Minggu

21 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 9 Juni 2014 | 17:00 WIB

    Telah dibaca 1006 kali

    Tangkal Kecurangan Pilpres 9 Juli 2014 dengan Kelengkapan Perangkat IT di PPS

    Dekson H
    Tempat Pemungutan Suara (TPS) di salah satu PPS Kelurahan Teladan Timur Medan Kota saat Pileg 9 April 2014. (Foto Dok : MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Kecurangan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 9 April 2014 yang terjadi secara sistematis harusnya menjadi pembelajaran penting bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menangkal kecurangan serupa saat Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014. Salah satunya adalah memakai sistem informasi teknologi (IT) di lingkup terkecil kelurahan semisal Panitia Pemungutan Suara (PPS).


    Keterangan diperoleh MartabeSumut dari Ketua Forum Akademisi IT (FAIT) Hotland Sitorus, Senin (9/6/2014), menyebutkan, berdasarkan riset yang dilakukan FAIT terhadap hasil Pileg lalu, terungkap fakta bahwa dari 200 sampel PPS (Kelurahan/Desa) yang diambil secara acak diperoleh 15 persen kecurangan. Kecurangan yang ditemukan berupa pemindahan suara antar-caleg di internal satu partai dan pemindahan suara antar-caleg antar partai. "Kami telah melakukan riset dengan mengumpulkan Model C1 dan membandingkannya dengan penghitungan terhadap Model DC 1. Dan hasilnya memang ada yang berbeda," tegas Hotland Sitorus.


    Menurut dosen di Universitas Tanjungpura Pontianak Kalimantan Barat ini, KPU harusnya mengambil pelajaran berharga hasil Pileg 9 April 2014 dengan mengevaluasi kinerja para penyelenggara Pemilu di semua tingkatan. "Orang-orang yang tidak kompeten dan tidak berintegritas tidak boleh menjadi penyelenggara Pemilu. Kalau tidak, potensi kecurangan saat Pilpres 9 Juli 2014 sangat besar," ingatnya.


    Sementara itu, Sekjen DPP FAIT, Janner Simarmata, menambahkan, sampel yang diambil dalam riset adalah secara acak dan terdistribusi proporsional berdasarkan jumlah TPS di masing-masing daerah. Namun untuk memudahkan proses pengambilan sampel, katanya, semua wilayah dikelompokkan ke dalam 6 kelompok besar. Yaitu ; Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, NTT dan Papua. "Oleh karena itu, kami menyarankan agar KPU terbuka saja memakai sistem IT seperti di Amerika supaya kecurangan semakin sulit dilakukan. Setiap hasil yang sudah disahkan saksi-saksi di PPS langsung diteruskan ke tingkat kecamatan, kab/kota, provinsi dan pusat," ujarnya. FAIT dipastikannya siap membantu penyelenggara dan peserta Pilpres untuk mengawasi penggunaan perangkat IT KPU sebelum dan saat Pilpres digelar. Dia berkeyakinan, indikasi kecurangan akan mudah ditangkal tatkala sistem IT yang digunakan di setiap tingkatan sudah divalidasi secara baku. (MS/DEKSON)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Tangkal Kecurangan Pilpres 9 Juli 2014 dengan Kelengkapan Perangkat IT di PPS'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER