Minggu

18 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.556,   Bulan Ini : 62.347
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 7 Juni 2014 | 00:12 WIB

    Telah dibaca 2816 kali

    Kicau Merdu Burung Kacer Tak Terdengar Lagi di Areal Sawit Kawasan Bandara KNIA

    Fajar Adam Batubara
    Burung Kacer. (Courtesy Google).

    MartabeSumut, Kuala Namu


    Populasi burung kicau jenis Kacer kini sudah semakin langka ditemui di seputaran pohon sawit Bandara Internasional Kuala Namu atau Kuala Namu International Airport (KNIA), Deli Serdang, Sumatera Utara. Padahal, sebelumnya, kicauan burung Kacer yang merdu kerap membuat mata langsung tertuju ke areal perkebunan sawit yang membentang.


    "Dulu sih sering nampak, tapi sekarang entah kenapa burung Kacer jadi sulit terlihat. Bahkan saat ini bisa dibilang langka. Di daerah kita dan bahkan seputaran pohon sawit Bandara KNIA sudah langka dan sulit kelihatan. Tapi kalau burung Belibis dan Jalak sering kelihatan terbang di seputaran pohon sawit Bandara KNIA," ungkap Hartono kepada MartabeSumut, warga jalan Bakaran Batu, Desa Tumpatan, Kamis malam (5/6/2014).

    Menurut dia, burung Kacer adalah jenis burung kicau yang kini digemari para penggemar burung. Hartono mengakui, harga burung Kacer saat ini sudah sangat mahal. "Meski burung Kacer baru dapat dipikat, tapi harganya per-ekor mencapai Rp. 100 ribu lebih. Itu burung Kacer yang belum makan pur. Jika sudah makan pur, pasti harganya lebih dari itu. Bisa sampai Rp. 150 ribu hingga Rp. 200 ribu," tegasnya.


    Hartono pun merasa heran kenapa populasi burung Kacer terkesan langka di perkebunan sawit. Dia menduga, kemungkinan selama ini burung Kacer jantan saja yang dipikat dan dijual oleh para pemikat. Sedangkan burung Kacer betina memang jarang ditangkap/dipikat. "Saya rasa burung Kacer jantan sering jadi incaran para pemikat untuk dijual. Suaranya yang merdu jadi hilang dari permukaan khususnya di kawasan Bandara KNIA," sesal Hartono. (FAB/MS)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER