Kamis

23 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 23 Mei 2016 | 00:02 WIB

    Telah dibaca 684 kali

    Korban Awan Panas Sinabung Bertambah jadi 9 Orang

    Dekson H
    Erupsi Gunung Sinabung yang terjadI pada Sabtu (21/5/2016) pukul 16.48 WIB. (Foto :Ist)

    www.MartabeSumut.com, Tanah Karo


    Korban jiwa awan akaibat panas letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo Provinsi Sumatera Utara bertambah. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Karo terdapat 9 orang terkena awan panas. Sebanyak 6 orang meninggal dunia dan 3 orang kritis karena luka bakar.

     

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Sutopo Purwo Nugroho kepada www.MartabeSumut.com, Minggu pagi (22/5/2016), mengatakan, saat ini semua korban berada di RS. Efarina Etaham Kabanjahe. Korban adalah warga Desa Gamber Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo yang berada di zona merah saat Gunung Sinabung meletus disertai luncuran awan panas pada Sabtu (21/5/2016) pukul 16.48 WIB.

     

    Menurut Sutopo, nama korban meninggal diantaranya :

    1. Karman Milala (60)

    2. Irwansyah Sembiring (17)

    3. Nantin Br. Sitepu (54)

    4. Leo Perangin-angin

    5. Ngulik Ginting

    6. Ersada Ginting (55)

    Sedangkan yang mengalami luka-luka :


    1. Brahim Sembiring (57)

    2. Cahaya Sembiring (75)

    3. Cahaya br Tarigan (45)

     

    Lakukan Pencarian

     

    Sutopo menjelaskan, hingga kini Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan serta masyarakat masih terus melakukan pencarian korban dengan menyisir rumah bahkan kebun masyarakat. Tidak diketahui secara pasti berapa banyak masyarakat yang berada di Desa Gamber saat kejadian luncuran awan panas. "Harusnya tidak ada aktivitas masyarakat di sana. Namun sebagian masyarakat tetap nekad berkebun dan tinggal sementara waktu sambil mengolah kebun/ladangnya. Alasan ekonomi adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat Desa Gamber tetap nekad melanggar larangan masuk ke desanya," ungkap Sutopo.


    Seentara itu, pencarian disebut Sutopo dilakukan dengan memperhatikan ancaman erupsi Gunung Sinabung. Sebab Desa Gamber berada pada radius 4 Km di sisi tenggara puncak kawah Gunung Sinabung yang dinyatakan sebagai daerah berbahaya atau zona merah. Berdasarkan rekomendasi PVMBG, lanjutnya, di Desa Gamber tidak boleh ada aktivitas masyarakat karena setiap saat berbahaya ancaman awan panas, lava pijar, bom, lapilli, abu pekat hingga material lain dari erupsi. (MS/DEKS)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Korban Awan Panas Sinabung Bertambah jadi 9 Orang'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER