Rabu

17 Jul 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 29 Mei 2017 | 00:01 WIB

    Telah dibaca 1373 kali

    Philips PJ Nehe Usulkan Tuak Nias Masuk Perda Warisan Budaya Daerah

    Budiman Pardede
    Anggota DPRDSU Philips PJ Nehe saat diwawancarai di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. (Foto Dok: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Philips Perwira Juang Nehe mengusulkan tuak Nias dilegitimasi masuk dalam Peraturan Daerah (Perda) Sumut. Alasannya, tuak Nias merupakan warisan budaya dan bagian tidak terpisahkan dari sejarah Kepulauan Nias.

     

    Kepada www.MartabeSumut.com, Jumat (26/5/2017) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Philips menerangkan, hingga kini minuman yang dikhususkan buat kalangan pria itu dilarang ke luar dari Kepulauan Nias. Sementara pelarangan justru membuat sebagian besar pihak tertentu, terutama warga Nias, tetap saja membawanya diam-diam untuk dikonsumsi di perantauan seperti Medan bahkan Jakarta. "Kandungan alkohol tuak Nias memang ada yang 20, 30 hingga 70 persen. Setahu saya Arak Bali sudah masuk Perda di sana. Suku Badui juga memproduksi tuak Aren secara legal. Kenapa tuak Nias tidak kita akui pula sebagai minuman khas dan warisan daerah," heran Philips bertanya.

     

    Banyak Keuntungan

     

    Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini percaya, banyak keuntungan bisa diperoleh bila tuak Nias dilegalkan dalam Perda. Pertama, bisa menjadi ciri khas daerah Nias dan Sumut untuk menarik turis lokal maupun mancanegara. Kemudian dapat mendorong percepatan perkonomian warga Nias melalui sentra-sentra bisnis tuak Nias. "Dalam Perda akan dibuatkan batasan usia yang bisa mengkonsumsi. Ini terobosan pelestarian budaya daerah loh," ingat Philips. Anggota Komisi C DPRDSU membidangi keuangan itu melanjutkan, saat ini sentra-sentra penyulingan tuak Nias banyak tersebar di Kepulauan Nias tanpa ada pembinaan pemerintah. Realitas tersebut dianggapnya terjadi massif karena warga Nias percaya tuak Nias merupakan minuman persahabatan sesama orang Nias sekaligus obat diabetes. "Sumber tuak Nias dari kelapa. Bila kelak masuk Perda, maka kadar alkoholnya wajib ditentukan melalui alat terra (ukur) agar tidak mengganggu kesehatan," ujar Philips.

     

    Bukankah mengkonsumsi minuman beralkohol berkorelasi terhadap angka kriminalitas ? Philips malah tersenyum kecil. Bagi dia, sejauh ini belum ada survei mendata secara valid hubungan antara kejahatan/kriminalitas tinggi akibat minum tuak Nias. Lalu, apakah hak inisiatif mengusulkan Perda telah diteruskan ke DPRDSU? Kali ini Philips termenung berfikir sejenak. Sembari menatap ke atas, dia memastikan akan mulai dari 5 DPRD kab/kota Kepulauan Nias. "Terakhir baru ke DPRDSU," tutupnya diplomatis.(MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Philips PJ Nehe Usulkan Tuak Nias Masuk Perda Warisan Budaya Daerah'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER