Selasa

12 Des 2017

Pengunjung Hari Ini : 2.209,   Bulan Ini : 41.400
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 7 Desember 2017 | 00:05 WIB

    Telah dibaca 77 kali

    Merry Curiga Suami Dibunuh Sebab ada yang Mau Kuasai Tanah, Komisi A DPRDSU Panggil Kapolsek Porsea

    Budiman Pardede
    Merry Lam Tota Simamora (kiri) dan RDP Komisi A DPRDSU membahas kasus ditemukannya Rayner Sibuea tewas gantung diri, Senin siang (4/12/2017) di gedung Dewan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin siang (4/12/2017). Agenda RDP membahas pengaduan Merry Lam Tota Simamora terkait ditemukannya sang suami Rayner Sibuea tewas gantung diri pada Rabu 2 Agustus 2017 di Desa Pangombusan Porsea Kec Parmaksian Kab Tobasa.

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com, RDP dipimpin Ketua Komisi A DPRDSU FL Fernando Simanjuntak, SH, MH, Sekretaris Sarma Hutajulu, SH dan dihadiri anggota Komisi Rony Reynaldo Situmorang, SH. Tampak hadir Kapolsek Porsea AKP RS Nababan dan Merry Lam Tota Simamora. Kepada Komisi A DPRDSU Kapolsek Porsea AKP RS Nababan menjelaskan, pihaknya mendapat kabar peristiwa gantung diri pada Rabu 2 Agustus 2017 pukul 19.00 WIB di Desa Pangombusan Porsea Kec Parmaksian Kab Tobasa. TKP berada di rumah orangtua korban Rayner Sibuea bernama Op Saurma br Sirait. "Saat kami olah TKP, kroban sudah meninggal dalam posisi tergeletak di lantai. Di sana kami melihat Romulo Sibuea serta Julius Sibuea selaku abang dan adik korban sendiri. Kami temukan tali masih tergantung di rangka atap. Julius Sibue mengaku memotong tali ketika korban tergantung sementara Romulo Sibue memegang kaki korban," terang Nababan. Dari hasil visum dan otopsi, Nababan menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada bagian dalam maupun luar. "Laporan resmi Merry juga sudah masuk ke Polda Sumut," aku Nababan.

     

    Penjelasan Nababan dibantah oleh Merry. "Kenapa sampai sekarang saya tidak diberi hasil otopsi dan visum? Kronologis polisi tidak sesuai dengan apa yang saya alami dan rasakan," ujarnya sedih. Menurut Merry, terlalu banyak kejanggalan kematian suaminya sejak mendapat kabar via telepon. "Saya buat surat pengaduan ke Polda Sumut dan meminta Polda menangani kasus ini. Sampai sekarang saya merasa kematian suami saya tak wajar," tegasnya. Menanggapi pendapat berkembang, Ketua Komisi A FL Fernando Simanjuntak mengatakan, bila ada yang janggal, maka DPRDSU akan dukung pengungkapan kasus sampai tuntas. "Karena ini suami ibu, maka hanya polisi yang bisa menyidik. Kami minta polisi tetap serius menyelesaikan proses pengaduan Merry Lam Tota Simamora. Hormati perasaan orang mencari keadilan. Kalo hasil visum dan otopsi memastikan adalah gantung diri, maka polisi harus meyakinkan ibu Merry," imbau Fernando.

     

    Suami Berangkat ke Porsea

     

    Terpisah, usai RDP, www.MartabeSumut.com mengkonfirmasi Merry Lam Tota Simamora. Bagi salah satu staf PNS Pemko Pematang Siantar tersebut, peristiwa bermula tatkala suaminya berangkat ke Porsea bersama 1 anak laki-laki mereka berusia 5 tahun untuk meminjam uang Rp. 15 juta. Ibu 3 anak itu mengungkapkan, pada 3 Agustus 2017 sekira pukul 01.00 WIB dini hari, istri dari Julius Sibue (adik kandung Rayner Sibuea) menelponnya ke Siantar memakai handphone sang suami dan mengatakan Rayner Sibue telah meninggal akibat gantung diri. Berita duka dari adik iparnya tersebut disikapi Merry Simamora dengan berangkat ke Porsea. "Saya tiba di Porsea hari itu juga pukul 3 sore. Jenazah suami saya berada di rumah mertua. Dalam kondisi saya tertekan, bingung dan heran kenapa suami gantung diri, keluarganya langsung menguburkan jenazah hari itu juga," sesal Merry Simamora.

     

    Hal Ganjil & Dugaan Penguasaan Tanah

     

    Ketika pertama kali melihat jenazah suami, Merry Simamora mengaku menyaksikan banyak hal-hal ganjil. Diantaranya ada tanda luka di garisan leher kiri seperti goresan benda tajam. Kemudian pada bagian kaki juga ada luka goresan, di ujung mulut sebelah kanan luka, wajah/muka memar seperti kena pukulan benda tumpul serta lidah tidak terjulur layaknya orang mati gantung diri. Pada sisi lain, Merry curiga suaminya dibunuh karena ada pihak tertentu yang ingin menguasai tanah orangtua suaminya, yang kebetulan berdiri rumah mereka di sana. "Saya duga abang/adik dari almarhum suami saya ingin menguasai rumah dan tanah tersebut. Sebab anak saya yang ikut suami ke Porsea sempat bercerita aneh. Sebelum suami dikabarkan meninggal dunia, malam itu ada 1 teriakan memanggil nama anak saya dari salah satu kamar/ruangan rumah. Ketika anak saya mencari arah suara bapaknya memanggil, dia tak menemukan suami saya," singkap Merry, seraya menambahkan, setelah kejadian berusaha mempertanyakan semua keganjilan namun keluarga suaminya tetap membantah. "Ketika saya tanya abang ipar Romulo Sibue soal tali yang dipakai untuk gantung diri, dia bilang memakai tali pelastik. Tapi ketika saya tanya adik ipar Julius Sibuea, dia jawab menggunakan benang nilon," beber Merry Simamora tak habis fikir.

     

    Kuburan Dibongkar untuk Otopsi

     

    Dengan mata berkaca-kaca, Merry Simamora melanjutkan, setelah suami dimakamkan di Porsea, dia pun pulang ke Pematang Siantar bersama anak bungsunya. Lalu pada 28 Agustus 2017 melayangkan surat kepada Kapoldasu perihal permohonan keadilan dan memohon kepastian hukum. Tembusan surat disampaikan ke Irwasda Poldasu, Dirkrimum Poldasu dan Kapolres Tobasa. "Saya juga pernah bicara kepada Kabid Humas Poldasu dan pejabat di Poldasu. Saya memohon bantuan mereka atas kejanggalan kematian suami saya," katanya. Merry Simamora menyebut, pihak polisi mendukung upaya melakukan otopsi karena mencurigai ada kejanggalan atas kematian Rayner Sibuea. Dia memastikan, ada yang tidak beres atas kematian suami Rayner Sibuea. "Harusnya selaku istri, saya yang memutuskan otopsi atau tidak. Bukan keluarga suami. Masak mereka bilang cuma visum ? Apa sebab suami saya gantung diri ? Ini yang mencurigakan sekali. Jangan-jangan adik dan abang ipar saya ingin menguasai rumah sekaligus tanah di situ," tutup Merry, sembari menegaskan, sejak Juni 2017 ekonomi rumahtangganya memang sangat memprihatinkan sehingga Almarhum memutuskan pulang ke Porsea untuk meminjam uang Rp. 15 juta. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER