Rabu

20 Jun 2018

Pengunjung Hari Ini : 289,   Bulan Ini : 37.847
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 9 Juni 2018 | 00:03 WIB

    Telah dibaca 69 kali

    Merasa Ada Kejanggalan, Hasaiddin Daulay Pertanyakan Defenisi Sidang Paripurna "Internal" DPRDSU

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Drs Hasaiddin Daulay saat dijumpai di ruang Paripurna DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa siang (5/6/2018). ( Foto : www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Drs Hasaiddin Daulay merasa janggal melihat pelaksanaan Sidang Paripurna DPRDSU yang dikategorikan internal pada Selasa pagi (5/6/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Menurut Hasaiddin, Sidang Paripurna yang membahas rekomendasi DPRDSU atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubsu akhir tahun anggaran 2017 dan LKPj Akhir Masa Jabatan (AMJ) Gubsu periode 2013-2018, itu tidak tepat disebut internal sebab sifatnya justru terbuka bagi publik.

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, disela-sela menghadiri Sidang Paripurna tersebut, Hasaiddin secara blak-blakan mempertanyakan defenisi Sidang Paripurna Internal. "Saya jadi bingung dan heran dengan istilah Sidang Paripurna Internal. Apalagi yang dibahas terkait kinerja Gubsu 1 tahun lalu dan kurun 5 tahun menjabat," tegasnya. Politisi PPP ini memastikan, selama menjadi anggota Dewan di Kab Deli Serdang dan DPRDSU, agenda rapat internal tidak pernah diparipurnakan. "Ide siapalah internal-internal ini. Namanya saja sudah internal, kenapa malah terbuka dalam paripurna," sindirnya.

     

    Kendati saat Sidang Paripurna Internal kemarin pihak eksekutif tidak diundang, toh Hasaiddin menganggapnya sebagai langkah yang blunder. Anggota Komisi D DPRDSU membidangi pembangunan itu menilai, jangan sampai istilah-istilah dimunculkan pimpinan DPEDSU tapi terkesan aneh dan kurang masuk akal. "Saya serahkan kepada pimpinan. Mungkin ada istilah mereka yang menyatakan rapat internal. Atau mungkin saja kebijakan," herannya. Artinya, lanjut Hasaiddin lagi, bila memang rapat internal membahas suatu agenda di ruangan tertentu, seyogianya pertemuan tidak dibuka kepada publik. "Gak masuk akal saya ada Sidang Paripurna Internal namun pembahasannya dibuka kepada publik. Apalagi sejak awal sidang dimulai, tadi ditanya pula soal korum kehadiran jumlah anggota Dewan. Saya fikir banyak yang tidak jeli, tapi pimpinan DPRDSU wajib meluruskan masalah ini," imbau Hasaiddin. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER