Rabu

18 Jul 2018

Pengunjung Hari Ini : 582,   Bulan Ini : 30.326
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 25 Juni 2018 | 00:00 WIB

    Telah dibaca 125 kali

    Nakhoda KMP Sumut II Diduga Abaikan Korban KM Sinar Bangun, ini Jawaban Direksi PT PSU

    Budiman Pardede
    Direksi PT PSU Tasimin Pendi Syahputra. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Direksi PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PSU) Tasimin Pendi Syahputra mengatakan, hingga kini Tim Investigasi internal masih bekerja menyelidiki dugaan pengabaian/kelalaian Nakhoda KMP Sumut II pasca-KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, Senin sore (18/6/2018). Tasimin menjelaskan, manajemen dan Direksi PT PSU hanya bisa mengeluarkan sanksi atau tindakan tatkala Tim Investigasi telah selesai bekerja. "Saya rasa kita tunggu saja hasil Tim Investigasi ya. Kalau memang terbukti lalai, kita bisa mencopot Nakhoda KMP Sumut II," ucap Tasimin, yang sengaja melakukan kontak telepon kepada www.MartabeSumut.com, Minggu siang (24/6/2018). 

     

    Tasimin pun enggan berandai-andai seputar kabar beredar bahwa Nakhoda KMP Sumut II mengabaikan penyelamatan korban KM Sinar Bangun. "Yang bisa saya jawab, data dan info beredar di media massa belum final termasuk soal jumlah korban yang diselamatkan KMP Sumut II," ujarnya. Namun Tasimin membenarkan Kapten kapal KMP Sumut II adalah Dony Max Silalahi. Mengacu informasi sementara, kata Tasimin, KMP Sumut II memang sedang melintas membawa penumpang dari Simanindo menuju Tigaras. Kemudian Nakhoda KMP Sumut II langsung mengontak KMP Sumut I saat melihat korban KM Sinar Bangun. Menurut dia, KMP Sumut I datang bersama 1 kapal kayu untuk menolong korban. "Jadi saya belum bisa jawab seputar dugaan pengabaian dan kelalaian anggota kita di KMP Sumut II. Selebihnya kita tunggu saja. Besok Senin 25 Juni 2018 saya panggil Tim Investigasi supaya bisa bicara dengan data/fakta. Kita pasti patuh bila DPRDSU mau memanggil RDP," terang Tasimin. Artinya, lanjut dia lagi, manajemen BUMD PT PSU sangat berduka atas peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun. Realitas tersebut disikapi dengan menghentikan operasi 2 kapal penumpang dan barang milik PT PSU pasca-KM Sinar Bangun tenggelam. Sampai sekarang, penghentian KMP Sumut I dan KMP Sumut II disebutnya bertujuan ikut serta bersama Tim SAR melakukan pencarian korban-korban yang hilang. "PT PSU adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa transportasi penumpang dan barang di perairan Danau Toba. Kita punya kapal feri KMP Sumut I dan KMP Sumut II. Operasional kapal kita selalu memenuhi standard. Baik manifest penumpang/barang maupun tiket yang sudah diperjualbelikan dengan sistem online," akunya, sembari menambahkan, pencabutan lisensi pelayaran Nakhoda kapal bukan kewenangan Direksi.

     

    DPRDSU Panggil RDP Direksi PT PSU

     

    Sebelumnya, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) HM Nezar Djoeli, ST, meminta pencopotan Nakhoda KMP Sumut II dan pencabutan lisensi pelayaran bila terbukti lalai/mengabaikan keselamatan penumpang KM Sinar Bangun. Dikonfirmasi www.MartabeSumut.com, Sabtu siang (23/6/2018), Politisi Partai NasDem itu berjanji akan memanggil RDP semua Direksi PT PSU. "Mereka kok bisa tega ya membiarkan manusia meregang nyawa di dalam air ? Gak masuk akal. Saya minta Direksi PT PSU mencopot semua pejabat KMP Sumut II yang lalai. Cabut lisensi pelayaran mereka," imbau Nezar dengan nada tinggi, seraya menambahkan, kalau Direksi PT PSU tidak bersikap, maka pihaknya menyerukan Pj Gubsu mencopot jajaran Direksi PT PSU. Nezar juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh persyaratan, kelaikan maupun lisensi awak KMP Sumut II. "Jelas sekali ada unsur kelalaian sesuai Pasal 359 KUHP sehingga nyawa orang melayang. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara," ingatnya. Pada sisi lain, Nezar membeberkan pula payung hukum UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Dia menegaskan, konsiderans UU secara jelas menyatakan “pelayaran adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan, keamanan serta perlindungan lingkungan maritim". Merujuk UU tersebut, Nezar memastikan, selain tanggungjawab ada di pundak nakhoda dan pemilik kapal, pihak Syahbandar, Bupati, Gubernur, Menteri Perhubungan dan Basarnas juga bisa dimintai pertanggungjawaban atas musibah suatu pelayaran. "Pasal 258 UU No 17 tahun 2008 memerintahkan tanggungjawab pemerintah melaksanakan pencarian terhadap korban kecelakaan/musibah pelayaran," singkap wakil rakyat membidangi hukum/pemerintahan ini. Begitu juga Pasal 244 dan Pasal 247 yang mengharuskan Nakhoda kapal melakukan tindakan penyelamatan serta penyebarluasan berita ketika mengetahui musibah/kecelakaan terjadi di kapal sendiri bahkan kapal orang lain. Nezar memastikan, UU telah mengamanatkan pencabutan lisensi Nakhoda yang lalai/abai menghadapi peristiwa musibah. "Sekarang, sejauh mana tanggungjawab moral para pemangku kepentingan atas tragedi KM Sinar Bangun," sindir Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I Kec Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Timur, Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Kec Medan Belawan itu. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER