Kamis

23 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 8 April 2019 | 00:05 WIB

    Telah dibaca 233 kali

    Prediksi Iskandar Sakty Batubara: dari 100 Anggota DPRDSU 2014-2019, Cuma 25 Persen Incumbent Lolos

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU HM Iskandar Sakty Batubara, SE, MSP, saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) HM Iskandar Sakty Batubara, SE, MSP, memperkirakan, dari 100 jumlah wakil rakyat DPRDSU periode 2014-2019, Calon Legislatif (Caleg) incumbent yang lolos melanjutkan hanya 25 persen. Sebanyak 75 persen kursi DPRDSU periode 2019-2024 akan diisi legislator pendatang baru. 

    Ditemui www.MartabeSumut.com, Jumat kemarin di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Iskandar mengatakan, selain banyaknya anggota DPRDSU 2014-2019 tidak maju lagi, muncul pula fenomena warga yang suka memilih wajah baru. Politisi PAN ini me-warning, incumbent yang kembali men-Caleg sebaiknya memanfaatkan waktu tersisa pasca-Pemilu 17 April 2019. Iskandar percaya, incumbent telah punya data baku dan target sosialisasi konstituen. Beda dengan pendatang baru yang masih meraba serta "sapu rata sana sini". Paling tidak, kata Iskandar, sosialisasi tatap muka perlu gencar dilakukan incumbent kepada 600-800 konstituen/hari. "Bentuk ideal ini pasti dilakukan incumbent sampai sekarang. Sesuai pengalaman saya, metode tatap muka sangat ampuh. Incumbent tentu menerapkan strategi penguatan pemilih lama plus "pencaplokan" suara baru. Cuma jangan lupa, lebih sulit mempertahankan daripada memulai," ucap Iskandar.

     

    Maksimalkan Hari Tersisa

     

    Wakil rakyat yang tidak maju lagi men-Caleg itu meyakini, anggota DPRDSU wajah lama atau baru PAW sekalipun perlu memaksimalkan potensi hari tersisa. Kendati incumbent memiliki pemilih militan, toh Iskandar menyarankan urgensi merawat konstituen karena menjadi batu lompatan untuk mencaplok kantong-kantong suara swing voters dan undecided voters. Apalagi, belakangan ini muncul tren anak-anak "toke", anak Kdh bahkan anak mantan Kdh tampil men-Caleg. "Dilihat anaknya tak punya kerja, maka dijadikanlah Caleg. Begitu pula orang-orang oportunis yang jadi Caleg tapi sebenarnya berorientasi meraup rupiah dari berbagai pihak dengan dalih pen-Caleg-an dirinya. Termasuk Caleg yang sebatas gagah-gagahan dan pelengkap penderita memenuhi kekurangan nama Caleg suatu Parpol," sindir Iskandar tersenyum.

    Caleg Wajah Baru Sistematis & Masif

    Menyinggung peluang 75 persen wajah baru yang bakal mengisi kursi DPRDSU 2019-2024, Iskandar berpendapat, hampir bisa dipastikan Caleg wajah baru bermain secara sistematis dan masif. Sedangkan incumbent tidak sedikit tersandera janji masa lalu yang tanpa sengaja belum ditunaikan. Ada pula incumbent dianggap pembohong karena kerap sekadar janji manis di bibir sehingga dampaknya menguntungkan Caleg wajah baru. Terhadap Caleg pendatang baru yang serius ingin duduk di kursi DPRDSU, semenjak dini Iskandar berpesan agar menyiapkan berbagai kemampuan diri. "Ini lembaga DPRD. Wawasan dan keilmuan mutlak melekat. Jangan setelah duduk bicara saja tak berani lantaran minus wawasan dan bermental lemah," ujar Iskandar blak-blakan. Pada sisi lain, Iskandar memastikan semua anggota DPR/DPRD terikat aturan. Membutuhkan bekal wawasan tentang persoalan kekinian rakyat hingga keilmuan seputar 3 tupoksi legislatif yaitu pengawas, pembuat regulasi serta penyusun anggaran.


    Kecakapan Sosok Caleg

     

    Bagi Ketua Komisi C DPRDSU tersebut, kecakapan berfikir, ilmu dan wawasan legislator menjadi keniscayaan karena partner kerjanya adalah pemerintah (eksekutif) yang benar-benar menuju profesionalisme. Bahkan kalangan eksekutif disebutnya sudah cukup banyak berpendidikan S3. Artinya, imbuh Iskandar lebih jauh, kedepan jajaran eksekutif tidak lagi kosong dalam menghadapi kalangan legislatif. "Kelak legislator wajib mengimbangi eksekutif. Sekarang ini masa transisi sampai legislator wajah baru duduk di Dewan sekira 15 September 2019," terangnya. Wakil rakyat asal Dapil Sumut VII Kab Tapsel, Kota Padang Sidempuan, Kab Madina, Kab Palas dan Kab Paluta itu menyimpulkan, bila wajah baru memang ingin meraih kursi di DPRDSU, strategi masif tatap muka dengan rakyat patut dimaksimalkan di Dapil masing-masing. "Suara konstituen saya dulu mencapai 29 ribu. Warga memang suka pendatang baru. Beda dengan incumbent karena selama menjabat mungkin ada aspirasi warga yang belum direalisasikannya. Prediksi saya 25 persen yang lolos, 75 persen lagi pendatang baru di DPRDSU," tutup Iskandar diplomatis. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Prediksi Iskandar Sakty Batubara: dari 100 Anggota DPRDSU 2014-2019, Cuma 25 Persen Incumbent Lolos'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER