Selasa

20 Feb 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.764,   Bulan Ini : 58.739
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 12 Februari 2018 | 00:04 WIB

    Telah dibaca 101 kali

    Soal Dana Aspirasi DPRDSU Rp.2 M, Fanotona Sebut Ka Bappeda Pembohong, Irman: Berbasis e-Planning

    Budiman Pardede
    Sekretaris Komisi A DPRDSU Fanotona Waruwu saat ditemui di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis pagi (8/2/2018). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Fanotona Waruwu kecewa terhadap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Ir H Irman, MSi. Pasalnya, legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Nias itu merasa uang aspirasi pembangunan di Dapil-nya senilai Rp. 2 Miliar tidak direalisasikan sesuai usulan.

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Kamis pagi (8/2/2018) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Fanotona mengungkapkan, usulan dana belanja langsung dari APBD Sumut 208 ini sudah dibicarakan dengan Bappeda Sumut dan Dinas Perikanan Kelautan (Diskanla) Sumut agar diteruskan ke Diskanla Kota Gunung Sitoli. Fanotona merencanakan, uang aspirasi Rp. 2 Miliar disalurkan ke Diskanla Gunung Sitoli untuk proyek pembangun alat pemecah ombak yang dibutuhkan nelayan setempat. Fanotona mengaku telah menemui Kepala Bappeda Sumut pada bulan Desember 2017 dan diikuti Kepala Diskanla Sumut. "Saya menemui Bappeda Sumut dan Diskanla Sumut karena merupakan amanah rapat Pimpinan Dewan bersama SKPD Sumut. Nah, ketika saya cari tahu ke Diskanla Sumut, ternyata usulan saya tak masuk dalam Daftar Pengisian Anggaran (DPA). Saat saya tanya Diskanla Sumut, mereka bilang Kepala Bappeda Sumut tidak memasukkan program tersebut ke Diskanla Sumut," geram Fanotona.

     

    Politisi Partai Hanura itu kesal sekali. Dia menuding Kepala Bappeda Sumut H Irman membohongi anggota DPRDSU dan berupaya membersihkan diri di hadapan penegak hukum. Artinya, kalau uang aspirasi Rp. 2 Miliar adalah hadiah, Fanotona tegas menyatakan akan menolak. "Tapi saya proses dan perjuangkan lantaran untuk pembangunan perairan Nias. Faktanya dia pembohong. Kepala Bappeda Sumut justru jual-jual nama anggota Dewan untuk kepentingan dana aspirasi. Saya minta dimasukkan ke Diskanla, kok malah dialokasikan ke dinas lain yang bukan aspirasi konstituen saya," heran Fanotona dengan nada tinggi.

     

    Terlambat Mengajukan

     

    Terpisah, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Kepala Bappeda Sumut Ir H Irman, MSi, Kamis siang (8/2/2018). Dikonfirmasi via ponselnya, Irman menyatakan usulan Fanotona Waruwu terlambat masuk. "Yang bersangkutan mengusulkan lewat waktu ditetapkan 15 Desember 2017. Sementara APBD Sumut 2018 harus dikirim ke Mendagri. Hanya dia komplain, yang lain tepat waktu dan tidak ada masalah," terang Irman, seraya mengaku sedang rapat bersama Korsupgah KPK di Lantai 8 kantor Gubsu. Irman menjelaskan, KPK setuju dengan aplikasi e-Planning yang dibuat Bappeda Sumut berbasis online. Dia memastikan, mengenai dana aspirasi, pelaksanaannya di SKPD sehingga masyarakat dan anggota Dewan dipersilahkan mengusulkan ke SKPD melalui forum resmi seperti Musrenbang. "Jadi semua telah diatur waktunya, bukan diluar jalur resmi. Kita tidak lagi memakai pola lama tapi aplikasi online," ucapnya. Irman pun mengajak berbagai pihak terkait agar sama-sama saling dukung dalam mewujudkan perencanaan anggaran yang lebih baik. "Itulah konfirmasi saya. Yang pasti, sesuai arahan KPK, setiap penganggaran harus mempedomani ketentuan berlaku dan aplikasi online e-Planning," tutup Irman. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER