Senin

10 Des 2018

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 22 Juni 2018 | 00:12 WIB

    Telah dibaca 185 kali

    Indonesia No 9 Paling Aman di Dunia, Nezar Djoeli Ingatkan Polri Jangan Diskriminasi Laporan Warga

    Budiman Pardede
    Ketua Komisi A DPRDSU HM Nezar Djoeli, ST, saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Lembaga Riset Internasional Gallups Law and Order merilis laporan bertajuk Law and Order Index yang berisikan daftar negara paling aman di dunia, Minggu (17/6/2018). Riset menyertakan lebih dari 148.000 orang dewasa sebagai responden dari 142 negara berbeda untuk diwawancarai mengenai topik terkait. Berdasarkan laporan Gallups Law and Order, tercatat Indonesia menempati urutan 9 dari 10 besar negara teraman di dunia dengan skor 89. Menyahuti hal tersebut, Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) HM Nezar Djoeli, ST, menyambut gembira. Namun dia mengingatkan, Polri jangan pernah mendiskriminasi pengaduan warga yang melapor ke kantor polisi. Kemudian tetap waspada memberantas aksi kriminal/kejahatan khususnya teroris.

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Kamis siang (21/6/2018), Nezar menyatakan, hasil Riset merupakan prestasi mengharumkan nama Indonesia terutama Polri dan TNI. Tapi dia meminta jangan terlalu cepat puas atau berbangga diri sebab masih banyak peristiwa kejahatan dan teror terjadi kurun 5 tahun belakangan. "Aparat kepolisian perlu lebih waspada terhadap aksi kriminal bahkan gerakan teroris. Peran serta BIN sangat dibutuhkan dalam mencari informasi tentang keberadaan pelaku kejahatan/teroris di Indonesia. Namun tolong direnungkan, tak sedikit kasus-kasus yang diadukan masyarakat belum ditindaklanjuti Polri," tegasnya melalui saluran pesan WhatsApp, seraya memastikan, rasa aman dan nyaman adalah Hak Asasi Manusia (HAM). Politisi Partai NasDem ini menyarankan, prestasi 10 besar negara paling aman di dunia patut dijadikan cambuk oleh aparat Polri serta semua pemangku kepentingan. Wakil rakyat membidangi hukum/pemerintahan itu mencontohkan, hingga kini perampasan kendaraan warga oleh debt collector perusahaan leasing tak kunjung disikapi serius oleh aparat kepolisian di berbagai wilayah Sumut. "Kenapa polisi di Sumut tidak punya sikap sampai sekarang ? Kenapa pengaduan warga diabaikan padahal ada delik pidana Pasal 365 KHUP ? Kenapa polisi selalu menolak pengaduan warga dengan dalih hutang piutang  ? Ada apa, atau apa ada ? Jangan karena rakyat miskin yang mengadu, polisi justru cuek. Kalo pejabat melapor, polisi langsung cepat. Sama saja diskriminasi," sindirnya dengan nada tinggi.

     

    Image Buruk Hantui Rakyat

     

    Kedepan, Nezar meminta Polri segera meluruskan image negatif publik yang menghantui rakyat sampai saat ini. Bukan apa-apa, sesuai informasi warga, singkapnya lagi, untuk mengadukan kasus kriminal ke kantor polisi saja masyarakat sudah lebih dulu diserang perasaan takut/enggan. Penyebabnya disebut Nezar lantaran warga punya banyak pengalaman dilayani oknum polisi yang mempersulit, pamrih bertugas, meminta uang kopi hingga melihat-lihat perkara yang diadukan. Dengan motto Polri Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter), Nezar meyakini seyogianya praduga negatif itu bisa dibereskan pimpinan Polri secara total. Bagi Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut I Kec Medan Amplas, Medan Kota, Medan Denai, Medan Area, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Timur, Medan Deli, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Kec Medan Belawan ini, Polri dan TNI pasti mampu bekerjasama mewujudkan situasi Kamtibmas di Indonesia sepanjang mau memberi pelayanan terbaik kepada rakyat. "Saya harap motto Polri yang Promoter tidak sebatas propaganda manis di bibir. Tapi kelak benar-benar terbukti dirasakan warga negara di penjuru Tanah Air," tutup Nezar diplomatis. Seperti diketahui, 10 negara paling aman di dunia versi Gallups Law and Order tahun 2018: Singapura (skor 97), Norwegia (skor 93), Islandia (skor 93), Finlandia (skor 93), Uzbekistan (skor 91), Hongkong (skor 91), Swiss (skor 90), Kanada (skor 90), Indonesia (skor 89) dan Denmark (skor 88). (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER