Sabtu

17 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.375,   Bulan Ini : 58.183
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 23 Oktober 2018 | 21:31 WIB

    Telah dibaca 163 kali

    Rangsang Budaya Baca Publik di Sumut, Big Bad Wolf Gelar Bazaar 2 Juta Buku 2-12 November 2018

    Budiman Pardede
    Fifi Aleyda Yahya (kiri), Uli Silalahi (tengah) dan Purnomo Adi Nugroho saat konferensi Pers di Medan, Selasa siang (23/10/2018). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Merangsang minat baca publik dan menyambut Hari Pahlawan Nasional 10 November 2018, bazaar 2 juta buku “Big Bad Wolf” akan hadir di Medan Sumatera Utara, Jumat-Senin (2-12/10/2018) di gedung Andromeda Eks Bandara Polonia Medan. Presdir PT Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi, saat Konferensi Pers di Fuku Grill Sake & Bar Jalan Suprapto No 13 Medan, mengatakan, sebelumnya Big Bad Wolf sudah dilaksanakan di Ibu Kota Jakarta tahun 2016 dan di Surabaya 2017. Kegiatan ke-3 di Medan disebutnya berlangsung 10 hari 24 jam nonstop dengan penawaran diskon mulai dari 60 hingga 80 persen untuk semua buku impor. "Misi kami menggalakkan budaya membaca sejak dini serta menyediakan akses publik memperoleh buku yang murah dan baik bagi semua kalangan. Harapan kami datang 300 ribu pengunjung selama 10 hari bazaar di Medan. Tapi kalo mencapai 500 ribu bahkan 1 juta orang, maka satu prestasi luar biasa bagi wilayah Sumut khususnya Kota Medan," ucap Uli.

    Didampingi media partner Head of Corporate Metro Tv Fifi Aleyda Yahya serta sponsor Presdir PT Bank Mandiri Region I Sumut I Purnomo Adi Nugroho, Uli menegaskan, semangat Big Bad Wolf adalah mempelopori kegiatan literasi buku Indonesia dan terus berjuang meningkatkan minat baca masyarakat yang terbilang rendah namun memiliki potensi peningkatan besar jika diberi fasilitas memadai. “Kami berterima kasih buat antusiasme dan sambutan baik dari para pecinta buku khususnya yang berada di Medan. Kami juga berharap dengan hadirnya Big Bad Wolf dapat membuat masyarakat lebih mencintai buku serta meningkatkan minat baca pada masyarakat Indonesia. Mari kita banyak membaca untuk menghormati jasa pahlawan. Dengan membaca kita bisa memperoleh pengetahuan untuk membangun bangsa. Membaca bisa membuat kita melihat dunia," yakin Uli, sembari mengingatkan pembukaan kegiatan dilakukan pada hari Kamis (1/11/2018).

    Program Red Readerhood

    Pada sisi lain, lanjut Uli, Big Bad Wolf memiliki program bernama “Red Readerhood”. Tujuannya menunjukkan tanggungjawab sosial publik dengan cara mengajak para pengunjung bazaar mendonasikan buku-buku yang dibeli, kemudian dibagikan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Untuk program Red Readerhood Medan, terang Uli, akan didonasikan kepada Warga Kab Samosir melalui Yayasan Alusi Tao Toba. Buku-buku yang didonasikan diharapkan Uli bermanfaat memajukan pendidikan dan memicu semangat gemar membaca mengingat Pulau Samosir masih memiliki keterbatasan dalam akses informasi dan fasilitas pendidikan. "Tahun ini bazaar buku Big Bad Wolf hadir di Medan dengan membawa lebih dari 2 juta buku. Buku yang dihadirkan adalah buku impor dengan bacaan menarik sehingga diharapkan para pengunjung tertarik dan mulai senang membaca buku," cetusnya, seraya mengungkapkan, bazaar buku Big Bad Wolf di Jakarta pada tahun 2016 dihadiri lebih dari 350 ribu pengunjung asal Jabodetabek, Bandung, Semarang, Lampung dan Palembang. Dari sekian banyak genre buku, Uli membeberkan kategori yang paling banyak terjual meliputi segmen koleksi buku anak-anak, referensi, arsitektur, hobi dan novel. Tatkala sesi tanya jawab, www.MartabeSumut.com bertanya soal latar belakang nama Big Bad Wolf yang terkesan seram dan apa strategi mendatangkan pengunjung karena minat baca di Sumut tergolong rendah. Uli mengatakan, definisi "serigala besar yang jahat" itu dimaksudkan sebagai simbol kehadiran serigala besar jahat yang akan memangsa harga buku-buku mahal di Indonesia. "Kalo bisa pajak buku dikurangi pemerintah. Kami ingin buku sampai ke pembaca dengan harga sangat murah," aku Uli mantap.

     

    Partner Pendukung

     

    Sementara itu, Head of Corporate Metro Tv Fifi Aleyda Yahya mengaku bangga pihaknya ikut mendukung bazaar buku Big Bad Wolf. Menurut Fifi, Media Group Metro Tv berperan dalam mensosialisasikan dan publikasi kegiatan bazaar buku Big Bad Wolf kurun 3 kali pelaksanaan. "Tak ada alasan untuk menolak kegiatan ini. Kita mendorong minat baca publik di Indonesia," ujar Fifi. Sedangkan Regional CEO Region I / Sumatera 1 PT Bank Mandiri HR Parlindungan Hutahaean, melalui Presdir PT Bank Mandiri Wilayah Region I Sumut I Purnomo Adi Nugroho, menyatakan senang atas pelaksanaan bazaar buku Big Bad Wolf yang dirangkai perayaan HUT Bank Mandiri ke-20. Keikutsertaan Bank Mandiri dalam perhelatan bazaar buku diyakini Purnomo menunjukkan konsistensi perseroan dalam membangun budaya baca serta memperkuat awareness masyarakat atas transaksi pembayaran secara non tunai. "Antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap event ini. Tidak hanya di Jakarta dan Surabaya, warga Medan pun sangat menantikan kapan Bank Mandiri menghadirkan bazaar buku Big Bad Wolf di Medan. Sekarang saatnya kami datang menjawab keinginan tersebut," tegasnya. Melalui bazaar buku, imbuh Purnomo lebih jauh, Bank Mandiri ikut mempermudah akses terhadap buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, Bank Mandiri juga sudah menyiapkan program diskon hingga 50% dengan fiestapoin, bonus voucher hingga Rp. 400 ribu dengan menggunakan kartu kredit/kartu debit dan juga cicilan 0% selama 6 bulan dengan menggunakan kartu kredit Bank Mandiri. "Kami yakin, melalui event-event bazaar buku, Bank Mandiri dapat terus berkontribusi melahirkan pahlawan-pahlawan nasional generasi baru yang turut membangun dan mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi bangsa yang maju," katanya. Purnomo percaya, Bank Mandiri belajar banyak dari acara bazaar buku Big Bad Wolf di Jakarta dan Surabaya. Apalagi minat masyarakat terhadap buku dinilainya masih sangat tinggi.

    Sekilas Tentang Big Bad Wolf

    Perlu diketahui, Big Bad Wolf telah diselenggarakan di berbagai negara Asia dengan misi menciptakan kemampuan baca. Bazaar buku Big Bad Wolf pertama kali dimulai di Kuala Lumpur tahun 2009. Lalu pada 2015 dilaksanakan secara berturut-turut selama 17 hari dengan penjualan lebih dari 3,5 juta buku dan dihadiri 600 ribu pengunjung. Semua yang disediakan merupakan buku-buku baru yang dibeli langsung dari penerbit-penerbit di Inggris, Amerika Serikat dan Eropa. Kemudian dijual di Asia dengan diskon 60-80 persen. Di Indonesia, bazaar buku Big Bad Wolf dikelola oleh PT Jaya Ritel Indonesia dengan misi membantu watak masyarakat agar gemar membaca serta mencerdaskan bangsa supaya siap memasuki era kompetisi global. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER