Rabu

26 Jun 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Sabtu, 15 Februari 2014 | 13:13 WIB

    Telah dibaca 1107 kali

    Tujuh Bandara Masih Ditutup, BNPB Kerahkan 2.500 Personel TNI/Polri Amankan Dampak Gunung Kelud

    Suparto Krisna
    Gunung Kelud di Kab Kediri Provinsi Jawa Timur akhirnya meletus pada Kamis malam (13/2/2014). Sampai saat ini ada 3 korban dikabarkan meninggal dunia. (Foto : Istimewa).

    MartabeSumut, Jawa Timur

     

    Sebanyak 7 bandar udara (bandara) dan 1 landasan udara masih ditutup akibat letusan Gunung Kelud yang terjadi pada Kamis malam (13/2/2014). Meskipun sudah tidak ada hujan abu dan pasir vulkanik, namun kondisi lingkungan yang belum steril diperkirakan dapat membahayakan penerbangan kedatangan atau keberangkatan di bandara.

     

    Keterangan dihimpun MartabeSumut dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu siang (15/2/2014), menjelaskan, sampai hari Sabtu (15/2/2014) pukul 10.00 WIB, operasional penerbangan 7 bandara masih ditutup total. Diantaranya; Bandara Internasional Juanda Surabaya, Adi Sumarmo Solo, Adi Sucipto Yogyakarta, Abdulrahman Saleh Malang, Ahmad Yani Semarang, Husein Sastranegara Bandung dan Tunggu Wulung Cilacap. "Semuanya masih ditutup. Landasan udara Iswahyudi Madiun juga ditutup," kata Sutopo.

    Mengacu peringatan dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) yang berpusat di Washington Amerika, untuk region Indonesia (BMKG) pada (15/2/2014) pukul 10.00 WIB, sebaran abu vulkanik di udara sebagian besar telah meninggalkan wilayah Jawa dan Sumatera. Saat ini abu vulkanik mengarah ke Samudera Indonesia barat Sumatera. "VAAC mengeluarkan rekomendasi agar pesawat tidak melintas di area tersebut. Penerbangan menunggu hasil evaluasi otoritas masing-masing wilayah. Saat ini masih dilakukan pembersihan di semua bandara," ujarnya.

     

    Kondisi Terkini Gunung Kelud

     

    Pada sisi lain, Sutopo membeberkan pula kondisi terkini Gunung Kelud yang di-update pada Sabtu (15/2/2014) pukul 06.00 WIB. Menurut dia, pasca letusan kemarin, kawah Gunung kelud masih memerlihatkan warna asap putih abu-abu dengan ketinggian sekira 3.000 Meter. Sedangkan tekanannya berukuran sedang, angin menuju ke arah barat laut, tremor dan hembusan 1-2.5 mm. " Status Awas pada radius 10 Km wajib kosong dari aktivitas masyarakat. Ada tren makin menurun aktivitas vulkaniknya," aku Sutopo. Dibeberkannya lagi, abu dan pasir vulkanik menutupi semua ruas jalan serta atap rumah warga di Kediri. Sementara debu di jalan raya cukup tebal dan jarak pandang hanya 1 Km. Ditambahkan Sutopo, Kepala BNPB Syamsul Maarif telah memerintahkan pengerahan 2.500 personel TNI dan Polri untuk membersihkan jalan dan fasilitas umum di Kediri maupun beberapa daerah lain. "Warga secara swadaya membersihkan jalan raya dan atap rumah masing-masing. Kebutuhan mendesak adalah masker, alat-alat untuk membersihkan abu pasir di jalan serta mobil tangki air. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," ingatnya. Erupsi Gunung Kelud dikatakan Sutopo telah mengeluarkan material 80 juta M3 abu dan pasir. Gubernur Jatim menyatakan masa tanggap darurat dimulai sejak 13 Februari - 12 Maret 2014. "Erupsi Gunung Kelud tidak akan memicu aktifnya gunung api lain. Saat ini status gunung api di Indonesia 2 status Awas, 3 status Siaga dan 17 status Waspada," singkap Sutopo.


    3 Korban Tewas, 76.388 Jiwa Mengungsi

     

    Berdasarkan verifikasi data korban dan perkembangan jumlah pengungsi, lanjut Sutopo, saat ini ada 3 orang tewas dan 76.388 jiwa mengungsi akibat erupsi Gunung Kelud. Ke-3 korban tewas adalah: 1. Mbok Nya (perempuan/60 tahun, warga Dusun Plumbang Desa Pandansari Kec Ngantang Kab Malang). Meninggal disebabkan sesak nafas abu vulkanik. 2. Sahiri (laki-laki/70 tahun, warga Dusun Ngutut Desa Pandasari Kec Ngantang Kab Malang). Meninggal dikarenakan tertimpa tembok saat menunggu kendaraan evakuasi. 3. Sanusi (laki-laki/80 tahun, warga Dusun Plumbang Desa Pandansari Kec Ngantang Kab Malang). Meninggal akibat sesak nafas saat berlindung di bawah meja. "Ke-3 korban tinggal di desa yang berada pada radius 7 Km dari puncak kawah Gunung Kelud. Tebal abu di lokasi korban mencapai 20 Cm. Saat ini masih ada evakuasi sebagian warga yang berada di radius 10 Km," ungkap Sutopo. Pengungsi disebutnya sudah banyak pulang. Khususnya di Blitar sehingga jumlahnya berkurang dan saat ini mencapai 76.388 jiwa pengungsi dari 5 kab/kota, yaitu: Kab Kediri 66.139 jiwa, Kota Batu 3.220 jiwa, Kab Blitar 2.070 jiwa, Kab Malang 3.610 jiwa dan Kab Tulungagung 1.349 jiwa. 

     

    Basarnas Surabaya Menuju Kediri

     

    Terpisah sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Surabaya Drs Ec Moch Hernanto, MM, kepada MartabeSumut, Kamis malam (13/2/2014), menegaskan, Tim operasi Basarnas Surabaya langsung menuju Kediri untuk melaksanakan tindak awal membantu evakuasi masyarakat di sekitar Gunung Kelud. Menurut mantan Kabag Humas Basarnas pusat ini, pihaknya telah memberangkatkan 4 Tim Rescue Basarnas Surabaya. Diantaranya  2 Tim Rescue Basarnas menuju Kota Kediri dan 2 Tim Rescue lain ke kota Blitar. "Kita berusaha membantu evakuasi masyarakat ke tempat yang aman. Basarnas Surabaya berkoordinasi dengan BPBD Prov Jatim, BPBD Kediri/Blitar, aparat TNI dan Polri," terang Hernanto.(MS/SUPARTO/DEKSON).

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Tujuh Bandara Masih Ditutup, BNPB Kerahkan 2.500 Personel TNI/Polri Amankan Dampak Gunung Kelud'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER