Sabtu

18 Nov 2017

Pengunjung Hari Ini : 3.753,   Bulan Ini : 72.808
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 14 Oktober 2017 | 00:09 WIB

    Telah dibaca 130 kali

    Selama 8 Kali Reses DPRDSU, Richard & Monel Sebut Tak Ada Aspirasi Rakyat Direalisir Eksekutif

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Richard P Sidabutar, SE, (kanan) dan Anhar A Monel saat dikonfirmasi di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Richard P Sidabutar, SE dan Drs Anhar A Monel, MAP, kecewa. Penyebabnya, kurun 3 tahun menjabat dan menunaikan 8 kali Reses, tapi tak satupun aspirasi rakyat direalisasikan walau telah diberikan kepada Gubsu, pemerintah kab/kota serta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Selasa siang (10/10/2017) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, ke-2 legislator mempertanyakan niat baik Gubsu HT Erry Nuradi selaku eksekutif (pemerintah) di jajaran Pemprovsu termasuk kepala daerah kab/kota dalam menyahuti masalah-masalah/kebutuhan rakyat di 33 kab/kota Sumut. Richard mensinyalir, ada kesan pihak eksekutif sekadar mempertahankan pola pendekatan teknokratis kelembagaan. Artinya, pintu menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut dan kab/kota seolah-olah dikondisikan hanya melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tanpa peduli aspirasi rakyat melalui Reses. "Saya sangat prihatin. Masak sudah 3 tahun jadi anggota Dewan tapi tak satu pun hasil Reses saya dari Dapil Sumut X Kab Simalungun/Kota Pematang Siantar direspon eksekutif," sesal Richard. Faktanya, lanjut politisi Partai Gerindra ini, sejak tahun 2015, 2016 dan 2017, apa-apa yang pernah disampaikan kepada Gubsu berdasarkan pokok-pokok fikiran (pokir) DPRDSU cenderung sebatas ditampung formal di forum Paripurna Reses DPRDSU. Namun ujungnya tak jelas alias hilang begitu saja ditelan waktu. Bahkan masukan legislator kerap ditampung cuma di atas kertas semata. Richard meyakini, kendati pada tanggal 3-8 Oktober 2017 sebanyak 100 legislator DPRDSU telah Reses menemui warga konstituen di penjuru Sumut, toh yang terjadi seperti biasa khususnya di Simalungun dan Siantar, masyarakat justru menuduh Dewan pembohong sebab tidak ada realisasi 7 hasil Reses sebelumnya. "Dalam 1 tahun kami Reses 3 kali. Saat Reses kemarin saya malah tidak enak hati. Warga menganggap saya main-main memperjuangkan aspirasi," keluh anggota Komisi B tersebut, sembari mengimbau Gubsu, Pemkab/Pemko dan Kepala SKPD jangan menimbun "bom waktu" kemarahan rakyat Sumut.

     

    Pada sisi lain, Richard mengkritisi pula 8 kelengkapan syarat terkait pengusulan Bansos/Hibah rumah ibadah yang dikeluarkan Gubsu secara mendadak menjelang injury time (limit akhir) melalui surat Nomor 900/9072/2017 tertanggal 26 September 2017. Salah satu syaratnya adalah keharusan kelompok organisasi keagamaan mempunyai kantor untuk pengurusan administrasi rumah ibadah. "Kan jadi susah juga kita mengarahkan warga di kab/kota. Kok bikin syarat tambahan waktunya mepet gitu sih ? Aneh sekali manajemen Pemprovsu dan Gubsu kita itu," heran Richard tak habis fikir. Hal senada disampaikan Anhar A Monel. Bagi dia, respon eksekutif cenderung kurang akomodatif menyikapi aspirasi rakyat yang dibawa Dewan melalui agenda Reses. Padahal, timpal Monel lagi, apa yang disampaikan legislator merupakan bagian tidak terpisahkan dari Pokir dan e-planning. "Kita hargai jalur dan sikap pemerintah. Cobalah pemerintah turun ke lapangan seperti kami. Pasti banyak prioritas pemerintah diperoleh dari rakyat. Sedih juga sampai sekarang hasil Reses saya dari Dapil Sumut XII Kota Binjai dan Kab Langkat tak pernah direalisasikan. Malu saya sama konstituen," akunya.  Monel pun mengimbau pemerintah jangan mudah berjanji mengatakan menampung tapi faktanya tidak terbukti.(MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER