Senin

10 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 14 November 2018 | 00:11 WIB

    Telah dibaca 147 kali

    Proyek Jalan Provinsi 9 Km Tanjungbalai-Asahan Diprotes Warga, Syamsul Qodri Sesalkan Perencanaan

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, saat meninjau lokasi jalan yang rusak di perbatasan Kota Tanjung Balai dan Kab Asahan, belum lama ini. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) H Syamsul Qodri Marpaung, Lc, menyesalkan perencanaan proyek pembangunan dan penimbunan jalan provinsi sekira 9 Km yang dimulai tahun 2017 di perbatasan Kota Tanjungbalai - Kab Asahan. Bukan apa-apa, sejak awal kondisi jalan provinsi itu sudah bagus dibangun namun tidak dilanjutkan. Lucunya, saat dikerjakan kembali tahun 2018, proyek justru melompat ke pekerjaan lama di Desa Silo Laut Kec Silo Laut Kab Asahan sekira 4 Km. Pekerjaan tersebut malah mengabaikan kondisi jalan provinsi yang rusak di Desa Pematang Sei Baru Kec Tanjungbalai Kab Asahan sekira 4 Km alias di belakang area perbaikan (Kec Silo Laut).

    Kepada www.MartabeSumut.com, Selasa siang (13/11/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Syamsul Qodri membeberkan, pada Senin (12/11/2018) pukul 11.00 WIB, warga Desa Pematang Sei Baru Kec Tanjungbalai Kab Asahan protes dengan menghentikan truk pembawa material ke lokasi proyek berbiaya Rp. 9,1 M dengan waktu kerja 150 hari kalender. "Jalan provinsi di Desa Pematang Sei Baru Kec Tanjungbalai Asahan rusak parah akibat truk melintasi kampung mereka. Warga setempat menghentikan truk pembawa material yang datang dari arah Kota Tanjung Balai menuju lokasi proyek di Kec Silo Laut Kab Asahan," ucap Syamsul Qodri.

     

    Warga Protes Hentikan Truk Material

     

    Politisi PKS ini melanjutkan, aksi warga menghentikan truk didampingi Kades Pematang Sei Baru Kec Tanjungbalai Kab Asahan Hermansyah, tokoh masyarakat Budi Marpaung (40) serta puluhan penduduk Desa Pematang Sei Baru Kec Tanjungbalai Asahan. Masyarakat disebutnya kesal karena PU Dinas Bina Marga Sumut asal-asal merencanakan proyek. Syamsul Qodri menilai, sebenarnya pembangunan dan penimbunan ruas jalan provinsi arah Kisaran - Tanjungbalai itu telah dimulai tahun 2015 sepanjang 4 Km. Kondisinya rusak parah namun proyek pekerjaan tahun 2018 ini justru melompat ke ruas jalan di depannya. "PU Dinas Bina Marga Sumut kok memperbaiki jalan di depannya sepanjang 4 Km rute Tanjungbalai menuju Kec Silo Laut. Perencanaan sangat buruk," heran Syamsul Qodri, sembari menambahkan, tembok penahan tanah juga banyak rusak/roboh sekarang padahal statusnya masih dalam pengerjaan sejak dimulai Juni 2018. Legislator asal Dapil Sumut V Kab Asahan, Kota Tanjungbalai dan Kab Batubara ini pun mengaku sudah mengingatkan Asdar Lubis selaku Kepala UPT Tanjungbalai-Asahan Dinas PU Bina Marga Sumut. Bagi Syamsul Qodri, Asdar berjanji mengawasi dan tidak akan membayar pemborong bila pekerjaan kurang beres. Apalagi, timpal Syamsul Qodri lebih jauh, 50 persen pembayaran telah diberikan kepada rekanan. "Pak Asdar janji sisanya tidak akan dibayar kalau kerja rekanan berantakan. Lagian, tolonglah material proyek jangan ditumpuk-tumpuk di jalan sehingga masyarakat susah melintas," imbaunya. Syamsul Qodri memastikan, selain kesalahan perencanaan, waktu pengerjaan proyek juga ganjil lantaran dilakukan saat musim penghujan. Artinya, bila hujan turun, maka pekerjaan bakal susah kering. Termasuk jalan rusak di Desa Pematang Sei Baru Kec Tanjungbalai Kab Asahan yang dilintasi truk tapi tidak ditimbun rekanan. "Setahu saya, Dinas Bina Marga Provinsi Sumut punya dana perawatan jalan Rp 8 M untuk Kab Asahan. Perbaiki dong jalan yang rusak. Masak proyek perbaikan jalan mengabaikan jalan rusak yang dilintasi," sindirnya.

    Terpisah, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Kepala UPT Tanjungbalai - Asahan Dinas Bina Marga Sumut Asdar Lubis. Dihubungi melalui ponselnya, Selasa sore (13/11/2018), Asdar membantah proyek pekerjaan mencapai 9 Km. "Cuma 3 Km kok. Jalan yang rusak diprotes warga itu sudah masuk paket pekerjaan proyek senilai Rp. 9,1 Miliar," tepis Asdar. Menyinggung tembok penahan yang roboh, Asdar percaya semua kegiatan proyek yang rusak pasti diperbaiki. Namun Asdar tidak menjamin proyek bisa dikerjakan sesuai jadwal kurun 150 hari kalender. "Bila tidak diperbaiki rekanan, kita tak bayar uang proyek mereka," tegas Asdar. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER