Sabtu

17 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.316,   Bulan Ini : 58.124
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 10 November 2018 | 00:00 WIB

    Telah dibaca 137 kali

    Tahanan Kasus Narkoba Tewas di Polrestabes Medan, Anhar Monel Sebut Pelajaran Bagi Polisi

    Budiman Pardede
    Ketua FP-NasDem DPRDSU Drs Anhar A Monel, MAP, saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Meninggalnya tahanan kasus Narkoba, Imran Rusadi alias Membot (38) setelah menyantap nasi bungkus yang diantar pengunjung di Rumah Tahanan Polrestabes Medan, Selasa siang (6/11/2018), mendapat tanggapan serius dari Ketua FP-NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Drs Anhar A Monel, MAP. Menurut Monel, polisi harus mengusut tuntas dan menjadikan kasusnya pelajaran berharga. Sebab bukan mustahil faktor internal dan eksternal menjadi penyebab kematian tahanan tersebut.

     

    Dikonfirmasi www.MartabeSumut.com melalui ponselnya, Jumat siang (9/11/2018),  Monel merinci, faktor internal semisal riwayat penyakit bisa saja menyebabkan tahanan meninggal. Begitu pula tekanan psikologis yang melekat pada dirinya. Sedangkan secara eksternal, patut diduga makanan mengandung racun. Namun dari 2 indikasi itu, Monel memastikan satu-satunya cara mengungkap adalah dengan memeriksa pembawa makanan, menyelidiki asal/sumber makanan dan melihat hasil otopsi. "Otopsi atau autopsi adalah investigasi medis jenazah untuk memeriksa penyebab kematian seseorang. Kata "autopsi" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "lihat dengan mata sendiri". "Nekropsi" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "melihat mayat". Dokter forensik akan dapat melihat apakah ada bekas penganiayaan bahkan zat-zat beracun yang menjadi penyebab kematian seseorang. Hasil otopsi sangat membantu penyidikan pihak penyidik," tegas Monel.

     

    Bila keluarga merasa yakin bahwa tahanan tewas karena diracun, lanjut Monel lagi, maka tetap saja membutuhkan penjelasan medis hasil otopsi. Kedepan, ingat Monel, polisi perlu jeli memantau semua pengadaan makan/minum tahanan khususnya yang diberikan pengunjung. "Pembawa makanan harus diperiksa. Penyedia makan/minum di tahanan juga wajib menjamin tidak ada zat berbahaya apalagi mengandung racun. Polisi bisa dianggap lalai ketika seorang tahanan terbukti mati akibat keracunan makanan," ingatnya.

     

    Sediakan Dokter dan Ahli Gizi

     

    Legislator asal Dapil Sumut XII Kota Binjai dan Kab Langkat tersebut meyakini, polisi pasti memiliki ketersediaan dokter dan ahli gizi pada setiap rumah tahanan. Sebab siapapun yang terjerat dalam peristiwa hukum, negara patut menjamin makan, minum, keselamatan jiwa serta HAM seorang tahanan. Dia pun mengimbau polisi menyelidiki dan mengusut tuntas penyebab meninggalnya Membot, warga Perumnas Mandala ini. "Saya rasa pelajaran berharga buat polisi. DPDRSU bisa saja memanggil Kapolrestabes Medan untuk RDP. Membahas alokasi dana makan/minum tahanan, pengawasan pengadaan makanan/minuman tahanan, protap pemeriksaan makanan yang dibawa pengunjung serta terutama kasus tahanan tewas. Kita tunggulah perkembangan hasil otopsi tahanan meninggal itu ya," tutup Monel.

     

    Informasi dihimpun www.MartabeSumut.com, Membot merupakan tersangka kasus Narkoba. Sebelum meninggal, Membot sempat menyantap makanan bersama 5 tahanan lain. Makanan diantarkan keluarga yang berkunjung ke Ruang Tahanan Polrestabes Medan. Nah, saat Membot sedang makan, tiba-tiba terjatuh sendiri. Petugas memberikan pertolongan dengan membawanya ke klinik. Namun Membot meninggal dunia. Sedangkan 5 tahanan yang makan bersamanya tidak mengalami masalah. "Kelimanya tidak apa-apa. Petugas dari Satuan Reskrim dan Propam Polrestabes Medan sudah menyelidiki kejadian," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto kepada wartawan, kemarin. Dadang menjelaskan, petugas jaga telah pula menjalankan prosedur terkait makanan yang dibawa pengunjung. Prosedurnya dilakukan dengan meminta pembawa makanan mencicipi makanan yang dibawa. Kemudian diperiksa lagi oleh petugas sebelum akhirnya boleh dibawa masuk. "Makanya kita belum tahu penyebab meninggalnya tahanan. Jasadnya dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi. Kita masih menunggu hasil autopsi rumah sakit agar mengetahui penyebab pasti meninggalnya yang bersangkutan," terang Dadang. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER