Kamis

18 Jul 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 25 Mei 2016 | 00:18 WIB

    Telah dibaca 1004 kali

    Sertifikat Mengemudi ala Yayasan Dharma Bakti Rp. 500 Ribu, Polres Deliserdang Peras Rakyat?

    Budiman Pardede
    Anggota Komisi E DPRDSU Eveready Sitorus saat diwawancarai di gedung Dewan, belum lama ini. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) asal daerah pemilihan (Dapil) Sumut III Kab Deliserdang Eveready Sitorus geram. Kesal dan heran mengetahui pola-pola lama seputar pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Deliserdang. Eveready pun mensinyalir, pemaksaan mengikuti test mengemudi Yayasan Dharma Bakti selaku mitra Polres Deliserdang agar memiliki sertifikat andal mengemudi sebelum mengajukan permohonan pembuatan SIM, adalah praktik pungutan liar (Pungli) dan memeras rakyat diam-diam.

     

    Ditemui www.MartabeSumut.com di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa siang (24/5/2016), Eveready mengatakan, biaya Rp. 500 ribu untuk mendapat sertifikat mengemudi sama saja syarat yang dibuat-buat untuk mempersulit rakyat. "Gak jamannya lagi-lah aparat polisi begitu. Yang sulit itu harusnya dipermudah, bukan malah yang mudah dipersulit. Presiden Jokowi telah menginstruksikan semua aparat/pemerintah di Indonesia agar mepermudah seluruh proses administrasi publik," ingatnya. Politisi Gerindra ini melanjutkan, untuk mengurus SIM sebenarnya sudah diatur dalam UU dan mekanisme aturan yang jelas. "Kenapa Polres Deliserdang bekerjasama dengan pihak ketiga. Saya heran, kenapa ada kerjasama ? Apa polisi tidak mampu ? Apa Polres Deliserdang gak bisa kerja atau memang mau memeras rakyat diam-diam," sindir Eveready dengan nada tinggi.

     

    Bagi dia, bila pola tersebut dipertahankan, maka rakyat yang jadi dibebankan. Pelibatan pihak ketiga disebutnya terkesan intervensi sebab ada kesan pemaksaan dan pemerasan. "Saya minta Polres di 32 kab/kota Sumut ambil alih pengurusa SIM tanpa pihak ketiga. Karena kondisi itu membuat kita menduga aktivitas pungli bahkan pemerasan uang rakyat," tegas Eveready. Sebelumnya terungkap fakta, beberapa warga Kab Deli Serdang banyak mengeluh saat mengajukan permohonan pembuatan SIM di Polres Deliserdang. Pasalnya, pihak Polres Deliserdang menolak pengurusan sebelum ada syarat sertifikat mengemudi ala Yayasan Dharma Bakti. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Sertifikat Mengemudi ala Yayasan Dharma Bakti Rp. 500 Ribu, Polres Deliserdang Peras Rakyat?'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER