Selasa

12 Des 2017

Pengunjung Hari Ini : 2.212,   Bulan Ini : 41.403
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 3 Desember 2017 | 00:04 WIB

    Telah dibaca 71 kali

    Badai Cempaka & Dahlia Tak Berakibat ke Indonesia, Seminggu Kedepan Sumut Diguyur Hujan

    Dekson H
    Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Syahnan. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Wilayah Sumut masih berpotensi hujan dan cuaca ekstrim sampai seminggu ke depan. Kendati demikian, badai Cempaka dan Dahlia tidak sampai berakibat ke Indonesia. Beberapa hari terakhir, terjadi gangguan cuaca yang terbentuk di sekitar Laut Cina Selatan dan Aceh. Sehingga memicu daerah di Sumut jadi area belokan angin dan menimbulkan potensi tumbuhnya awan hujan.

     

    Penjelasan tersebut disampaikan Kabid Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Syahnan, melalui Staff Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah I Medan Martha Manurung. Tatkala dikonfirmasi M24 dari saluran pesan WhatsApp, Sabtu siang (2/12/2017), Martha menjelaskan, peringatan dini cuaca Sumut 2 Desember 2017 pukul 13.10 WIB, berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 13.30 WIB di wilayah Medan, Karo, Dairi, Pakpak Barat, Batubara, Asahan dan sekitarnya. "Kondisi ini akan berlangsung hingga pukul 16.30 WIB dan meluas ke sebagian wilayah Deli Serdang, Sergai, Simalungun, Samosir, Taput, Humbahas dan sekitarnya," terang Martha. 


    Apa itu Cuaca Ekstrim?

     

    Apa sih defenisi cuaca ekstrim ? Menurut Martha, cuaca ekstrim terjadi lantaran ada gangguan iklim berupa tekanan udara rendah (low). Cuaca ekstrim disebutnya fenomena meteorologi yang ekstrim dalam sejarah (distribusi) khususnya fenomena cuaca yang mempunyai potensi menimbulkan bencana, menghancurkan tatanan kehidupan sosial hingga menimbulkan korban jiwa manusia. Kenapa nama badai diidentikkan seperti bunga ? Bagi Martha, nama itu bertujuan memberi kesan tidak seram didengar masyarakat sebab dampaknya sangat buruk semisal angin kuat, hujan lebat, banjir, pohon tumbang, bangunan roboh hingga tanah longsor. Sejak 30 Oktober - 4 November 2010, ungkap Martha lagi, terjadi badai Anggrek di perairan Barat Sumatera. Kemudian badai Bakung 11-13 Desember 2014 di perairan barat daya Sumatera, badai Cempaka di perairan selatan Jawa Tengah 27-29 November 2017 dan badai Dahlia 29 November 2017 di perairan barat daya Bengkulu.

     

    Lalu, bagaimana kejadian gelombang tinggi yang terjadi kemarin di Kab Sergai sehingga membawa kerang terdampar ke bibir pantai ? Martha memastikan, gelombang tinggi tersebut disebabkan aktifnya gangguan cuaca berupa tekanan udara rendah (low) di sekitar pantau utara Aceh yang memicu wilayah di Sumut menjadi area belokan angin. "Memicu tumbuhnya awan hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi di sekitar pantai timur Sumut," terangnya. Martha mencontohkan, merujuk prakiraan BBMKG Wilayah I Medan, pada 2-3 Desember 2017 akan terjadi gelombang laut rough sea setinggi 2.50 M - 4.0 M di Selat Malaka Bagian Utara, Laut China Selatan, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Kep Simeulue hingga Kep Mentawai dan Samudra Hindia Barat Aceh hingga Bengkulu. Sedangkan gelombang laut very rough sea setinggi 4.0 M - 6.0 M rentan terjadi di Perairan Utara Pulau Sabang dan Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur. "Masyarakat harus tetap waspada saat berada di daratan maupun perairan," tutup Martha. (MS/DEKS)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER