Sabtu

17 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.175,   Bulan Ini : 57.983
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 3 November 2018 | 00:07 WIB

    Telah dibaca 158 kali

    Pembukaan Bazaar Buku Big Bad Wolf, Presdir Metro Tv Suryopratomo Puji Filsafat Hidup Orang Batak

    Budiman Pardede
    Pembukaan acara Bazaar Buku Big Bad Wolf di gedung bekas Bandara Polonia Medan, Kamis malam (1/11/2018). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Ada yang menarik saat pembukaan Bazaar Buku Big Bad Wolf di gedung Andromeda eks Bandara Polonia Medan, Kamis malam (1/11/2018). Bukan apa-apa, Presdir Metro Tv Suryopratomo mengajak publik Indonesia mencontoh falsafah hidup dan budaya etnis Batak yang selalu berjuang mati-matian bersekolah memperoleh ilmu demi mencapai 3 H alias hamoraon (kekayaan), hagabeon (punya keturunan lengkap laki-laki-perempuan) dan hasangapon (status kehidupan terhormat di masyarakat).

     

    Pengamatan www.MartabeSumut.com, kegiatan dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi, Presdir PT Jaya Ritel Indonesia Uli Silalahi selaku pelaksana, Regional Transaction & Consumer Head Regional I Sumatera I PT Bank Mandiri Agus Sanjaya sebagai pendukung, media partner Presdir Metro Tv Suryopratomo, Komandan Pangkalan TNI AU Soewondo Medan Kolonel Penerbang Dirk Poltje Lengkey serta ratusan undangan. Dalam sambutannya, Gubsu mengingatkan warga Sumut tentang kehidupan manusia yang tak berilmu ibarat malam tanpa penerangan.

    Dikatakan Gubsu, Bazaar Buku Big Bad Wolf di Kota Medan pantas diapresiasi sebab memberi nilai positif bagi masyarakat luas. "Saya senang melihat Bazaar buku ini. Ingat, manusia tanpa ilmu ibarat malam tanpa lampu. Ilmu tanpa buku membuat kita gelap. Semoga anak-anak Sumut rajin membaca," tegasnya. Bila warga sering membaca, Gubsu yakin tidak akan terjadi keributan di lingkungan masyarakat. Apalagi harga buku dimasa lalu disebutnya mahal-mahal namun Bazaar Big Bad Wolf memberi penawaran murah. "Pakai diskon besar pulak. Di Medan ada Titi Gantung, di Bandung ada Pala Sari yang jual buku-buku. Selamat bazaar buku dan semoga bermanfaat meningkatkan minat baca anak bangsa," tutup Gubsu.

    Minat Baca Indonesia 0,01 Persen

    Sementara itu, Presdir Jaya Ritel Indonesia Uli Silalahi mengatakan, Bazaar Buku Big Bad Wolf mempersiapkan 2 juta lebih buku-buku baru import berbagai jenis. Tujuan bazaar merangsang minat baca rakyat sekaligus memperingati hari Pahlawan 10 November 2018. "Terimakasih atas kehadiran Pak Gubsu mendukung acara. Kita sama-sama punya visi-misi meningkatkan minat baca masyarakat. Bazaar berlangsung nonstop 24 jam setiap hari di gedung Andromeda Polonia sejak 2-12 November 1018," ucapnya bangga, seraya berharap kehadiran publik Sumut minimal 250 ribu orang. Uli membeberkan, pada tahun 2014 Badan pendidikan PBB bernama UNESCO melansir data bahwa rakyat Indonesia yang suka baca buku sebesar 0,01 persen. Artinya, terang Uli lebih jauh, dari 10 ribu orang hanya 1 yang senang baca buku dan dari 1 buku cuma dibaca 15 ribu orang. "Singapura adalah negara paling aman dunia sesuai survei September 2018. Di sana, syarat naik kelas seorang siswa harus membaca 5-6 buku. Warga Singapura telah dididik semenjak dini agar berilmu sehingga berkorelasi terhadap keamanan negara," ungkap Uli.

    Contoh Budaya Orang Batak

    Hal senada dilontarkan Presdir Metro Tv Suryopratomo. Bagi dia, rakyat Sumut dan Indonesia wajib mencontoh falsafah hidup dan budaya etnis Batak yang selalu berjuang mati-matian bersekolah untuk memperoleh ilmu. Perjuangan tersebut dinilai Suryopratomo telah ditunjukkan kalangan orangtua Batak tatkala menyekolahkan anak-anaknya didasari semangat mencapai 3 H. Yaitu: hamoraon (kekayaan), hagabeon (punya keturunan lengkap laki-laki-perempuan) dan hasangapon (status kehidupan terhormat di masyarakat). Kendati kurang fasih mengucapkan 3 kata bahasa Batak itu, toh Suryopratomo tampak serius menirukan. "Contohnya orang Batak dengan konsep hamoraon, hagabeon dan hasangapon. Modal besar Batak yang patut kita tiru agar rakyat Indonesia kaya dalam ilmu. Saya juga kagum dengan konsep acara Big Bad Wolf yang bertujuan membuat minat baca warga dan menambah ilmu," cetus Suryopratomo mantap. Sedangkan Regional Transaction & Consumer Head Regional I Sumatera I PT Bank Mandiri, Agus Sanjaya, menyatakan bangga serta bersyukur terlibat dalam Bazar Buku Big Bad Wolf yang hadir pertama kali di Sumut. "Ada poin yang bisa ditukarkan pengunjung agar mendapat diskon dari Bank Mandiri saat membeli buku. Diskon 20-80 persen," ujarnya. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER