Minggu

21 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 3 Oktober 2014 | 00:04 WIB

    Telah dibaca 882 kali

    Hotspot Masih Kepung Kalimantan dan Sumsel

    Redaksi

    MartabeSumut, Kalteng


    Upaya mengantisipasi hotspot (titik api) akibat kebakaran hutan dan lahan (karlahut) terus dilakukan oleh tim gabungan dari Tni, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni dan pihak terkait lain. Namun hotspot masih terus bertambah banyak di Pulau Kalimantan dan Sumatera Selatan (Sumsel).

     

    Fakta tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui keterangan Persnya yang diterima MartabeSumut, Kamis malam (2/10/2014). Menurut Sutopo, hotspot di ke-2 daerah sulit mati karena pembakaran masih terus dilakukan. Berdasarkan pantauan satelit Modis pada Kamis (2/10/2014) pukul 15.45 WIB, katanya, hotspot di Kalimantan Tengah (Kalteng) termonitor 649, Kalbar 128, Kalsel 202 dan Kaltim 101. Sedangkan di wilayah Sumatera pada pukul 07.00 WIB, hotspot di Sumsel sebanyak 127, Riau 15 dan Lampung 10. "Kondisi ini menyebabkan kualitas udara menurun. Konsentrasi partikulat PM10 pada pukul 08.00 WIB, di Palembang hotspot terhitung 543, Banjarmasin 157 dan Pontinak 169. Artinya sudah tidak sehat bahkan di Palembang sudah sangat tidak sehat," terangnya.


    Dari 649 hotspot tersebar di Kalteng, Kotawaringin Barat mencapai 14, Kotawaringin Timur 110, Kapuas 124, Barito Selatan 25, Sukamara 34, Lamandau 14, Seruyan 48, Katingan 79, Pulang Pisau 134, Gunung Mas 9, Murung Raya 23 dan Palangka Raya 35. Di Kalsel sendiri hotspot disebutnya termonitor di Tanah Laut 17, Kota Baru 24, Banjar 24, Barito Kuala 51, Tapin 40, Hulu Sungai Selatan 16, Hulu Sungai Tengah 5, Hulu Sungai Utara 3, Tabalong 2 dan Tanah Bumbu 20.

     

    Dibeberkan Sutopo, Kepala BNPB Syamsul Maarif telah memerintahkan para Deputi BNPB untuk mendampingi BPBD melakukan pemadaman titik api. BNPB telah mengerahkan 2.200 personel TNI dan 1.050 personil Polri untuk membantu BPBD, Manggala Agni dan unsur terkait lain dalam pemadaman di darat. Satgas udara, BNPB bersama BPBD dikatakannya masih melakukan water bombing dari udara dan melakukan modifikasi cuaca di Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar dan Kalteng. "Penegakan hukum harus terus ditingkatkan oleh aparat. Wakil Presiden telah meminta Kapolri, Kejaksaan Agung, TNI dan PPNS meningkatkan upaya penegakan hukum. Selama tahun 2014, dari 186 kasus terkait karhutla ada 296 orang tersangka," singkap Sutopo. (MS/RED)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Hotspot Masih Kepung Kalimantan dan Sumsel '


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER