Kamis

18 Jul 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 18 Oktober 2015 | 14:05 WIB

    Telah dibaca 1035 kali

    Sutopo : Hotspot di Sumatera 1.085 Titik

    Golfrid Hutagaol
    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan


    Seiring makin keringnya musim kemarau, maka hotspot (titik api) kebakaran hutan dan lahan belum dapat dimatikan. Hotspot di Sumatera dan Kalimantan fluktuatif jumlahnya. Wilayah yang terbakar meluas hingga Kalimantan Timur (Kaltim). Pantauan Satelit Terra Aqua pada Minggu (18/10/2015) pukul 07.00 WIB, di Sumatera masih terdapat 1.085 titik.

     

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan Pers yang diterima www.MartabeSumut.com, Minggu siang (18/10/2015), membeberkan, dari 1.085 hotspot itu terdapat 108 di Jambi, Kepri 10, Riau 57, Sumsel 871 dan Lampung 39. Sedangkan di Kalimantan ada 212 titik tersebar di Kalbar 36, Kalsel 11, Kalteng 156, Kaltim 9. "Hotspot di Kalimantan kemungkinan lebih banyak karena sensor satelit tidak mampu menembus pekatnya asap di Kalteng," terang Sutopo.

     

    Sebaran Asap Meluas ke Singapura dan Malaysia

     

    Sementara itu, sebaran asap disebut Sutopo tetap meluas ke negara tetangga. Berdasarkan citra satelit Himawari, sebaran asap meluas hingga Singapura dan Malaysia meski dengan kepekatan sedang. Di Kalimantan, lanjutnya, hampir seluruh wilayah Kalimantan terkepung asap. Kondisi demikian menyebabkan jarak pandang berkurang. "Pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru 800 M, Kerinci 100 M, Jambi 500 M, Palembang 5 Km, Pontianak 1,8 Km, Bontang 600 Mm, Palangkaraya 800 M, Muara Teweh 100 M dan Tarakan 500 M. Kualitas udara (PM10) di Pekanbaru 207 Ugr/M3 (Tidak Sehat), Jambi 515 (Berbahaya), Palembang 305 (Sangat Tidak Sehat), Pontianak 299 (Sangat Tidak Sehat) dan Palangkaraya 1.200 (Berbahaya)," singkapnya.

    Menyinggung upaya pemadaman, Sutopo memastikan terus dilakukan. Dijelaskan dia, luasnya wilayah terbakar dan hostpot yang menyebar menyebabkan upaya pemadaman kerap mengalami kendala. Sutopo pun mencontohan kebakaran lahan di Pedamaran, Tulung Selapan dan Air Suginan Kab OKI, Sumatera Selatan yang tergolong sangat besar. Menurut Sutopo, Tim Australia, Malaysia dan Singapore mengatakan api masih besar dan sulit dipadamkan karena angin kencang sedangkan hutan/lahan yang terbakar cukup luas. Bahkan personel Australia dipastikannya sudah mengakui baru sekali menemukan kebakaran hutan lahan yang begitu besar selama 30 tahun bekerja memadamkan api. "Bahan kimia telah digunakan untuk pemadaman api dan memang efektif. Namun belum semua hotspot dapat dipadamkan," tutup Sutopo. (MS/GOL)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Sutopo : Hotspot di Sumatera 1.085 Titik'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER