Minggu

16 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 11 Oktober 2018 | 00:27 WIB

    Telah dibaca 317 kali

    Philips Nilai Kunker Luar Negeri tak Jelas, Shohibul Sindir Pelesiran Legislator Bergaya Hedonis

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Philips Perwira Juang Nehe (kiri) dan Dosen UMSU Medan Shohibul Anshor Siregar. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

    Setelah mengkritik dan menduga ada mark-up pengadaan 6 stel baju dinas 100 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) TA 2018 senilai Rp. 2,2 Miliar yang disusun Sekwan DPRDSU H Erwin Lubis, SH, MM, kini anggota DPRDSU Philips Perwira Juang Nehe melepaskan otokritik yang mempertanyakan urgensitas dan manfaat Kunjungan Kerja (Kunker) anggota DPRDSU ke luar negeri. Bukan apa-apa, Philips meyakini Kunker ke luar negeri cuma buang-buang uang dan tidaklah bagian dari aspirasi kolektif rakyat Sumut. "Apa yang mau dipetik dari kegiatan itu ? Buang-buang anggaran saja. Lebih baik uangnya dialokasikan membantu rakyat dan membangun daerah," ujar Philips kepada www.MartabeSumut.com, Selasa siang (9/10/2018) melalui saluran telepon.

    Politisi PKB ini mengungkapkan, sejak tahun lalu sampai sekarang, beberapa legislator telah berangkat bergiliran 3-4 orang/grup. "Kayaknya Kunker ke luar negeri menerapkan operasi senyap supaya banyak yang tak tahu. Apa tak lebih baik mengunjungi kab/kota di Indonesia atau Dapil masing-masing? Kunker ke luar negeri sangat tidak perlu," cetusnya, sembari memastikan, otokritik yang disampaikan pasti membuat banyak Dewan tak suka dan akan mem-bully dirinya. Namun Philips menyatakan siap karena tak kuasa menahan perasaan gusar yang tertahan di hati. Dia menjelaskan, Indonesia punya beragam daerah menarik, eksotis, bermacam adat, suku, agama, budaya, kultur serta khasanah tradisionil yang bisa dikunjungi. Dengan semua kekayaan tersebut, Philips menilai lebih dari cukup untuk menambah wawasan anak bangsa khususnya legislator. Artinya, timpal Philips lagi, mindset (cara fikir) memutuskan Kunker ke luar negeri patut didiskusikan kembali supaya publik memahami sasaran, tujuan, target dan apa follow-up setelah pulang Kunker luar negeri. Apalagi di dalam negeri saja wakil rakyat se-Indonesia dipastikannya belum maksimal mengenali kekayaan Nasional dari Sabang-Merauke. "Sampai sekarang saya tak mau ikut Kunker ke luar negeri. Tahun 2017 Komisi C DPRDSU Kunker ke Belanda soal air minum. Tapi saya tak mau ambil. Tahun 2018 juga terjadwal Kunker anggota DPRDSU ke luar negeri," ungkapnya.

    Hentikan Bila Sasaran tak Jelas

    Anggota Komisi A DPRDSU membidangi hukum/pemerintahan ini mengimbau pemangku kepentingan menghentikan Kunker ke luar negeri. Alasannya, selain bertendensi pemborosan anggaran, impact (dampak) nyata terhadap pembangunan daerah dan akselerasi kesejahteraan rakyat juga tidak jelas. Bagi Philips, agenda semacam studi banding dan Kunker di beberapa daerah Indonesia saja perlu dikurangi andai tidak berkorelasi terhadap penyelesaian masalah-masalah kerakyatan. "Saya setuju ada sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) di Dapil seperti usul Wakil Ketua Komisi D DPRDSU Pak Fahrizal Efendi Nasution, SH. Dilakukan 4 kali dalam 1 tahun. Kan lebih bermanfaat ketimbang Kunker ke luar negeri," sindirnya. Philips mengingatkan, skandal mahalnya baju dinas yang diduga di-mark-up oleh Sekwan DPRDSU H Erwin Lubis TA 2017/2018 seyogianya jadi evaluasi serius DPRDSU pasca-Raker DPRDSU di Parapat, Minggu 30 September - Rabu 3 Oktober 2018. Sehingga agenda Kunker ke luar negeri seharusnya tidak dijadwalkan lagi sebab terkesan membohongi/mengkhianati rakyat, melawan hati nurani dan terindikasi memboroskan anggaran. Legislator asal Dapil Kepulauan Nias itu menegaskan, uang Kunker ke luar negeri lebih bijak dialihkan untuk Bansos/Hibah rumah ibadah, membantu rakyat miskin, menolong korban bencana bahkan membangun jalan rusak di penjuru kab/kota Sumut. Nah, ketika semangat dan kegiatan sosial yang ditonjolkan DPRDSU, Philips percaya institusi DPRDSU mampu menghadirkan lembaga perwakilan rakyat yang peduli, tidak dianggap pembohong, fokus pada 3 tupoksi serta sadar prinsip-prinsip Kunker ke luar negeri berasas prudent dan akuntabel. "Kita wanti-wanti Pemprovsu dan DPRDSU supaya menghentikan pola-pola lama memboroskan uang rakyat dengan modus perjalanan dinas, Kunker bahkan Studi Banding. Janganlah terus-terusan kita rela diejek rakyat karena kita sendiri yang membuat kegiatan-kegiatan kurang bermanfaat," tutup Philips blak-blakan.

    Kunker Luar Negeri = Pelesiran Gaya Hedonis

    Terpisah, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Dosen Sosiologi Politik Fisip UMSU Medan Drs Shohibul Anshor Siregar, MSi, Rabu siang (10/10/2018). Berbicara melalui saluran telepon, Shohibul terkejut mengetahui mental-mental birokrat, pejabat, aparat dan wakil rakyat yang tetap suka mengatur secara sistematis kegiatan-kegiatan bersifat hura-hura, senang-senang dan "mencuri" uang rakyat berbalut aktivitas formal. Padahal, terang Shohibul lebih jauh, kegiatan yang disusun cuma berorientasi menguntungkan diri, kelompok serta mengabaikan hakekat kesejahteraan umum. Perilaku tersebut dinilainya mencederai rasa keadilan publik, mempertahankan status quo, pembusukan budaya, menghabiskan anggaran bahkan memboroskan uang rakyat. "Saya nilai Kunker anggota DPRDSU ke luar negeri itu adalah bentuk gaya hidup hedonis. Mereka ingin bersenang-senang dan lupa pada musibah kemanusiaan Lombok dan Sulteng. Mending kasih uangnya buat saudara-saudara kita yang menderita akibat gempa/tsunami di sana," sesal Shohibul, seraya mengapresiasi bila ada anggota DPRDSU berani mengeluarkan otokritik dan menolak Kunker ke luar negeri.

    Idealnya, lanjut Shohibul lagi, Kunker anggota DPRDSU ke luar negeri benar-benar menyangkut kebutuhan atau masalah rakyat Sumut. Kalau pun Kunker ke luar negeri memang harus dilakukan, maka sasaran dan tujuan wajib menguntungkan rakyat, pembangunan daerah dan institusi DPRDSU sesuai 3 tupoksi wakil rakyat. Shohibul mencontohkan, negara bekas Uni Soviet bisa saja dijadikan destinasi tujuan Kunker. "Kenapa ke sana ? Karena Uni Soviet telah bubar. Kita bisa ambil negara itu jadi referensi untuk menguatkan keutuhan Indonesia. Sebab pergesekan sosial dan benih-benih dis-integrasi masih rentan di negara kita. Kelak pertanggungjawaban Kunker ke Uni Soviet dapat disosialisasikan kepada rakyat tatkala mereka kembali," usulnya. Tapi bila sasaran Kunker ke luar negeri kental beraroma pelesiran, Shohibul mantap menyatakan patut dihentikan sebab anggota Dewan bisa melakukan studi literatur terkait data lapangan negara asing yang diperlukan. Shohibul curiga, usai Kunker ke luar negeri, tidak akan ada follow-up lanjutan apalagi memberi program kesejahteraan rakyat Sumut. "Apa manfaatnya kepada rakyat Sumut ? Saya rasa gak ada kecuali buat mereka sendiri. Perilaku hedonis silahkan saja, tapi malulah kita kalo bangga bergaya hedonis dengan memakai keringat alias uang rakyat. Dimana sense of emphaty mereka untuk korban musibah di Lombok dan Sulteng? Saya saja enggan pasang genset di rumah kendati listrik padam. Gak enak hati saya. Lampu rumah kita hidup, sedangkan tetangga gelap gulita dan bising dengar suara genset," sindir Shohibul tertawa kecil.

    Informasi dihimpun www.MartabeSumut.com, belum diketahui persis apa tujuan Kunker, siapa yang akan ditemui saat Kunker di negara tujuan serta apa materi yang ingin diperoleh dari luar negeri. Namun sedikitnya 4 anggota DPRDSU bakal menunaikan Kunker ke Italia pada Sabtu 13 Oktober 2018. Didampingi 1 Staf ASN/PNS Sekretariat DPRDSU, ke-4 legislator diperkirakan menggunakan uang rakyat minimal Rp. 63 juta/orang. Staf Travel Purnama Wisata, Azizi, saat ditemui www.MartabeSumut.com di Medan, Rabu siang (10/10/2018), membenarkan pihaknya yang memfasilitasi keberangkatan Kunker 4 anggota DPRDSU ke Italia. "Akomodasi izin, hotel, transport lokal, tour guide dan makan selama 7 hari di Italia sebesar Rp. 43 juta/orang. Tiket pesawat pulang-pergi (PP) Rp. 20 juta/orang. Kita yang urus semua Bang sehingga budget per-orang Rp. 63 juta," singkap Azizi. Dia mengakui, Travel Purnama Wisata berlokasi di Bekasi dan punya Grup bernama Hari Travel di Jalan SM Raja Medan. Sementara sebelumnya, pada Sabtu 22 September 2018, Ketua Komisi E DPRDSU inisial "DS" bersama tim telah Kunker ke London. Kemudian sekira awal September 2018 sudah berangkat pula ke China Ketua DPRDSU "WA" dan beberapa anggota DPRDSU. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER