Sabtu

20 Okt 2018

Pengunjung Hari Ini : 853,   Bulan Ini : 53.991
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 30 Mei 2018 | 00:14 WIB

    Telah dibaca 175 kali

    Gempabumi 5,2 SR Guncang Nias, Tidak Berpotensi Tsunami

    Dekson H
    Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Syahnan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Gempabumi tektonik 5,2 SR mengguncang Kab Nias Provinsi Sumatera Utara, Selasa (29/5/2018) pukul 10.21.55 WIB. Gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Plt Kepala Pusat gempabumi dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono, Dipl.Seis, MSc, melalui Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Syahnan, menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi berkekuatan M=5,2 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,1. 

     

    Menurut Syahnan, episenter gempa terletak pada koordinat 1,33 LU dan 97,01 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 17 Km arah barat Kota Lahewa Kab Nias dengan kedalaman 24 Km. "Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Pulau Nias bagian utara dalam skala intensitas II SIG-BMKG (II-III MMI). Hal ini sesuai informasi masyarakat bahwa banyak warga merasakan guncangan gempabumi," ucap Syahnan kepada www.MartabeSumut.com, Selasa siang (29/5/2018). Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, lanjut Syahnan lagi, gempabumi termasuk dalam klasifikasi gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.

     

    Sementara konvergensi kedua lempeng disebutnya membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Mengacu analisis mekanisme sumber, timpal Syahnan lebih jauh, memberitahukan gempabumi itu dipicu oleh penyesaran naik mendatar (oblique thrust). Hingga pukul 10.32 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). "Kepada masyarakat kita imbau agar tetap tenang. Jangan terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Gempabumi tidak berpotensi tsunami," ingat Syahnan. (MS/DEKS)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER