Rabu

26 Jun 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 4 Januari 2019 | 00:01 WIB

    Telah dibaca 187 kali

    Shohibul Siregar Ingatkan Urgensi Kearifan Lokal Kelola Danau Toba

    Budiman Pardede
    Dosen UMSU Medan Shohibul Anshor Siregar. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Dosen Sosiologi Politik Fisip UMSU Medan Drs Shohibul Anshor Siregar, MSi, mengingatkan, Danau Toba harus dikelola berdasarkan orientasi locally base (kearifan lokal). Untuk menyukseskan berbagai proyek pengembangan wisata khususnya menghindari tragedi lebih besar ke depan, kata Shohibul, rakyat dan pemerintah lokal tidak boleh dianggap sebagai botol kosong.

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Kamis malam (3/1/2019), Shohibul menilai, keterlibatan unsur rakyat dan pemerintah 7 kabupaten yang menanungi Danau Toba jangan dipandang seperti barang yang siap disusun, dipacking atau akan di-delivery sebagai satu komoditi belaka. Dia mencontohkan, saat ini cukup banyak proyek pemerintah pusat yang bertujuan mengembangkan destinasi wisata Danau Toba. Begitu pula dengan keberadaan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) serta Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba (BPGKT) Provinsi Sumut yang berencana meloloskan GKT ke badan PBB UNESCO. Termasuk beragam tragedi besar dan kecil yang memakan korban di perairan Danau Toba. Artinya, terang Shohibul lagi, tatkala sentuhan pengelolaan Danau Toba dilakukan tanpa memberi peran kearifan lokal, maka bukan mustahil berimplikasi pada lemahnya partisipasi warga 7 kabupaten sekitar Danau Toba. "Jangan pernah berfikir Danau Toba untuk kepentingan Cina, misalnya. Atau, mewujudkan kapitalisasi hegemoni modal asing apalagi kepentingan elektoral level mana pun. Jangan anggap rakyat dan pemerintah lokal sebagai botol kosong yang siap disusun dan dipacking untuk di-delivery sebagai komoditi belaka," ingat Shohibul melalui saluran pesan WhatsApp, menanggapi kinerja BPGKT Provinsi Sumut yang terindikasi lebih banyak konflik internal.

     

    Shohibul menjelaskan, Danau Toba nyata telah menjadi salah satu isu penting nasional yang akhirnya lebih diseret ke arah kepentingan politik dan hegemoni modal multi national corporation. "Banyak yang tak terjelaskan dalam proyek atau proyek-proyek tertentu yang justru saling bertabrakan. Satu danau yang diselimuti bermacam proyek dan tak satu pun mengarah pemberian jawaban yang benar karena rakyat tak di-ikut-sertakan," sindirnya. Bagi Shohibul, rakyat hanya tahu bahwa dirinya terpaksa bingung meski diobati oleh rasa percayanya yang berlebihan terhadap kekuasaan yang terlalu otoritatif dalam menentukan arah tanpa tahu apa sebetulnya kemauan masyarakat setempat. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Shohibul Siregar Ingatkan Urgensi Kearifan Lokal Kelola Danau Toba'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER