Kepala Desa Pematang Sei Baru. "Apabila uang tidak dikasih korban, maka surat tanah tidak diberikan ke korban," papar Kapolres. Sedangkan Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Ricky mengatakan, atas perbuatan tersebut, kedua tersangka dikenakan Pasal 368 KUHPidana atau Pasal 12 Huruf E UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 KUHPidana. Kanit Tipikor Polres Asahan Iptu Agus Setiawan menjelaskan kepada wartawan, ke-2 pelaku OTT kasus pengurusan surat tanah tersebut bukan dibebaskan melainkan tidak dilakukan penahanan. "Proses penyidikan tetap lanjut," ucapnya. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Polres Asahan Bebaskan 2 Tersangka Pungli Surat Tanah, Juliski Ingatkan Prosedur Hukum Ditegakkan'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER