Sabtu

17 Nov 2018

Pengunjung Hari Ini : 2.220,   Bulan Ini : 58.028
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 6 Mei 2014 | 21:06 WIB

    Telah dibaca 1401 kali

    Komisi A DPRDSU Damprat Sekretaris KPU Lantaran Komisioner KPU Sumut Tak Nongol RDP

    Budiman Pardede
    Sekretaris KPU Sumut Abdul Rajab Pasaribu (pegang kening) saat didamprat Komisi A DPRDSU, Selasa (6/5/2014) di gedung DPRDSU. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) secara terbuka mendamprat Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) Abdul Rajab Pasaribu, Selasa pagi (6/5/2014) di ruang Komisi A DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan. Pasalnya, kehadiran Abdul Rajab yang sengaja membawa pesan Komisioner KPU Sumut terkait ketidakhadiran mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP), dianggap cermin buruk kinerja KPU Sumut pasca-Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014.

     

    Pantauan MartabeSumut di lokasi rapat, Abdul Rajab tiba di ruang Komisi A DPRDSU sekira pukul 10.45 WIB. Dia datang didampingi Kasubbag Teknis/Humas KPU Sumut Harry Dharma Putra. Sementara di ruangan telah duduk menunggu Wakil Ketua Komisi A DPRDSU Drs H Raudin Purba, anggota Komisi A Syamsul Hilal, Washington Pane dan Janter Sirait. Tampak pula Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Syafrida R Rasahan.

     

    Nah, tatkala Raudin Purba akan memulai rapat karena menduga Komisioner KPU Sumut telah hadir, ternyata Abdul Rajab angkat bicara. "Maaf Pak Dewan Komisi A, saya datang membawa pesan kalau Komisioner KPU Sumut tidak bisa hadir. Sebab saat ini ada 2 anggota KPU Sumut berada di Kab Nisel sedangkan 3 lagi sedang sibuk urusan tugas mendesak di luar menyangkut persiapan rekapitulasi hasil Pileg kemarin," ungkap Abdul Rajab. Melihat realita tersebut, Syamsul Hilal pun naik pitam. "Terkesan kuat KPU Sumut melegalkan kecurangan Pemilu. Makanya mereka tidak berani datang. Fakta kecurangan Pemilu terbukti dimana-mana dan sekarang dilegalkan KPU Sumut. Bubarkan saja republik ini kalo sikap KPU begini. Harusnya Komisioner KPU wajib hadir di sini. Ini sudah keterlaluan. Ini keadaan darurat. Bila 2 orang di Nisel, dimana yang 3 lagi ? Ayo telepon sekarang," damprat Syamsul Hilal memandang tajam Abdul Rajab.

     

    Abdul Rajab Terpelongo

     

    Abdul Rajab hanya bisa terpelongo. "Maaf Pak beri saya waktu sampai jam 2 siang nanti. Saya akan telepon lagi. Makanya saya hadir untuk menyampaikan pesan bahwa pekerjaan Komisioner KPU Sumut memang mendesak semua. Di sekretariat KPU saja tak ada orang," tepisnya. Syamsul Hilal kian berang. "Kecurangan Pemilu sangat massif dan sistematis. KPU diam, Panwas dan Bawaslu bermain. Lihat di Langkat, Simalungun. Dairi, Sibolga dan beberapa daerah lain. Kepala Daerah ikut memenangkan calonnya. Kalo KPU tak datang ssekarang, bubarkan saja mereka. Untuk apa negara membayar mereka mahal-mahal. Pertemuan ini akan membahas Pemilu yang curang. Kita tidak bisa melegalkan Pemilu yang curang," hardik Syamsul Hilal.

     

    Raudin Purba tak ketinggalan. Dengan nada tinggi politisi PKS itu menyesalkan Komisioner KPU yang tidak menghargai undangan yang sudah dilayangkan Komisi A DPRDSU sejak 1 minggu lalu. "Tidak ada alasan mereka tidak datang. Kami mewakili 13 juta rakyat Sumut di DPRDSU. Telepon yang 3 itu sekarang. Hadir tak hadir KPU Sumut, kami akan rekomendasikan kinerja buruk mereka. Ayo telepon Pak, buka speaker phone biar bisa didengar semua," timpal Raudin memaksa Abdul Rajab. Syamsul Hilal kembali menyerang. "Ayo telepon mereka. Tapi coba jawab dulu, dimana mereka bertiga saat ini," kejarnya. "Di Medan Pak," ungkap Abdul Rajab terbata-bata. Beberapa saat kemudian Abdul Rajab terlihat mengutak-atik telepon genggamnya. Selanjutnya pada detik berikut dia sudah berkilah menyatakan bahwa ke-3 Komisioner KPU Sumut tidak mengangkat telepon. "Tidak diangkat Pak, saya izin keluar saja menelepon," cetusnya, seraya meninggalkan ruang rapat. Masih berdasarkan pengamatan MartabeSumut, sekira pukul 12.10 WIB, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea, anggota Evi N Ginting dan Benget Silitonga akhirnya tiba di ruang rapat. (MS/BUD)


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER