Kamis

23 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 17 Oktober 2015 | 00:00 WIB

    Telah dibaca 787 kali

    104 Personel dan Pesawat Bantuan Asing Terjun Padamkan Api di Sumatera

    Golfrid Hutagaol
    Pembakaran hutan dan lahan oleh pihak tak bertanggungjawab mengakibatkan bencana asap setiap tahun di Indonesia. (Courtesy Google)

    www.MartabeSumut.com, Medan


    Sebanyak 104 personel asing terdiri dari 48 dari Singapore, 30 Malaysia dan 26 dari Australia terjun mengoperasikan pesawat/heli water bombing untuk memadamkan api di Pulau Sumatera khususnya Sumatera Selatan. Malaysia memberikan bantuan pesawat Bombardier Pelican CL415 dan helicopter Dolphin yang bertugas memandu (spotting) pemboman air dari udara.

     

    Pesawat itu sangat efektif karena mampu mengambil air di sungai, danau dan laut secara cepat. Sekali terbang membawa 6.000 Liter. Pada Kamis (15-10-2015), ke-104 tenaga asing tersebut mampu menjatuhkan air sebanyak 26 kali di daerah Cengal Kab. Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Sedangkan Singapore mengirimkan 2 unit helicopter Chinook. Satu heli masih perbaikan karena mengalami kerusakan rotor. Australia sendiri mengirimkan 2 unit pesawat yaitu Hercules Bomber 32 yang mampu mengangkut 15.000 Liter air dan pesawat TC690 Birddog 376 yang berfungsi spooting pemboman air.

     

    Jepang Bantu Bahan Kimia 3 Ton

     

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan Pers yang diterima www.MartabeSumut.com, Jumat malam (16/10/2015), mengatakan, selain 3 negara asing, Jepang juga akan memberikan bantuan bahan kimia (fire extinguisher berbentuk foam agent) sebanyak 3 Ton. "Pengiriman ke Palembang dilakukan 2 kali yaitu 1,5 Ton pada 17 Oktober 2015 dan 1,5 Ton untuk 19 Oktober 2015. JICA berencana menyerahkan kepada BNPB di Palembang pada (17/10/2015)," terang Sutopo. Menurut dia, tim BNPB dan JICA sudah melakukan koordinasi. Rencana bahan kimia akan digunakan untuk water bombing dengan pesawat dari Indonesia. Sementara Malaysia keberatan menggunakan bahan kimia untuk water bombing. "Memadamkan api ini, Indonesia telah menggunakan bahan kimia yang ramah lingkungan sebanyak 60 Ton," akunya. Hingga saat ini, lanjut Sutopo lagi, belum ada informasi lebih lanjut bantuan dari negara lain seperti Rusia, Tiongkok, Korea, dan Thailand, yang sebelumnya menyatakan memberikan bantuan. "Kementerian Luar Negeri masih terus menjajagi lebih lanjut bantuan tersebut.," ucapnya

     

    32 Heli/Pesawat dan 22 Ribu Personel Diturunkan


     
    Sutopo mengungkapkan pula operasi besar-besaran water bombing mengatasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada Kamis (15/10/2015) di 6 provinsi yaitu: Sumatera Selatan (Padang Susuka, Tulung Selapan, Indralaya, Banyuasin, Muara Kuang, Cengal, Sugihan) sebanyak 334 kali, Jambi bagian Timur 10 kali, Kalteng (Tanjung Puting, Kuala Kapuas) 35 kali, Kalsel (Pulau Pisau, Kuala Kapuas, Lingkar Utara, Sungai Renges) 73 kali, di Kubu Raya Kalbar sebanyak 28 dan di Riau (Pelalawan, Kampar)  32 kali. Operasi darat digelar dengan melibatkan 22.146 personel tim gabungan TNI, Polri, K/L, BPBD, Manggala Agni, relawan dan lainnya. "Di Riau 7.563 orang, Jambi 2.365 personel, Sumsel 3.694 orang, Kalbar 2.810 personel, Kalteng 3.445 personel dan Kalsel 2.269 orang. Begitu pula operasi penegakan hukum, pelayanan kesehatan dan sosialisasi juga digelar bersamaan," cetusnya, seraya menyatakan,  tidak mudah memadamkan hotspot yang terbakar massif dan luas apalagi di lahan gambut kering yang seringkali menyala kembali/terbakar di bawah permukaan. "Pembakaran baru juga masih banyak dilakukan sehingga hotspot terus fluktuatif," sesalnya lagi. Pantauan satelit Terra-Aqua pada Jumat (16/10/2015), timpal Sutopo, menunjukkan hotspot di Sumatera 769 titik yaitu di Bengkulu 7, Jambi 97, Babel 64, Kepri 1, Lampung 38, Riau 22, Sumsel 537, Sumut 3. Sedangkan di Kalimantan 159 titik, yang tersebar di Kalbar 19, Kalsel 5, Kalteng 134 dan Kaltim 1.(MS/GOL)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda '104 Personel dan Pesawat Bantuan Asing Terjun Padamkan Api di Sumatera'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER