Kamis

23 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 15 April 2016 | 00:10 WIB

    Telah dibaca 703 kali

    Ketua Komisi B DPRDSU Sopar Siburian Ajak Pers dan Stakeholder Majukan Pariwisata Sumut, DT & GKT

    Budiman Pardede
    RDP Komisi B DPRDSU membahas Pariwisata, BODT dan GKT, Kamis pagi (14/4/2016) di gedung Dewan. (Foto: www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Insan Pers dan berbagai stakeholder memiliki peran strategis memajukan pariwisata serta pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut). Melalui Badan Otorita Danau Toba (BODT) selaku pengelola Geopark Kaldera Toba (GKT) dan Danau Toba (DT), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut harus jadi leading sector agar kalender event berjalan sinergi tanpa bentrokan.

     

    Imbauan dan ajakan tersebut disampaikan Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Sopar Siburian, SH, MKn, tatkala menyimpulkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama beberapa stakeholder dan jajaran Pemprovsu, Kamis pagi (14/4/2016) di aula Lt I gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan. Pantauan www.MartabeSumut.com, selain Sopar Siburian, ikut pula Sekretaris Komisi B DPRDSU Drs Aripay Tambunan, MM, memimpin jalannya pertemuan. Tampak hadir beberapa anggota Komisi B DPRDSU seperti Wasner Sianturi, Jantoguh Damanik, S.Sos, Jenny RL Berutu, SH, Siti Aminah Perangin-angin, SE, MSP,  Hj Helmiaty dan Lidiani Lase. Sementara unsur Pemprovsu diwakili Dewi dari Disbudpar Sumut dan Dinas Kehutanan (Dishut) Sumut. Para stakeholder yang datang diantaranya CP Nainggolan (Forum Masyarakat Katolik Indonesia/FMKI), Tiorida Simanjuntak (Radio Kardopa), Pieter Manopo (pegiat Geopark), dr Ria N Telambanua, MKes (pegiat Geopark) dan M Simarmata (BP-GKT).

     

    Berkorelasi Erat

     

    Sopar Siburian mengatakan, keberadaan Danau Toba dan persiapan perwujudan GKT berkorelasi erat terhadap pertumbuhan pariwisata Sumut serta laju perekonomian daerah. Namun hal itu dinilainya memerlukan sentuhan program khusus dengan ruang anggaran yang jelas. "Teman-teman Pers dan para stakeholder berperan penting memajukan pariwisata Sumut. Mari jalankan program masing-masing untuk pelestarian Danau Toba maupun GKT," cetus Sopar Siburian. Politisi Partai Demokrat ini melanjutkan, nomenklatur anggaran program harus muncul dari Dinas Pariwisata Sumut sementara Komisi B DPRDSU hanya akan men-support. Legislator asal Dapil Sumut IX Kab Taput, Kab Tobasa, Kab Humbahas, Kab Samosir, Kab Tapteng dan Kota Sibolga itu memastikan, pertemuan ulang akan dijadwalkan kembali termasuk dengan anggota DPR RI. "Leading sektornya Dinas Pariwisata Sumut. Kita buat kalender event yang tidak bentrokan. Ibu Dewi yang buat nomenklaturnya. Sebab Ibu Tiorida, ibu Riah, FMKI dan Pak Piter juga masih pakai dana pribadi melakukan kegiatan-kegiatan melestarikan Danau Toba," ujar Sopar Siburian.

     

    Sebelumnya, Tiorida Simanjuntak (Radio Kardopa) mengaku kerap menjalankan program kebersihan dan penghijauan di sekitar Danau Toba. Begitu pula pemberitaan seni budaya, lagu-lagu Batak hingga publikasi persiapan perwujudan GKT melalui siaran Radio Kardopa Fm. Pihak Dishut Sumut membeberkan, ada 7 kab/kota di Sumut yang melingkupi GKT. Dari semua wilayah tersebut, ungkapnya, terdapat 118 Ha kawasan hutan lindung. "Hal-hal yang penting terkait hutan, silahkan saja dikoordinasikan kepada kami atau izin dari Menhut," terangnya. Pegiat Geopark dr Ria N Telambanua, MKes, berpendapat, semangat merangsang pariwisata dan menjaga kelestarian Danau Toba diupayakan dengan pembuatan taman anggrek. Tapi Ria mengingatkan perlunya persiapan rumah sakit berbasis pariwisata khususnya di Parapat dan infrastruktur pendukung lain. "Kita juga sudah siap jadi rujukan pariwisata Danau Toba atau pusat Geopark Danau Toba," ucapnya.


    Jaga Kearifan Lokal

     

    Menyahuti aspirasi berkembang, Sekretaris Komisi B DPRDSU Aripay Tambunan menyatakan, Komisi B DPRDSU mengapreasiasi masukan para pegiat GKT. "Kita benahi semua. Catatan kami adalah sadar wisata. Pendekatan sosial perlu diperhatikan oleh BODT. Sebab masyarakat sekitar Danau Toba wajib menerima manfaat dari program apapun nantinya," aku Aripay. Kalau warga setempat bisa yakin, imbuh politisi PAN itu lagi, tentu saja segala program dapat berjalan baik termasuk menjaga kearifan lokal supaya jangan sampai hilang. Jantoguh Damanik menambahkan, saat ini GKT sedang dalam tahap pemenuhan syarat. Dia pun menyatakan bersyukur masih tertunda karena bila kemarin diputuskan jadi Geopark dunia akan banyak persoalan di lapangn. "Ya kita juga yang susah," aku politisi PDIP tersebut. Menyinggung keberadaan BODT yang sekarang merangkap pengelola GKT,  Jantoguh berharap kelak Danau Toba dikelola 1 badan khusus begitu pula GKT.

     

    Jenny RL Berutu ikut angkat suara. Bagi Jenny, Danau Toba yang begitu indah tidak harus mengalami penurunan kunjungan wisata ke Sumut bila sarana/prasarana ditingkatkan semenjak dini. Fasilitas taman anggrek, taman Eden, patung Sigalegale dan batu gantung diangapnya dapat memicu daya tarik pengunjung ke Danau Toba/Sumut tatkala dikelola dengan baik. "Yang paling penting, bagaimana karya-karya kita connect dengan BODT yang sudah dibentuk pemerintah pusat. Dinas Pariwisata kita yakini bisa menggalangnya," terang politisi Dempkrat ini. Wasner Sianturi tak ketinggalan. Legislator asal PDIP itu mengimbau Dinas Pariwisata Sumut semakin intens menampung kegiatan-kegiatan para pegiat Danau Toba. Bukan anggaran kegiatan yang selama ini justru terdengar banyak tidak jelas alias fiktif. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Ketua Komisi B DPRDSU Sopar Siburian Ajak Pers dan Stakeholder Majukan Pariwisata Sumut, DT & GKT'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER