Kamis

23 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 28 November 2015 | 00:06 WIB

    Telah dibaca 763 kali

    KUA-PPAS 2016 Kab Palas Dituding Belum Pro Rakyat Kendati Naik Rp. 340 Miliar dari APBD Tahun 2015

    Dekson H

    www.MartabeSumut.com, Medan

    Pemerintah Kabupaten dengan DPRD Palas telah menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2016 sebesar Rp. 965 Miliar. Pada Tahun 2015 APBD Palas sebesar Rp. 624,6 Miliar. Artinya, APBD Palas tahun 2016 diproyeksikan mengalami kenaikan cukup signifikan. Namun, kenaikan melalui asumsi pendapatan itu tentu belum bisa jadi tolok ukur keberhasilan kebijakan anggaran.

    Direktur Lingkar Studi Pembangunan (LSP) Sumatera Utara Ansor Harahap, kepada www.MartabeSumut.com, Jumat (26/11/2015), menjelaskan, sekalipun APBD Palas mengalami peningkatan signifikan sekira Rp. 340 Miliar dibanding APBD 2015, toh hal itu belum tentu jadi ukuran keberhasilan kebijakan anggaran. "Jumlah anggaran tersebut perlu dicermati dan perlu tolok ukur yang objektif dan menyeluruh,"  kata Ansor. Dia merinci, parameter keberhasilan suatu anggaran sebenarnya dapat dilihat dari sandaran pendapatan, alokasi belanja tidak langsung, belanja langsung dan bentuk kegiatan. Bila mencermati KUA-PPAS 2016, Ansor pun berkeyakinan kalau APBD itu masih sangat bergantung kepada dana perimbangan yaitu sebesar Rp. 682.864.087.557,-. dan Rp. 525.047.­157.000,- berasal dari dana alokasi umum (DAU). "Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) tak kunjung bergerak signifikan seimbang dengan potensi Palas yang melimpah ruah. Padahal Palas sudah 8 tahun mekar," ingatnya.
     
    Bukti Pemkab Palas Tidak Sanggup

    Ansor melanjutkan, ketergantungan atau menjadikan dana perimbangan sebagai sandaran utama pendapatan, adalah merupakan bukti pemerintah daerah Palas tidak sungguh-sungguh atau tidak kreatif menjalankan roda pemerintahan untuk mengoptimalkan pendapatan. "Selama ini kita melihat bahwa rancangan PAD Palas masih dirumuskan sekadarnya saja. Bahkan diduga ada kesengajaan mengabaikan potensi pendapatan sehingga memberi kesempatan terjadinya kebocoran. Termasuk pada 2016 Pemkab Palas hanya mampu mengasumsikan PAD sebesar Rp. 45.903.231.518, dari Rp. 36.752.618.339,00 tahun 2015. Kondisi lambat inilah yang dialami Palas selama 8 tahun berdiri otonom," sesalnya.
     
    Tenaga ahli Fraksi DPRD Sumut itu mengungkapkan, tolok ukur melihat keberhasilan kebijakan anggaran dapat dibuktikan dengan seberapa besar alokasi belanja langsungnya. Pada KUA-PPAS Palas 2016 yang telah disepakati, Ansor menilai alokasi belanja langsung hanya sebesar Rp. 414.819.289.434.08, atau sekira 40 % dari total belanja. Begitu pula belanja tidak langsung dengan porsi belanja pegawai masih signifikan sebesar Rp. 330.764.486.451.22 dari Rp. 570.375.­540.640.92. Selama belanja tidak langsung masih lebih besar dari belanja langsung, imbuhnya lebih jauh, maka APBD Palas belum berpihak kepada rakyat. "Seimbang saja antara kedua jenis belanja tersebut belum tentu bisa disebut sebagai kebijakan yang baik bagi rakyat. Apalagi masih lebih besar dari rincian tersebut. Jelas sekali APBD Palas tidak pro kepada rakyat," tutup Ansor, sembari menegaskan, penilaian belum lagi mengkaji program dan kegiatannya. (MS/DEKS)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'KUA-PPAS 2016 Kab Palas Dituding Belum Pro Rakyat Kendati Naik Rp. 340 Miliar dari APBD Tahun 2015'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER