Senin

22 Okt 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.077,   Bulan Ini : 59.748
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 18 April 2018 | 00:11 WIB

    Telah dibaca 288 kali

    Soal Perampasan Mobil Kredit, Ketua PAC FKPPI Johor Minta Polisi Proses Delik Perampasan

    Dekson H
    Ketua FKPPI Medan Johor Hendra Gunawan alias Senang. (Foto : Ist/www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Ketua PAC FKPPI Medan Johor Hendra Gunawan alias Debang meminta polisi memproses delik perampasan mobil Honda Brio pelat BK 1621 ES yang dikendarai anggota FKPPI M Ade Putra Parlaungan Nasution (35), Rabu (11/4/2018) lalu. Debang mengatakan, perampasan dan penganiayaan yang dilakukan algojo perusahaan pembiayaan (leasing) PT OTO Multiartha memiliki 2 delik pidana.

     

    "Saya tak terima polisi cuma memproses penganiayaan saja. Padahal ada delik Pasal 365 KUH Pidana terkait perampasan. Saya kesal dengan sikap polisi yang menolak laporan perampasan mobil. Ada apa ini, kok kayaknya polisi bukan membela masyarakat ? Tindakan para preman berkedok debt collector ini sudah sangat meresahkan," geramnya kepada www.MartabeSumut.com, Selasa siang (17/4/2018), seraya memastikan, kasus perampasan kendaraan kredit sudah banyak terjadi tapi polisi selalu menolak pengaduan warga.

     

    Kejahatan Jalanan


    Debang menilai, aksi perampasan dan penganiayaan merupakan kejahatan jalanan yang harus ditumpas. Apalagi, perampasan mobil konsumen yang menunggak cicilan kerap dilakukan perusahaan leasing di tengah jalan. "Apa memang seperti itu aturannya ? Main rampas dan main paksa ? Terjadi pulak penganiayaan. Saya minta polisi segera menangkap preman-preman berkedok debt collector itu," imbau Debang dengan nada tinggi.


    Dia juga meminta polisi memeriksa saksi mata dan kamera CCTV di kantor PT OTO Multiartha Jalan Puti Hijau Medan. "Lihat aja CCTV kantor OTO biar kebuka semua aksi penganiayaan terhadap korban. Saya tidak senang anggota saya dianiaya begini. Kalau polisi tidak mampu menangkap pelaku, kami (FKPPI) akan turun tangan dengan cara kami sendiri," ancamnya. Debang menduga, polisi kalah atau takut dengan leasing karena ada "sesuatu" di balik kepentingan tertentu. "Kalau kami turun nanti, gak ada gigi atrek Bang. Maju terus kami Bang," ingatnya. Terpisah, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi praktisi hukum Julheri Sinaga, SH, Selasa sore (17/4/2018). "Buat laporan pengaduan ke Polda saja kalo Polrestabes Medan menolak. Harus diproses dong kasus perampasannya. Sudah ada contoh masalah begitu di Jakarta yang diurus Hotman Paris Hutapea," tegas Julheri. (MS/DEKS)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER