Kamis

23 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Rabu, 9 September 2015 | 00:15 WIB

    Telah dibaca 947 kali

    Ikrimah Hamidy: Kartel Permainkan Harga Sawit di Sumut, KPPU Harus Turun Tangan

    Budiman Pardede
    Wakil Ketua Komisi B DPRDSU Ikrimah Hamidy, ST, MSi saat diwawancarai di gedung Dewan, Selasa siang (8/9/2015). (Foto : www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan

    Wakil Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) Ikrimah Hamidy, ST, MSi, meyakini, anjloknya harga sawit di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tidak terlepas dari ulah kartel internasional yang bermain. Hal itu bisa dipastikannya setelah Komisi B DPRDSU melakukan kunjungan kerja beberapa hari lalu ke Komisi IV DPR RI, Kementerian Perkebunan dan Kementerian Pertanian di Jakarta.

     

    Ditemui www.MartabeSumut.com, Selasa (8/9/2015) di ruang Komisi B DPRDSU, politisi PKS tersebut menjelaskan, dari hasil pertemuan kepada 3 instansi tersebut, diperoleh beragam informasi seputar permainan kartel yang merusak mekanisme pasar sawit di beberapa wilayah Indonesia khususnya Sumut. "Kita bisa melihat dengan begitu banyak keganjilan. Bahan baku crude palm oil (CPO) anjlok sedangkan barang produksi turunannya semisal minyak makan justru meroket naik. Ini kan aneh," cetus Ikrimah. Oleh sebab itu, lanjutnya lagi, pemerintah dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) harus turun tangan mengambil tindakan tegas. Iklim usaha perkebunan sawit yang saat ini tidak sehat dikelola rakyat maupun investor, patut segera dipulihkan dengan merumuskan kebijakan taktis untuk menangkal pelaku-pelaku kartel. "Kartel permainkan harga sawit di Sumut, KPPU harus turun tangan," imbaunya.

    Tiga Solusi


    Sebelumnya, seperti diberitakan www.MartabeSumut.com, anggota DPRDSU Janter Sirait, SE, Donald Lumban Batu, SE dan Ir Ramses Simbolon, MSc, sepakat menyatakan fluktuasi harga sawit yang anjlok berkorelasi erat terhadap penurunan pendapatan rakyat, pendapatan perkapita daerah dan rendahnya taraf hidup kesejateraan masyarakat. Mengatasi realitas miris ini, kata Janter, pemerintah perlu serius melakukan 3 hal seperti merealisasikan pembangunan kawasan ekonomi Sei Mangke, melengkapi fasilitas sarana/Infrastruktur hingga mempercepat peningkatan pelabuhan Kuala Tanjung di Kab Batubara. "Undang para investor industri hilir CPO dan produk akhir (barang konsumsi). Dengan catatan, Pemerintah Pusat maupun Pemprovsu melengkapi dulu pembangunan infrastruktur dan sarana pendukung di sana," tegas politisi Partai Golkar ini. Sementara Donald menegaskan, merosotnya harga sawit di Sumut sebenarnya disebabkan beberapa faktor seperti timbangan yang tidak pas beroperasi di pabrik kelapa sawit (PKS). "Kemarin Komisi B DPRDSU melakukan kunjungan ke Simalungun dan Sergai. Kami beri rekomendasi kepada PKS agar memperbaiki timbangan. Harga merosot turun menjadi persoalan yang menambah kerugian pekebun sawit," ucap politisi Partai Gerindra tersebut.

     

    Dua Kartel Besar


    Politisi Partai Gerindra Ramses Simbolon juga mempercayai kartel bermain dibalik anjloknya harga sawit di Sumut. Menurut dia, sekarang harga sawit di Sumut anjlok Rp. 450 - 600 sedangkan di Kalimantan normal Rp. 1.300. Selama ini, ujarnya lagi, ekspor CPO Indonesia ke China - India mencapai 60 persen. Sekarang ekspor anjlok akibat nilai mata uang China (Yuan) melemah. "Anjloknya harga sawit saya duga lantaran praktik kartel dan lemahnya mata uang Yuan. Lalu terjadilah liberalisme dan kapitalisme perdagangan yang sewenang-wenang. Ada kartel 2 perusahaan besar di Sumatera berinisial W dan M," singkapnya, sembari menambahkan, di Belawan dan di Riau hanya 2 perusahaan itu yang bisa menahan ekspor CPO karena memiliki tangki-tangki penampungan di pelabuhan. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Ikrimah Hamidy: Kartel Permainkan Harga Sawit di Sumut, KPPU Harus Turun Tangan '


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER