Senin

24 Sep 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.315,   Bulan Ini : 65.765
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 27 Agustus 2015 | 00:37 WIB

    Telah dibaca 650 kali

    Atasi Karhutla, BNPB dan BPPT Gelar Operasi Hujan Buatan di 4 Wilayah

    Golfrid Hutagaol
    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. (Foto: Ist/www.MartabeSumut.com)

    www.MartabeSumut.com, Medan


    Dampak kemarau di wilayah Indonesia yang makin meningkat berkorelasi pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data BMKG hasil pantauan Satelit Modis (Terra Aqua) pada Rabu (26/8/2015), titik api di Kalteng 523, Kalbar 161, Sumsel 155, Kalsel 80, Kaltim 70, Jambi 69, Babel 10 dan Riau 4.

     

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan Pers yang diterima www.MartabeSumut.com, Rabu malam (26/8/2015), mengatakan, jarak pandang di Kota Pekanbaru 2 Km, Pelalawan 1 Km, Rengat 5 Km, Jambi 900 Meter. Sedangkan asap di Riau sebagian besar berasal dari kiriman Jambi dan Sumsel. "Kebakaran hutan di Gunung Slamet dan Gunung Lawu juga belum dapat dipadamkan. Asap sepanjang hari menutup beberapa daerah di Indonesia," singkap Sutopo.

     

    Hujan Buatan


    Untuk mengatasi karhutla tersebut, lanjutnya, upaya pemadaman dilakukan oleh subsatgas darat, udara dan penegakan hukum. Pemadaman di darat dilakukan oleh BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, MPA dan masyarakat. "BNPB dan BPPT terus melakukan operasi hujan buatan di 4 wilayah secara serempak dengan posko di Pekanbaru, Palembang, Pontianak dan Jakarta," tegasnya. Hujan buatan di Riau, Sumsel dan Kalbar disebutnya diprioritaskan untuk pemadaman karhutla. Sedangkan di wilayah Jakarta mengantisipasi kekeringan. "4 pesawat terbang dikerahkan menebarkan ratusan garam ke dalam awan-awan potensial. Hujan buatan direncanakan hingga November 2015. Selain itu, BNPB juga menurunkan 8 helikopter pemboman air di Riau, Sumsel, Kalbar dan Kalteng," terangnya.


    Meskipun karhutla di Jambi terus meluas dalam 2 minggu terakhir, imbuh Sutopo lagi, namun Gubernur Jambi belum menentukan Status Siaga Darurat. Akibatnya pemadaman banyak terkendala. Asap menyebar bukan hanya di wilayah Jambi tapi juga meluas ke Riau dan Kepri. BNPB dipastikannya sudah melakukan koordinasi dan meminta agar Pemda Jambi menetapkan status siaga darurat tapi hingga kini belum dilakukan. "Permintaan bantuan hujan buatan dan water bombing juga belum disampaikan Pemda Jambi kepada BNPB sehingga karhutla masih terus meluas. Upaya pencegahan lebih efektif dibanding pemadaman. Karhutla sesungguhnya bisa dicegah," yakin Sutopo. (MS/GOL)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER