Sabtu

17 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.416,   Bulan Ini : 58.225
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 11 Mei 2016 | 00:01 WIB

    Telah dibaca 963 kali

    Awas Klinik Aborsi, Tigor Lumbantoruan Minta Kapolda Sumut Bentuk Tim Gabungan

    Budiman Pardede
    Anggota Fraksi PKB DPRDSU Ir Tigor Lumbantoruan saat diwawancarai di gedung Dewan, Senin siang (9/5/2016). ( Foto : www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Anggota Fraksi Persatuan Keadilan Bangsa (F-PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Ir Tigor Lumbantoruan meminta Kapolda Sumut membentuk tim gabungan untuk menyingkap dugaan praktik klinik aborsi Budi Mulia di Jalan Medan Binjai Km 13, 5 Sei Semayang.

     

    Apalagi setelah digerebek Ditkrimum Polda Sumut pada Senin (9/5/2016), klinik disebut-sebut mulus beroperasi sekira 15 tahun dengan melibatkan 2 dokter umum serta 4 bidan/perawat. "Saya sarankan Polda Sumut membentuk tim gabungan meliputi polisi, dokter (IDI), organisasi bidan, pemerintah terkait, universitas dan tokoh agama. Sebab apa yang terjadi cukup mengagetkan. Masak tega memasukkan 30 orok janin bayi ke septic tank ukuran 2x2 Meter. Apa kita biarkan ada pembantaian manusia di Sumut," cetus Tigor kepada www.MartabeSumut.com, Selasa siang (10/5/2016) di gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan.

     

    Ungkap Modus Pelaku


    Wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) Sumut IX Kab Taput, Kab Tobasa, Kab Humbahas, Kab Samosir, Kab Tapteng dan Kota Sibolga itu yakin, tim gabungan dapat mengungkap modus operandi klinik semisal sudah berapa lama berdiri, kenapa bisa beroperasi dan siapa-siapa terlibat membekingi. Termasuk peran 2 dokter umum dan 4 bidan/perawat. Sementara terhadap 1 yang diduga mahasiswi Panca Budi Medan dan terindikasi pasien aborsi, Tigor menyatakan polisi patut meminta klarifikasi pihak universitas tempatnya kuliah bahkan orangtua bersangkutan. "Kemana pemerintah setempat ? Kemana tokoh agama ? Apa kita mau daerah Sumut jadi lokasi pembunuhan massal manusia tak berdosa ? Saya minta kasus ini diselidiki serius oleh polisi. Jangan sampai ada yang mengulangi lagi," pinta Tigor dengan nada tinggi.

     

    Seperti diketahui, saat Klinik Budi Mulia digerebek Polda Sumut, polisi ikut mengamankan dr JS dan dr ES yang disinyalir sebagai pemilik/pengelola utama, 4 bidan/perawat serta 1 pasien mahasiswi. Puluhan orok bayi, mobil sedan pelat BK 1750 LB, tempat tidur, obat dan alat-alat medis juga dibawa dari lokasi yang sering didatangi para remaja diduga "ayam kampus". (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER