Sabtu

17 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.331,   Bulan Ini : 58.139
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 1 November 2018 | 00:01 WIB

    Telah dibaca 151 kali

    Rico Anak Mantan Bupati Batubara Tersandung Narkoba Lagi, Darwin Marpaung Nilai Pembinaan LP Gagal

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Darwin Marpaung saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    OK M Kurnia Aryetta alias Rico (31), anak ke-2 mantan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, kembali tersandung kasus Narkoba di Kota Pematang Siantar pada Jumat (26/10/2018). Padahal, Rico sedang menjalani hukuman 2 tahun penjara pasca-ditangkap aparat Polsek Medan Sunggal pada 14 Februari 2017 dan divonis majelis hakim PN Medan pada 10 Agustus 2017. Menanggapi fakta miris tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Darwin Marpaung menuding pembinaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) gagal dan proses penerbitan Pembebasan Bersyarat (PB) bernuansa kepentingan sesaat.

     

    Dihubungi www.MartabeSumut.com melalui ponselnya, Rabu siang (31/10/2018), Darwin menilai Depkumham Sumut melalui aparat LP Tanjung Gusta Medan telah gagal menjalankan fungsi pembinaan terhadap Rico. Bahkan Legislator asal Dapil Sumut V Kab Asahan, Kota Tanjungbalai dan Kab Batubara ini mensinyalir, pemberian PB terhadap Napi di LP rentan dilandasi kepentingan sesaat semisal uang. "Gagal sistem pembinaan Napi di LP. Bisa kita duga, Rico bebas lantaran mengantongi izin PB. Tapi kok langsung berkasus lagi di Siantar ? Ada apa ? Berarti pemberian PB sebatas bisnis oknum LP Tanjung Gusta dan Depkumham Sumut. Saya minta Kakanwil Depkumham Sumut menyelidiki indikasi penyimpangan pemberian PB terhadap Rico atau Napi lain. Sebab pemberian PB memiliki syarat dan penilaian-penilaian khusus perubahan kelakuan sesuai UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan plus Permenkumham No 3/2018," ungkap Darwin.

     

    PB Harus Penuhi Persyaratan

     

    Politisi PPP itu menjelaskan, PB adalah bebasnya Narapidana setelah menjalani sekurang-kurangnya 2/3 masa pidana dengan ketentuan 2/3 tersebut tidak kurang dari 9 (sembilan) bulan. PB disebutnya dapat diberikan kepada Narapidana sepanjang memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan. Merujuk Pasal 14 ayat (1) huruf k UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, imbuh Darwin lagi, PB merupakan program pembinaan untuk mengintegrasikan Narapidana/Anak ke dalam kehidupan masyarakat setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Sedangkan ayat 2 menjelaskan defenisi PB yang harus bermanfaat bagi Narapidana/Anak, Keluarganya dan diberikan dengan mempertimbangkan kepentingan keamanan, ketertiban umum, serta rasa keadilan masyarakat. Ada pula Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018 tentang syarat dan tata cara pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat. "PB diajukan dengan memenuhi syarat-syarat dan mengikuti proses yang dijabarkan sampai terbitnya keputusan pemberian PB dari Dirjen Pemasyarakatan atas nama Menteri Hukum dan HAM. Artinya, kalo pembinaan LP Tanjung Gusta/Depkumham Sumut dan syarat pemberian PB terhadap Rico memang sudah benar, kenapa tidak ada efek jera ? Patut ditelusuri pemberian PB yang terindikasi ajang bisnis oknum aparat korup," sindir Darwin tak habis fikir.

     

    Daerah Pesisir Pintu Masuk Narkoba

     

    Pada sisi lain, anggota Komisi D DPRDSU membidangi pembangunan itu membenarkan daerah pesisir seperti Kab Asahan, Kab Batubara dan Kota Tanjungbalai telah menjadi pintu masuk Narkoba yang tergolong marak. Itulah sebabnya, Darwin meminta sistem hukum di pusat dan daerah bersinergi melakukan penindakan, pencegahan serta pembinaan. Bagi dia, aparat hukum kepolisian, BNN, Kejaksaan, Hakim dan LP/Depkumham patut memandang masalah Narkoba sebagai musuh besar Negara yang tidak boleh diukur dengan kepentingan sesaat (negosiasi). "Semua lembaga hukum itu punya tupoksi masing-masing. Tolong bersinergilah. Polisi dan BNN kita minta lebih intensif masuk ke wilayah perairan. Aparat JPU dan hakim tegas menuntut atau memberi sanksi. Selanjutnya pihak LP/Depkumham serius membina. Bagaimana bila anak atau keluarga mereka terlibat Narkoba ? Kalau berulang terus tanpa tobat macam si Rico ini, ya aneh sekali PB dikeluarkan. Fungsi LP sebagai pembinaan juga dipertanyakan," tutup Darwin diplomatis.


    Kronologis Rico Tersandung Narkoba


    Perlu diketahui, pada Agustus 2016 Rico pernah ditangkap Satres Narkoba Polres Batubara bersama sepupunya Mirza Hafid (24) atas kasus kepemilikan Narkoba. Namun dengan dalih pecandu, Rico bebas melangkah menjalani rehabilitasi. Ironisnya, 14 Februari 2017 Rico kembali dicokok aparat Polsek Medan Sunggal di Jalan Ringroad simpang Jalan Setia Budi Medan lantaran memiliki 0,08 Gram Sabu Sabu. Kemudian pada 3 Agustus 2017 Rico dituntut JPU 3,6 tahun penjara namun Ketua majelis hakim PN Medan Jamlauddin menyatakan Rico bersalah sesuai Pasal 127 ayat 1 UU No 35/2009 tentang Narkotika dan memvonis 2 tahun penjara pada 10 Agustus 2017. Lebih celaka lagi, pada Jumat (26/10/2018) pukul 20.00 WIB, tiba-tiba Rico berada di Jalan MH Sitorus Kel Timbanggalung Kec Siantar Barat Kota Pematang Siantar. Kali ini Rico diciduk Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Siantar karena memiliki Narkoba jenis Sabu Sabu seberat 0,63 Gram. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER