Minggu

18 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.544,   Bulan Ini : 62.335
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 20 Mei 2014 | 00:05 WIB

    Telah dibaca 1176 kali

    Dirut PTPN II Tak Datang, Puluhan Pensiunan Meradang

    Budiman Pardede
    Puluhan pensiunan PTPN II saat menghadiri RDP DPRDSU, Senin siang (19/5/2014) di gedung Dewan. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Lantaran Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution tidak datang dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A, B dan E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU), Senin siang (19/5/2014), puluhan pensiunan PTPN II meradang. Mereka menuding PTPN II tidak punya itikad baik menyelesaikan masalah.


    Pantauan MartabeSumut di gedung Dewan, hingga pukul 15.00 WIB, tak satupun pejabat Direksi PTPN II yang tampak di lokasi. Pimpinan RDP Sigit P Asri, B Mokhtar dan Raudin Purba pun memulai rapat tanpa kehadiran pejabat PTPN II. "Direksi PTPN II tak ada yang datang. Jelas sekali mereka manusia-manusia siluman yang menghindari masalah. Mereka siluman. Khususnya Bhatara Moeda Nasution. Lihat saja kursi-kursi yang kosong ini," cetus Sejo geram, salah satu pensiunan PTPN II di ruang RDP. Ucapan Sejo langsung disambut puluhan pensiunan yang kesal sedari awal. "Dirut PTPN II takut datang karena salah, panggil sekali lagi si Bhatara Moeda Nasution itu," ketus pensiunan serempak.

     

    Kepentingan Ribuan Pensiunan PTPN II


    Sejo menjelaskan, apa yang dibawa oleh Forum Silaturahmi Pensiunan PTPN II adalah murni kepentingan hidup ribuan pensiunan. Sejak 2002, katanya, pensiunan menerima gaji Rp. 280 ribu/bulan. Lalu mulai tahun 2003-2013 dana pensiun senilai Rp. 1,255 Triliun terungkap tidak disetorkan Direksi PTPN II kepada Dana Pensiunan Perkebunan (Dapenbun) pusat. "Ini penggelapan atau penipuan kami tak tahu. Kami hanya tau hukum rimba. Kami butuh jawaban pasti. Segera selesaikan," cetusnya.


    Koordinator Forum Pensiunan PTPN II, Chairul Harahap menambahkan, masalah pensiunan mulai muncul saat uang beras dipotong, uang pensiun tidak naik, santuan hari tua sejak 2006 belum dibayar hingga orang yang menderita sakit tak tahu mau berobat kemana karena RS Tembakau Deli telah ditutup. "Nilai gaji sejak 2002 tidak pernah disetorkan PTPN II ke Dapenbun pusat," sesal Sejo. Perwakilan Disnaker Sumut dari Seksi PHI justru mengakui pihaknya belum pernah menanggapi karena masalah yang muncul bersifat normatif. "Laporkan saja ke Disnaker Sumut, nanti akan kami mediasi," ucapnya.



    Ada Laporan ke Poldasu


    Sementara itu, Direskrimsus Poldasu Kombes Mestron Siboro menjelaskan, Poldasu memang menerima laporan forum pensiunan PTPN II pada 26 April 2013. "Saya baru 1 bulan menjabat. Laporan telah kami periksa/analisa, tapi belum cukup untuk ditingkatkan ke penyidikan," ujarnya. Mestron membeberkan, sesuai infomasi dan keterangan yang diperoleh penyidik, dapat diketahui bahwa ada jumlah tunggakan PTPN II ke Dapenbun pusat. Sampai bulan Desember 2012, imbuhnya, Dapenbun pusat menyatakan tunggakan kalau PTPN II mencapai Rp. 1 Triliun lebih. "PTPN II sendiri mengakui tunggakannya ke Dapenbun pusat cuma Rp. 263,6 Miliar. Penyidik belom bisa masuk makanya dihentikan," terang Mestron, seraya menambahkan, apakah proses penyelidikan yang juga dilakukan Kejaksaan Agung (dugaan korupsi) atau Poldasu (dugaan penggelapan/penipuan) sama atau tidak nantinya, maka Poldasu tetap komitmen melakukan terus upaya penyelidikan.

     

    Lima Rekomendasi

     

    Gara-gara tidak adanya pejabat PTPN II, RDP DPRDSU akhirnya mengeluarkan 5 rekomendasi. Diantaranya; kasus akan terus dikawal DPRDSU, Poldasu diharapkan menyidik perkembangan yang ada, pensiunan disarankan melapor ke Disnaker Sumut dan Poldasu secara resmi, pensiunan diwajibkan melengkapi data pendukung untuk diserahkan ke DPRDSU, Poldasu dan Disnaker Sumut serta terakhir RDP ulang akan dijadwalkan untuk memanggil Dirut PTPN II yang tidak datang. Usai RDP, MartabeSumut mengkonfirmasi Wakil Ketua Komisi A DPRDSU Drs H Raudin Purba. Menurut politisi PKS itu, masalah pensiunan PTPN II akan dijadwalkan dalam rapat khusus Komisi A. "Direksi PTPN II kita dorong menyelesaikan dana pensiun yang belum diselesaikan. Komisi A punya kemauan dan keseriusan membantu menuntaskan. Kita mau tahu kenapa Direksi PTPN II itu menunda dan menumpuk hak para pensiunan PTPN II," heran Raudin Purba.

     

    Unjukrasa ke DPRDSU

     

    Seperti diberitakan MartabeSumut sebelumnya, ribuan orang berbendera Forum Silaturrahmi Pensiunan Perkebunan PTPN II Tanjung Morawa meminta DPRDSU bertindak menyelamatkan hak-hak pensiunan PTPN II senilai Rp. 1,2 Triliun yang belum dibayarkan sejak tahun 2002, Selasa pagi (13/5/2014). Massa menyerukan DPRDSU agar memanggil Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution dalam forum RDP. Saat unjukrasa, ribuan demonstran datang dengan 8 bus dan beberapa angkutan umum dengan memajang spanduk-spanduk, karton dan selebaran bernuansa kecaman terhadap Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution. Koordinator aksi Chairul Harahap, dalam orasinya mengatakan, sejak tahun 2002 sampai saat ini tunggakan hak pensiunan PTPN II sangat tinggi namun tidak jelas realisasinya karena belum dibayarkan PTPN II. "Tunggakan uang pensiun itu bukannya berkurang malah meningkat senilai Rp. 1,255 Triliun. Itu menandakan PTPN II tidak mampu menyelesaikan. Kami minta DPRDSU selaku wakil rakyat Sumut bertindak menyelamatkan nasib ribuan pensiunan PTPN II," teriak Harahap, diikuti yel-yel massa "Kembalikan hak pensiun kami, jangan gelapkan hak pensiun kami Dirut PTPN II".(MS/BUD).


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER