Minggu

18 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.536,   Bulan Ini : 62.327
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 9 September 2018 | 00:05 WIB

    Telah dibaca 164 kali

    15 GTT SMKN II Kisaran Dipecat, Juliski Simorangkir Ingatkan Kepsek Hargai 4 Rekomendasi DPRDSU

    Budiman Pardede
    Komisi E DPRDSU menggelar RDP terkait pemecatan 15 guru honor SMKN II Kisaran, Senin siang (3/9/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Ir Juliski Simorangkir, MM, mengingatkan Kepsek SMKN II Kisaran Drs Zulfikar menghargai 4 rekomendasi DPRDSU. Bila Kepsek tetap tak mengembalikan 15 Guru Tidak Tetap (GTT) SMKN II Kisaran yang dipecat sejak 2 bulan lalu, Juliski meminta Kacabdis Pendidikan Kisaran Drs Sapri Moesa, MM dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut memecat saja Kepsek SMKN II Kisaran tersebut. 

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Sabtu siang (8/9/2018), Juliski membeberkan, sesuai hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin 3 September 2018 di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Komisi E DPRDSU telah mengeluarkan 4 rekomendasi terkait sikap Kepsek yang mencabut semua jadwal mengajar 15 GTT SMKN II Kisaran. Politisi PKPI ini merinci, ke-4 rekomendasi diantaranya: pertama, Komisi E DPRDSU meminta Dinas Pendidikan Sumut mengevaluasi pemecatan 15 GTT SMKN II Kisaran. Kedua, Komisi E meminta penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Sumut dan Kacabdis Pendidikan Kisaran terkait pemecatan 15 GTT paling lambat 1 minggu. Ketiga, Dinas Pendidikan Sumut harus memastikan apakah boleh Kepsek memecat 15 GTT secara sepihak. Keempat, Komisi E minta Kepsek SMKN II Kisaran dievaluasi. "Kalo Kepsek itu tak mengembalikan 15 GTT mengajar, kita imbau dipecat saja Kepsek tersebut," tegas Juliski melalui saluran telepon. Ketua DPP PKPI Sumut ini pun menyesalkan kebijakan Kepsek SMKN II sebab SK penugasannya sendiri baru sebatas dari kabupaten. Bagi Juliski, bila 15 GTT terbukti bersalah, tentu saja DPRDSU tidak membantu apalagi melindungi. Tapi menjadi aangat aneh ketika pemecatan dilakukan sepihak namun tidak diketahui Kacabdis Pendidikan Kisaran. "Kacabdis gak perlu koordinasi ke atasan sebab tak ada kesalahan. Kembalikan saja 15 GTT mengajar lagi. Kemuadian evaluasi SK pemecatan yang dikeluarkan Kepsek itu apakah sudah sesuai ketentuan atau subjektif," tutup Juliski.

     

    Jemput Bola

     

    Sebelumnya, pantauan www.MartabeSumut.com saat RDP Komisi E DPRDSU pada Senin siang (3/9/2018), anggota Komisi E DPRDSU seperti Firman Sitorus tampak kecewa teehadap Kepsek SMKN II Kisaran Drs Zulfikar, Kacabids Pendidikan Kisaran Drs Sapri Moesa, MM serta pejabat Dinas Pendidikan Sumut James Siagian. "Dinas Pendidikan Sumut jemput bola dong. Batalkan dan anulir keputusan Kepsek atas pemecatan 15 guru honor. Sekarang mereka dipecat, apa tindakan Kacabdis Pendidikan Kisaran," cecar Firman Sitorus. Politisi Partai Hanura itu juga memperranyakan apakah wewenang penuh pemecatan ditangan kepsek dan tidak bituh koordinasi dengan Dinas Pendidikan Sumut.  "Besok-besok ya mudah kali memecat dan ganti orang sesuka hati. bisa jadi proyek dan setoran buat para Kepsek. Kenapa mereka tak bisa mengajar dan tak dapat gaji lagi ? Kenapa Kacabdis Pendidikan Kisaran begitu lama bersikap sehingga mereka ngadu ke DPRDSU," selidik Firman bertubi-tubi. 

     

    Pemecatan Tidak Wewenang Kepsek

     

    Menanggapi reaksi legislator, pejabat Dinas Pendidikan Sumut James Siagian menegaskan, tidak sepenuhnya Kepsek SMKN II Kisaran punya wewenang memecat 15 guru honor. James mengungkapkan, hingga kini Dinas Pendidikan Sumut belum menerbitkan SK penugasan tahun belajar baru. "Di Asahan itu verifikasi dan validasi telah kami lakukan pada Juli 2018. Kami turun ke sana. Sebenarnya, saat itulah Kepsek menyampaikan mana guru honor yang SK-nya akan diperpanjang atau tidak untuk kami validasi. Sebab ada 7.000-an guru honor kita di Sumut," terang James, seraya memastikan, pemecatan 15 GTT yang dilakukan Kepsek SMKN II Kisaran tidak dikoordinasikan kepada Dinas Pendidikan Sumut.

     

    Usai RDP, kala itu, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Kepsek SMKN II Kisaran Drs Zulfikar. Menurut dia, keputusan memecat 15 guru honor dilandasi Permendikbud No 15/2018 tentang jam mengajar. "Guru berstatus ASN/PNS kekurangan jam kerja mengajar. Makanya semua jam mengajar guru honor saya alihkan kepada guru ASN/PNS. Sudah sesuai Permendagri," yakin Zulfikar enteng. Dari 4 GTT yang hadir RDP, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Hamidah Sari Siregar, salah satu guru honor yang dipecat. Hamidah pun mengecam keputusan sepihak Zulfikar memecat 15 GTT tanpa penjelasan apa-apa. "Saya sudah 12 tahun ngajar Di SMKN II Kisaran Bang. Tapi sejak 2 bulan lalu tak mengajar lagi. Saya dipecat tanpa SK dan tanpa pemberitahuan. Ketika kami tanya kepada Kepsek, dia mengatakan bahwa itu adalah haknya," singkap Hamidah. Biasanya, timpal Hamidah lagi, dirinya memiliki 18 jam mengajar selama 1 bulan dengan gaji sekira Rp. 800 ribu. Masih di gedung DPRDSU, www.MartabeSumut.com meminta komentar Kacabdis Pendidikan Kisaran Drs Sapri Moesa, MM. "Besok saya terbitkan surat kepada Kepsek SMKN II Kisaran supaya memanggil kembali 15 GTT untuk mengajar," janji Sapri, sambil menambahkan, Jampidsus Kejari Kisaran telah mengirimkan surat padanya terkait status Kepsek SMKN II Kisaran yang sedang berkasus dalam penyidikan dugaan korupsi dana BOS. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER