Kamis

23 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 14 Maret 2014 | 21:05 WIB

    Telah dibaca 1229 kali

    Warga Martubung Resah, Kafe yang Diduga Maksiat di Kuburan China Dilapor ke DPRD Medan

    Heriyanto

    MartabeSumut, Labuhan


    Warga di Lingkungan 5 Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan resah. Penyebabnya adalah tidak ditanggapinya permintaan penertiban operasi kafe yang diduga maksiat di lokasi Perkuburan China (Tionghoa). Akibatnya, wargapun meneruskan keluhan mereka ke wakil rakyat di gedung DPRD Kota Medan, Jumat (14/03/2014).


    Pawito, salah seorang warga setempat, kepada MartabeSumut mengungkapkan, sebelumnya mereka sudah menyampaikan keresahan secara tertulis kepada aparat terkait namun tidak mendapat tanggapan. "Makanya, apa yang menjadi keresahan warga di sini diteruskan kepada Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, A Hie," ungkap Pawito. Dalam surat pengaduan dengan Nomor : LK V/MTB/2014 ditanda tangani lebih dari 200 orang warga, lanjut Pawito, pihaknya meminta DPRD Medan segera mendesak pihak Kepolisian maupun Muspika Kecamatan Medan Labuhan untuk menertibkan kafe yang berada di areal perkuburan China tersebut. "Kafe erap menyajikan minuman keras (miras), musik serta pelayan wanita. Kenyamanan warga sekitar terganggu. Selain suara bising, terkadang sering terjadi keributan di lokasi kafe. Intinya warga minta keberadaan kafe maksiat segera ditutup karena sudah sangat meresahkan," ingatnya.

     

    DPRD Medan Terima Surat Aduan


    Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, A Hie SH, kepada MartabeSumut, Jumat (14/03/2014), membenarkan pihaknya menerima surat pengaduan masyarakat terkait keberadaan kafe yang dituding berbau maksiat. Ahie mengatakan, aduan warga patut disikapi Muspika termasuk aparat kepolisian dari Polsekta Medan Labuhan. "Segera ambil langkah penertiban sebelum keresahan warga memicu terjadinya keributan," imbaunya. Ahie pun mengaku khawatirkan keresahan masyarakat dapat saja menimbulkan dampak sosial lain yang lebih besar. Apalagi operasi kafe diduganya tidak memiliki izin dari pihak terkait seperti Dinas Pariwisata Kota Medan. "Jadi Muspika setempat mesti cepat melakukan penertiban," tegasnya. Legislator Partai Demokrat itu menegaskan, live music yang disajikan pengelola kafe di sana tergolong tempat hiburan malam yang semestinya membayar retribusi ke Dinas Pariwisata Kota Medan sebab diatur Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pajak Hiburan. "Perizinannya saja tidak ada, apalagi sampai menyediakan minuman keras. Inikan sudah melanggar aturan dan pantas ditertibkan," ujarnya.

     

    Soal Kafe akan Dikoordinasikan

     

    Camat Medan Labuhan Zain Noval melalui Kasi Trantib Ridwan Pane, saat dikonfirmasi MartabeSumut, menjelaskan, permasalahan kafe di kawasan Lingkungan 5 Kelurahan Martubung yang dituding maksiat dan telah membuat resah warga, nantinya akan dikoordinasikan terlebih dahulu kepada pengelola kafe. "Nanti saya koordinasikan ke Pak Camat ya. Karena saat ini beliau sedang rapat di kantor Walikota. Setelah itu baru kita tindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian," ucap Ridwan.
     
    Hal senada disampaikan Waka Polsekta Medan Labuhan AKP Irsol. Ketika ditemui MartabeSumut di ruang kerjanya, Irsol menegaskan, pengaduan atas keberatan masyarakat tentang keberadaan kafe tersebut akan secepatnya ditindaklanjuti. Namun sebelum mengambil langkah penertiban, kata Irsol lagi, polisi lebih dulu berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta Muspika. "Segera kita tindaklanjuti. Pastinya permasalahan ini akan dikoordinasikan kepada pihak kecamatan sebelum langkah penertiban diambil," janji Irsol. (MS/HR)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Warga Martubung Resah, Kafe yang Diduga Maksiat di Kuburan China Dilapor ke DPRD Medan'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER