Senin

10 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 19 November 2018 | 00:14 WIB

    Telah dibaca 133 kali

    TORA Dibahas, DPRDSU ingatkan Hak Perdata, Sasaran & Lahan Eksisting Rakyat Sumut

    Budiman Pardede
    Komisi B DPRDSU membahas TORA bersama Kadishut Sumut, Kamis kemarin di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Drs H Aripay Tambunan, MM dan anggota Komisi B DPRDSU Jantoguh Damanik mengingatkan Dinas Kehutanan dan Balai Pengelolaan Kawasan Hutan (BPKH) merealisasikan program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) sesuai lahan eksisting yang dikelola rakyat Sumut. Sebab, tidak sedikit masyarakat telah menjalankan fungsi sosial kawasan hutan sejak lama dan memiliki hak keperdataan.

     

    Penegasan tersebut disampaikan Aripay Tambunan dan Jantoguh Damanik tatkala menggelar RDP bersama Kadishut Sumut Harlen Purba, perwakilan BPKH Sumut, Panjaitan serta Balai PSKL Sumut, Kamis kemarin di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Aripay Tambunan mengatakan, secara umum fungsi lembaga yang mengurusi objek TORA perlu diketahui terbuka. Termasuk perannya. Sehingga publik tahu bersikap timbul masalah dan siapa yang menangani. "Kalau suatu desa atau daerah tak punya lahan TORA, bagaimana ? Khusus di Labura apa sudah clear TORA-nya," tanya Aripay. Dia menginformasikan, saat ini Pansus DPRDSU bertugas membahas tata batas dan alih fungsi hutan yang di-handle Komisi B. TORA pun disebutnya masuk pembahasan Pansus. "Percepatan urusan rakyat wajib kita lakukan. Misalnya di Hutan Register 18. Hak keperdataan rakyat patut kita lindungi," tegas Aripay.

     

    Objek TORA Luas

     

    Jantoguh Damanik menambahkan, objek TORA sangat luas di Sumut khususnya Simalungun. Sejak zaman penjajahan Belanda, ungkap Jantoguh, kakeknya sudah di sana memanfaatkan kawasan hutan. "Kenapa saya agak curiga di Simalungun? Karena ada yang harus dikeluarkan tapi tak dikeluarkan. Yang tidak boleh dikeluarkan malah dikeluarkan," sindirnya. Dia membeberkan, sedikitnya 200 ribu Ha kebun eksisting dikelola rakyat di Simalungun tapi diambil kelompok swasta. Jantoguh berharap, program TORA harus mengutamakan dan melindungi agar rakyat benar-benar memiliki tanah. "Tolong dibuatkan dulu objek TORA di Simalungun jadi lex-specialist. Coba bentuk tim khusus di Simalungun. Hutan jangan punah apalagi yang dekat pegunungan. Baperzone mutlak steril sesuai aturan sekira 130 Meter dari gunung. Supaya batu yang jatuh dari atas gunung tak kena permukiman rakyat di bawah gunung. Di hutan Register 18 saja terdapat 6 ribu Ha kebun rakyat dikelola PTPN 4," singkapnya.

     

    Sasaran TORA Warga Pengelola Hutan

     

    Pengamatan www.MartabeSumut.com, usai ke-2 legislator bicara, giliran perwakilan BPKH Sumut, Panjaitan, berpendapat. Dia meyakini, sasaran utama TORA adalah warga yang sudah mengelola/memanfaatkan kawasan hutan. Program TORA juga bertujuan menyelesaikan konflik penguasaan tanah dalam kawasan hutan. "Intinya ya melindungi hak keperdataan warga," ucap Panjaitan. Merujuk Perpres No 88/2017, lanjut Panjaitan, Kadishut menjabat Ketua TORA di daerah dan Kepala ATR/BPN selaku Sekretaris. Tapi TORA dipastikannya tidak termasuk untuk kawasan hutan konservasi. Namun bila dikeluarkan dari kawasan hutan, maka selanjutnya dapat jadi akses reforma agraria sehingga bisa disertifikatkan sebagai hak milik. "Ada yang layak dan tidak layak dimohonkan ke walikota/bupati. Lalu dilanjut ke Gubernur. TORA boleh diusulkan secara perorangan dan kelompok," terangnya. Panjaitan menjelaskan, lahan yang akan menjalani tahap inventarisasi/verifikasi (Inver) hanya dalam peta indikatif dan telah disahkan oleh Kementerian Kehutanan. Sedangkan perhutanan sosial ditangani oleh Balai PSKL atau statusnya sudah dikeluarkan dari kawasan hutan (Dinas Kehutanan). "Cuma itu. Kab Karo, Langkat dan Labura sudah Inver TORA. Ada 5 kabupaten lagi masih proses Inver diantaranya Samosir," akunya. Perwakilan Balai PSKL Sumut, Simanjuntak, mengakui punya peta indikatif perhutanan sosial selama 35 tahun kedepan. "Begitu pula TORA. Memang banyak warga beraktivitas di hutan produksi dan hutan lindung. PSKL bertugas memfasilitasi usahanya mengelola perhutanan sosial," ujar Simanjuntak.

     

    Sesuai Permenhut 83/2016

     

    Kadishut Sumut Harlen Purba menegaskan, program TORA merupakan cara kerja Kementerian Kehutanan dan Dishut menjalankan fungsi perhutanan sosial sesuai Permenhut No 83 tahun 2016. Harlen menyatakan, hutan produksi boleh jadi objek reforma agraria (TORA) tapi tidak untuk kawasan hutan lindung. "Tim provinsi sedang bekerja. Kalo perlu tim khusus di Simalungun, ya bisa saja dibentuk. Kami selaku Ketua Tim Inver juga akan menerapkan asas keadilan dalam TORA," katanya. Bagi Harlen, TORA bertujuan meminimalisir konflik dan masalah khususnya hak-hak perdata masyarakat. Dia memperkirakan, akhir Desember 2018 diusahakan 13 kab/kota di Sumut selesai menjalani Inver. "Data eksisting dan yang bermohon jangan sampai berbeda. Apalagi bila kelak sudah terbit izin TORA, jangan justru demo yang muncul," tutup Harlen. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER