Rabu

26 Jun 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 19 Desember 2015 | 22:49 WIB

    Telah dibaca 801 kali

    Waspada Musibah Longsor, di NTB 3 Tewas, 15 Luka dan 1 Dicari

    Golfrid Hutagaol
    Musibah tanah longsor yang terjadi di Pangalengan Kab Bandung pada Selasa (5/5/2015). (Courtesy BNPB)

    www.MartabeSumut.com, NTB


    Hujan deras yang turun malam hari telah menyebabkan longsor di Dusun Ladungan Desa Guntur Macan Kec Gunungsari Kab Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (19/12/2015) pukul 03.30 WITA. Empat rumah tertimbun longsor dan menyebabkan 3 orang tewas, 1 orang masih dicari di bawah timbunan longsor, 12 orang luka berat dan 3 orang luka ringan. 

     

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan Persnya kepada www.MartabeSumut.com, Sabtu pagi (19/12/2015), mengabarkan, korban tewas diantaranya : Riswandi (21), Laelatul Hasnah (10) dan Dahrin (80). Sementara korban yang masih dicari adalah Multazam (21). Sedangkan korban luka-luka : Saharudin (40, luka berat), Sadirah (35, luka berat), Ati (12, luka ringan), Dinda (6, luka ringan), Arini (3, luka ringan).


    Menurut Sutopo, longsor juga menimbun 1 warung,  2 sepeda motor dan 2 ekor sapi. " Material longsor menimbun jalan. Upaya pencarian korban dan penanganan darurat longsor masih terus dilakukan BPBD Lombok Barat, BPBD NTB, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dan masyarakat. Kebutuhan mendesak adalah alat berat, cangkul dan sekop untuk membersihkan longsor," katanya.

     

    Ancaman Longsor di Indonesia


    Sutopo memperkirakan, ancaman longsor akan terus meningkat seiring tingginya curah hujan. "Kita prediksi Januari hingga awal Februari 2016 adalah puncak musim hujan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Longsor adalah jenis bencana yang paling mematikan selama 2014 dan 2015 dibanding bencana lain," ingatnya, sembari menambahkan, tingginya kerentanan menyebabkan banyak korban tertimbun longsor. Dia mengungkapkan, asaat ini ada 41 juta jiwa masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah bahaya sedang hingga tinggi terhadap musibah longsor. Semuanya tersebar pada 174 kabupaten/kota. "Mereka tinggal di lereng perbukitan dan pegunungan, tebing sungai dengan mitigasi yang masih minim, baik struktural dan non struktural," katanya. Bagi Sutopo, tata ruang berbasis longsor sangat berperan dalam mereduksi longsor. Tata ruang tersebut dinilainya harus diimplementasikan secara nyata. Kemampuan masyarakat juga wajib ditingkatkan untuk memitigasi lingkungan sekitarnya. (MS/GOL)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Waspada Musibah Longsor, di NTB 3 Tewas, 15 Luka dan 1 Dicari '


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER