Selasa

23 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 24 Agustus 2017 | 00:02 WIB

    Telah dibaca 498 kali

    Pasien BPJS Kesehatan Tak Dapat Obat, Ikrimah Hamidy Sinyalir ada Permainan Rumah Sakit & Apotek

    Budiman Pardede
    H Ikrimah Hamidy, ST (duduk baju putih) saat RDP menyampaikan dugaan permainan obat di rumah sakit, Selasa siang (22/8/2017) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) H Ikrimah Hamidy, ST, MSP, mengatakan, banyak pasien BPJS Kesehatan yang mengeluh berobat ke rumah sakit (RS) karena tidak mendapat obat. Padahal, obat yang dibutuhkan justru banyak beredar di apotek dengan variasi harga cukup mahal. Akibatnya, pasien yang harusnya gratis terpaksa merogoh kocek sendiri untuk membeli obat di luar.

     

    Pantauan www.MartabeSumut.com saat RDP Komisi E DPRDSU pada Selasa siang (22/8/2017) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, tampak hadir Dinkes Sumut, Dinsos Sumut, BPJS Kesehatan Sumut serta beberapa perwakilan RS swasta/negeri. Ikrimah mengungkapkan, patut diduga ada permainan antara RS, apotek, dokter dan produsen obat. "Aneh, kok banyak RS di Sumut ini yang tidak punya stok obat? Sementara apotek di luar sana menjual bebas dengan harga mahal. Ayo jujur, RS mana yang punya pengalaman begitu," ucap Ikrimah bertanya kepada beberapa pengelola RS. Politisi PKS ini meminta keterbukaan RS agar persoalan bisa dibawa ke Kemenkes pusat. "Dugaan saya ada permainan," tegasnya.

     

    Obat Beredar di Apotek

     

    Ikrimah menyatakan aneh bila ada produsen obat tidak mengirim ke RS padahal distribusi di pasaran tersedia. "Obat beredar di luar sementara pasien yang harusnya gratis memperoleh obat jadi membeli di luar. Saran saya, masalah ini patut diselidiki pihak berwenang," ingatnya, seraya menduga pola rujukan ke RS tertentu juga banyak permainan. Pada sisi lain, dia mengkritisi pula konsep penetapan warga miskin selaku Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Dia menilai, Dinkes, Dinsos dan aparat terkait wajib jeli menyeleksi sasaran yang berhak menerima. Dengan jumlah penduduk Sumut sekira 13 juta-an jiwa, Ikrimah pun mengherankan angka 4,3 juta jiwa penerima PBI BPJS Kesehatan. "Berarti ada 30 persen penduduk Sumut yang miskin. Konsep pemberian PBI itu bagaimana sih ditetapkan Dinkes dan Dinsos," cecarnya.

     

    Apa yang dilontarkan Ikrimah disambut perwakilan RS Haji Medan. "Kami sering berusaha dapat obat melalui e-katalog. Tapi obat selalu selalu kosong. Malah di luar beredar dengan harga 3-4 kali lipat," herannya. Hal senada disampaikan manajemen RS Imelda Medan. Tahun 2016 silam, katanya, RS Imelda mengalami masalah besar lantaran stok infus kosong. "Kami rebutan infus dengan RS lain. Lalu kami diminta Dinkes Sumut membuat data kebutuhan obat. Mohon kami dibantu agar data kami bisa masuk dan distributor obat menyediakan," akunya. Dia mengakui, obat generik yang disubsidi pemerintah bisa tak masuk ke RS sedangkan obat paten yang tidak disubsidi beredar luas. "Kami juga kesulitan stok darah. Satu kantong darah sekarang Rp. 360 ribu. Bila stok darah minus di RS, jiwa pasien bakal melayang. Apalagi Unit Transfusi Darah (UTD) cuma dilakukan PMI," ungkapnya.

     

    Kepala Dinkes Sumut melalui staf Dirgo Dirhamsyah, SKm, menjelaskan, RS rujukan regional bertipe B seperti RS Pirngadi Medan bersifat regional. Membuat RS naik kelas dari tipe C jadi B disebutnya bukanlah urusan mudah. Sebab diatur dalam Permenkes No 56/2014. "Benarkah ada permainan soal penunjukan rujukan? Mari kita tanya saja RS yang hadir di sini. Termasuk soal stok obat tidak masuk atau kosong di RS perlu diselidiki serius," akunya.

     

    Banyak yang Terlibat

     

    Pihak BPJS Kesehatan Sumut, M Iqbal Anas, mengapresiasi pernyataan Ikrimah Hamidy. "Pertanyaan Pak Ikrimah menarik karena memang banyak yang terlibat. Ini sudah lintas kementerian," terangnya. Iqbal berkeyakinan, bila ada obat diluar inasibijis atau obat kronis beredar luas tapi di RS justru kosong, maka penyebabnya patut diungkap secara tuntas. "Ketika teman-teman RS mengeluh soal sulitnya pengadaan obat, maka kerap muncul alasan stok habis. Setiap penanganan pasien yang sesuai fornas, tentu saja kami siap membayar. Tapi di luar itu, ya kurang profesional dong. Soal pelayanan, kita tuntut semua RS sama. Menyangkut ketersediaan obat, memang ada ketimpangan," ujarnya, sembari menambahkan, ada pertanyaan dari tahun ke tahun semisal penetapan pasien masuk IGD.

     

    Beberapa anggota Dewan menyindir pula kondisi pelayanan kesehatan di Sumut dan Indonesia yang terkesan aneh. Sebab dokter pun banyak berobat ke Penang Malaysia dan bukan di Indonesia. Sementara warga yang sakit namun tidak melalui sistem fasilitas kesehatan (faskes) akan bernasib tidak dicover BPJS Kesehatan. "Solusi kita cari bila memang diluar regulasi. Jika ada yang langsung berobat ke RS tanpa melewati faskes, ya kan harus tetap dilayani BPJS. Mana tau sakit keras. Saat di faskes sarana kesehatan minim. Sehingga pasien terlanjur meninggal nanti," imbau legislator. (MS/BUD)

     

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Pasien BPJS Kesehatan Tak Dapat Obat, Ikrimah Hamidy Sinyalir ada Permainan Rumah Sakit & Apotek'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER