Selasa

23 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 11 Mei 2014 | 13:38 WIB

    Telah dibaca 2940 kali

    Taman Stadion Teladan Medan Tak Aman, Polisi Diimbau Menangkapi Terus Pemeras yang Gentayangan

    Dekson H
    Taman Stadion Teladan itu biasanya ramai pada Sabtu-Minggu. Tapi saat didokumentasikan Minggu siang (11/5/2014), suasana tampak sepi. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Taman di kawasan Stadion Teladan Medan tampaknya tidak aman lagi. Khususnya bagi warga yang ingin melepaskan lelah seraya beristirahat menikmati suasana alam bebas. Bukan apa-apa, kelompok pemeras yang gentayangan sedari pagi-malam, ternyata sudah sangat meresahkan banyak pihak. Polisi pun diimbau mengamankan keadaan dengan menangkapi terus para pelaku.

     

    Informasi dihimpun MartabeSumut menyebutkan, tidak amannya kawasan taman Stadion Teladan sudah mulai terasa sejak 2 tahun terakhir. Hal itu dibuktikan degan banyaknya kelompok pengamen, anak-anak baru gede (ABG) yang kerap berkumpul di lingkungan taman. Kumpulan kelompok itu itu selalu berujung pada aksi bersama meminum-minuman beralkohol. Selanjutnya bisa ditebak, setelah itu mereka bakal mendatangi

     

    orang-orang yang duduk di taman khususnya kalangan muda mudi yang berpacaran. Pantauan MartabeSumut sejak sepekan terakhir, taman Stadion Teladan saat ini sudah cukup asri. Banyak pohon-pohon, tempat duduk serta puluhan fasilitas olahraga permanen yang didirikan Pemko Medan setahun terakhir. Ada pula tugu air mancur berdiri di dalam kolam berbentuk lingkaran. Dulu, biasanya tugu pancuran itu mengeluarkan air tapi sekarang tidak lagi. Sementara puluhan pedagang memasang tenda-tenda kecil di sekeliling Stadion Teladan setiap hari. Mereka berjualan es kelapa maupun jajanan kecil lainnya. Namun sayang, keasrian Taman Stadion Teladan tersebut cenderung tidak bisa lagi dinikmati masyarakat secara nyaman. Saat ini kelompok pemeras selalu saja muncul setiap hari Senin-Minggu, khususnya tatkala malam mulai menyongsong.

     

    Pemeras Sudah Lama Gentayangan

     

    Galung (33), salah satu pedagang di kawasan Stadion Teladan, menjelaskan, kelompok pemeras sudah lama gentayangan di taman dan tidak segan-segan mengganggu muda-mudi yang pacaran. "Yang memeras itu anak-anak tanggung. Umur mereka 15-25 tahun. Rata-rata sudah sering masuk penjara dengan kasus mencuri, memeras dan penganiayaan. Kalo memeras, mereka minta mulai 2 ribu - 10 ribu. Alasannya uang keamanan atau tambah-tambah minuman," beber Galung kepada MartabeSumut, Sabtu siang (10/5/2014). Menurut bapak 1 anak yang sudah 20 tahun berjualan di sana, aparat kepolisian Sektor Medan Kota memang tidak jarang melakukan penangkapan pemeras. Namun sayang, lanjutnya, polisi hanya bergerak menindak setelah ada pengaduan korban. "Polisi seharusnya aktif dong merazia dengan pakaian preman. Kalo korban mengadu dulu baru ditangkap, ya kapan mereka jera? Jadi tidak nyaman warga yang datang ke sini," sesalnya, seraya menambahkan, beberapa hari lalu polisi telah menangkap 2 tersangka pemeras inisial KD alias Noah (22) warga Jalan Sisingamangaraja dan RST alias Putra (17), warga Jalan Balai Desa Pasar XII Mariendal II. "Satu lagi pelaku RS masih buron. Ketiganya memeras korban di Taman dengan pisau. Kemudian mengambil 3 telepon genggam serta puluhan ribu uang tunai milik korban," ungkapnya. Galung menambahkan, penangkapan 3 pemeras yang dilakukan polisi langsung diketahui puluhan pedagang di sekitar Stadion Teladan. Sebab, lanjutnya, korban Rio Inanda (19), warga Desa Bangun Rejo Tanjungmorawa, pada malam naas beberapa hari kemarin datang bersama teman-temannya dan memesan minuman ringan serta rokok di warung. "Mereka pesan minum dan rokok di warung saya. Lalu duduk di taman. Eee, belum ada 15 menit mereka duduk, tiba-tiba sudah mengaku telah diperas. Makanya kami sarankan melapor ke Polsek Medan Kota," terang Galung.

     

    Korban Diminta Lapor ke Polsek Medan Kota

     

    Terpisah, Babinpol Kamtibmas Kelurahan Teladan Timur Aiptu Johan Nainggolan, saat dikonfirmasi MartabeSumut, Minggu siang (11/5/2014), menegaskan, pihaknya mengimbau masyarakat luas yang menjadi korban pemerasan di taman Stadion Teladan untuk secepatnya melapor ke Polsek Medan Kota. Bagi Nainggolan, apa yang dilakukan para pemeras itu adalah pelanggaran pidana dan polisi akan berupaya keras mengantisipasi segala bentuk kejahatan. Bila ada usulan merazia taman, dia memastikan akan meneruskannya kepada jajaran tertinggi maupun kesatuan terkait. "Yang jelas, polisi tidak mentolerir pelaku ke jahatn bebas berkeliaran apalagi di tempat-tempat publik," ingatnya. (MS/DEKS)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Taman Stadion Teladan Medan Tak Aman, Polisi Diimbau Menangkapi Terus Pemeras yang Gentayangan'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER