Rabu

26 Jun 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 13 November 2014 | 00:00 WIB

    Telah dibaca 891 kali

    Waspadalah, November-Januari Angin Puting Beliung Mengancam

    Redaksi

    MartabeSumut, Jakarta


    Sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim penghujan pada Desember 2014. BMKG pun memprediksi musim penghujan mundur satu bulan, yang seharusnya mulai pada November 2014 ini. Diperkirakan pada bulan November - Januari muncul angin puting beliung yang patut diwaspadai.


    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan Pers yang diterima MartabeSumut, Rabu siang (12/11/2014), menjelaskan, selain banjir dan longsor yang akan mengancam, angin puting beliung juga berpeluang menyerang. Tren bencana puting beliung disebutnya terus meningkat signifikan di Indonesia. Dalam kurun tahun 2003 hingga 2013, kata Sutopo, kejadian puting beliung meningkat 1.577%. "Dampak yang ditimbulkan 303 orang meninggal, 252.877 orang menderita, 29.108 rumah rusak berat, 13.184 rumah rusak sedang, 89.576 rumah rusak ringan dan ratusan fasilitas umum rusak," singkapnya.


    Berbeda dengan bencana lain seperti banjir, lanjut Sutopo, lokasi longsor, gempa, dan tsunami justru mudah dikenali. Sementara daerah rawan puting beliung sulit dikenali karena terkait dengan dinamika atmosfer. "Waktu kejadiannya pun juga tergantung pada kondisi atmosfer lokal. Misalnya puting beliung yang menerjang Kab Magelang pada Selasa (11/11/2014) diawali mendung tebal pukul 14.00 WIB. Namun hujan deras disertai puting beliung berlangsung pada pukul 24.00 WIB," tegasnya. Diungkapkan Sutopo, dampak puting beliung di Magelang mengakibatkan 4 orang luka ringan dan 396 rumah rusak di 7 kecamatan. Di Boyolali, puting beliung pada (7/11/2014) pukul 15.00 WIB menyebabkan 1.578 rumah rusak. Meliputi 280 rusak berat, 357 rusak sedang dan 941 rusak ringan di 4 kecamatan.


    Oleh sebab itu, lanjutnya, masyarakat Indonesia diimbau untuk selalu waspada. Puncak puting beliung diperkirakan terjadi pada November 2014 hingga Januari 2015 sesuai pola hujannya. "Pola hujan di Indonesia ada 3 tipe yakni monsunal, ekuatorial dan lokal. Sebagian wilayah Riau, Sumsel, Jambi, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalsel dan Kalteng. Memiliki tipe hujan monsunal," ucapnya. Sedangkan puncak hujan dikatakan Sutopo terjadi pada bulan Januari. Meliputi Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu, Kalbar, Kaltim, Sulawesi, Maluku Utara dan Papua. Memiliki tipe hujan ekuatorial, yang puncaknya pada bulan November. Di Maluku dan Sorong Papua Barat tipe lokal puncak pada bulan Juni-Juli," tutup Sutopo. (MS/RED)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Waspadalah, November-Januari Angin Puting Beliung Mengancam'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER