Selasa

22 Mei 2018

Pengunjung Hari Ini : 1.271,   Bulan Ini : 51.138
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 9 Februari 2018 | 00:05 WIB

    Telah dibaca 178 kali

    Tuntut Pencabutan Permen KP Nomor 71/2016, Giliran Massa Aman Sumut Datangi Gedung DPRDSU

    Budiman Pardede
    Aksi massa berbendera Aliansi Masyarakat Nelayan (Aman) Sumut di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis siang (8/2/2018). (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Setelah ribuan demonstran berbendera Aliansi Nelayan Sumatera Utara (ANSU) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) di Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (5/2/2018) pukul 10.45 WIB, kini aksi berbeda aliran dengan jumlah massa hampir sama dilakukan Aliansi Masyarakat Nelayan (Aman) Sumut, Kamis (8/2/2018) pukul 14.00 WIB. Bila kelompok ANSU mendukung keberadaan Permen Kelautan Perikanan (KP) Nomor 71/-Permen-KP/2016 tentang jalur penangkapan ikan serta penempatan alat penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI), maka aksi Aman Sumut menyerukan pencabutan Permen KP tersebut.

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com, demonstran Aman Sumut yang datang dengan sepeda motor, kendaraan umum dan angkot, itu langsung berkumpul di depan pagar DPRDSU. Mereka duduk berkumpul memenuhi badan Jalan Imam Bonjol Medan sembari memajang spanduk serta berorasi bergantian. Kondisi itu tentu saja membuat arus lalulintas macet parah. Akibatnya, polisi menutup ruas jalan dan mengalihkan pengendara umum ke Jalan Maulana Lubis depan kantor Walikota Medan. "Cabut Permen KKP Nomor 71/-Permen-KP/2016. Ada 18.900 kapal nelayan tradisionil mesin GT 5-30 tidak melaut lantaran Permen melarang pemakaian alat tangkap ikan pukat hela dan pukat tarik 1 kapal maupun 2 kapal. Tolong DPRDSU serius menyelesaikan masalah nelayan di Sumut," cetus seorang pengunjukrasa memakai pengeras suara dari atas mobil pick-up komando. Di lokasi aksi, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Korlap Tanjung Balai Chairul Rasyid Pangaribuan dan Usman selaku Sekretaris Asosiasi Pukat Ikan Cumi Kota Tanjung Balai. Menurut Rasyid, pihaknya menolak Permen 71/2016 karena menyengsarakan nelayan tradisionil. "Awalnya dibolehkan peraturan memakai canterang, pukat hela dan trawl. Sekarang Permen 71/2016 itu kok melarang," herannya. Hal senada disampaikan Usman. Bagi dia, kalau 3 alat tangkap ikan tersebut dinyatakan merusak biota laut, maka yang paling merusak adalah penggunaan alat pukat jaring. "Pukat jaring akan putus di laut sehingga ikan-ikan sangkut di jaring dan mati di laut. Coba bayangkan, berapa banyak pukat jaring dipakai saat ini ? Ikan-ikan mati, laut jadi bau dan ikan-ikan tidak bertelur lagi," ungkap Usman.

     

    Beda Aspirasi

     

    Lalu bagaimana aksi demo ANSU kemarin, bukankah sama-sama nelayan Sumut ? Chairul Rasyid dan Usman tampak terdiam sejenak. Keduanya memastikan aksi itu berbeda dengan Aman Sumut. "Mereka pakai jaring dan mau bumi-hanguskan kami. Kami nelayan yang bukan ditukangi. Saya dengar kemarin ada yang dibiayai. Yang demo sekarang adalah nelayan asal Belawan, Tanjung Balai, Batubara, Sibolga dan Pagurawan Kuala Tanjung," terang Usman, seraya mengklaim massanya mencapai 8.000 orang tanpa ada yang membiayai. Usman menilai, Permen KP Nomor 71/2016 telah menzolimi nelayan kurun 2 bulan terakhir serta mencabik-cabik konstitusi karena tidak mencerminkan keadilan sosial. "Bila tak melaut gimana nasib keluarga kami ? Cabut Permen 71/2016," tutupnya. Sekira pukul 15.00 WIB, sebanyak 20 perwakilan pengunjukrasa dibawa masuk ke ruang Banmus menemui anggota DPRDSU Jan Toguh Damanik dan Sutrisno Pangaribuan. Kedua legislator pun sepakat menindaklanjuti aspirasi demonstran kepada Komisi B DPRDSU. Masih berdasarkan pengamatan www.MartabeSumut.com, tepat pukul 17.00 WIB, ribuan demonstran membubarkan diri teratur. Polisi pun membuka ruas Jalan Imam Bonjol depan gedung DPRDSU pukul 17.15 WIB. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER