Minggu

18 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.728,   Bulan Ini : 62.519
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 21 Agustus 2015 | 00:01 WIB

    Telah dibaca 748 kali

    966 Hotspot Kepung Sumatera dan Kalimantan, di Sumut Ada 3

    Golfrid Hutagaol
    Aktivitas pembakaran hutan dan lahan mengakibatkan bencana asap melanda beberapa daerah di Indonesia. (Courtesy Google)

    www.MartabeSumut.com, Medan

     

    Jumlah titik api (hotspot) kembali merebak di Sumatera dan Kalimantan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data BMKG dari pantauan satelit Modis (Terra-Aqua), Kamis (20/8/2015), terdapat 966 hotspot. Sebanyak 720 hotspot di Sumatera dan 246 hotspot di Kalimantan. Dari 720 hotspot di Sumatera tersebar di Sumsel 317, Jambi 247, Riau 94, Lampung 21, Bengkulu 7, Babel 26, Sumbar 4, Kepri 1 dan Sumut 3.

     

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan Pers yang diterima www.MartabeSumut.com, Kamis malam (20/8/2015), menjelaskan, bertiupnya angin dari Selatan ke Utara menyebabkan Riau makin tertutup asap kiriman dari Jambi dan Sumsel selain asap produk Riau sendiri. Jarak pandang di Kota Pekanbaru hanya 3 Km, Pelalawan 2 Km dan Rengat 3 Km akibat tertutup asap. "Gubernur Riau, Sumsel, Kalbar, Kalsel dan Kalteng telah menyatakan status Siaga Darurat Bencana Asap akibat kebakaran hutan/lahan (Karhutla). Sedangkan untuk Jambi hingga saat ini belum ada pernyataan darurat bencana dari gubernur, padahal karhutla sudah meluas dengan 247 hotspot," ungkap Sutopo.


    Upaya Pemadaman Terus Dilakukan

     

    Menurut Sutopo, upaya pemadaman karhutla terus dilakukan oleh tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, BNPB, BPPT, MPA dan lainnya. BNPB disebutnya mengerahkan 3 pesawat terbang untuk operasi hujan buatan dan 6 helikopter pemboman air. "Hujan buatan di Riau dilakukan sejak (22/6/2015). Hingga saat ini telah menaburkan garam 100 ton di awan-awan potensial dengan pesawat CN 295 TNI AU. Di Sumsel, hujan buatan menaburkan 45 ton garam dengan Casa 212, sedangkan di Kalbar dengan pesawat Hercules C-130 TNI AU," terangnya. Pada sisi lain, imbuh Sutopo lagi, Satgas udara ikut melakukan pemboman air dari udara dengan helikopter. Di Provinsi Riau, katanya, dioperasikan 2 helikopter jenis Sikorsky dan Kamov untuk pemboman air. Sekira 10,4 juta Liter air dijatuhkan dari udara pada lokasi karhutla. Sementara di Sumsel memakai helikopter Bell yang telah menjatuhkan 5,5 juta Liter air. "Di Kalbar dengan helikopter Kamov dan di Kalteng dengan heli Bell yang sekali terbang membawa 4.500 Liter air. Ancaman karhutla akan makin membahayakan seiring dengan kemarau yang kian kering," tutup Sutopo. (MS/GOL)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER