Kamis

23 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 20 Desember 2013 | 00:06 WIB

    Telah dibaca 1740 kali

    DPRD Sumut Gak Boleh Jadi Lembaga si Jago Molor..!

    Budiman Pardede
    Megahnya gedung DPRD Sumut berbiaya Rp.185 Miliar di Jalan Imam Bonjol Medan itu sangat sia-sia bila diisi wakil rakyat yang suka molor, mangkir, tidak disiplin dan bolos. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) pasti menolak bila ada oknum yang ingin memberi label lembaga itu bernama si jago molor. Sebab, kalau pun ada beberapa yang suka molor, malas, mangkir dan bolos, tentu saja tidak bisa disamaratakan dengan keseluruhan yang ada di sana. Namun fakta-fakta molor sangat sulit terbantahkan akhir-akhir ini menjelang Pemilu 2014, bila mengacu rentetan peristiwa resmi semisal Sidang Paripurna.

     

    Bisa jadi sebagian kecil anggota DPRD Sumut bangga dengan sebutan si jago molor atau memang tidak peduli sama sekali. Sehingga mereka kembali molor, tidak disiplin bahkan suka jam karet tatkala Sidang Paripurna digelar. Indikasi kuat DPRD Sumut mulai menjadi lembaga si jago molor bisa disimak melalui Paripurna yang digelar terakhir kali, Kamis (19/12/2013), beragenda tanggapan Fraksi-fraksi atas pendapat Gubsu terhadap usul Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD Sumut tentang Pengelolaan DAS Terpadu Provinsi Sumatera Utara (Provsu). Dari 100 anggota DPRD Sumut, sebanyak 72 legislator molor 1,5 jam entah dimana/kemana. Akibatnya, persidangan yang terjadwal pukul 09.00 WIB tidak sah dimulai karena belum qorum dan baru bisa dicapai pukul 10.35 WIB. Pantauan MartabeSumut di gedung Dewan, sampai pukul 10.20 WIB, jumlah anggota DPRD Sumut yang nongol baru mencapai 28 orang. Lalu pada pukul 10.35 WIB bertambah menjadi 57 orang sehingga sidang bisa dimulai. Tapi tetap saja sebanyak 43 wakil rakyat molor entah kemana atau dimana. Wakil Ketua DPRDSU HM Affan dan Kamaluddin Harahap pun memanfaatkan qorum yang tidak seberapa itu dengan memulai Sidang Paripurna. Perwakilan Pemprovs sendiri tampak dihadiri Assisten IV Abdul Jalil sementara jajaran SKPD Provsu minus pimpinan kecuali perwakilan/Staf masing-masing.

     

    Molor Sosok Kehadiran dan Molor Disiplin

     

    Fakta terkini di atas baru saja terjadi. Paripurna DPRD Sumut terbukti molor disiplin waktu dan molor sosok kehadiran wakil rakyat. Entahlah kalau "mereka" sudah tidak peduli tugas lagi karena persiapan Pemilu Caleg 9 April 2014, atau memang sengaja mangkir kewajiban utama lantaran urusan pribadi lain yang lebih dikedepankan. Tapi yang pasti, sosok wakil rakyat yang harus hadir Paripurna di gedung DPRD Sumut justru sangat sulit didatangkan. Mari kita lihat rentetan peristiwa Paripurna molor yang disebabkan minus kehadiran anggota DPRD Sumut. Pada Paripurna beragenda Program Legislasi Daerah (Prolegda) Sumut tahun 2014, Rabu (18/12/2013) lalu, sidang yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB ternyata molor 2 jam atau persisnya baru dimulai pukul 11.00 WIB. Wakil rakyat yang hadir hingga pukul 10.30 WIB hanya 29 orang (tidak qorum 1/2 n + 1/51 orang). Fakta kehadiran 29 orang wakil rakyat tersebut diperoleh berdasarkan absensi yang terletak di meja petugas piket pintu masuk. "Jadwal Paripurna sih jam 09.00 WIB bang, tapi sampai jam 10.30 WIB masih 29 anggota Dewan yang datang meneken absen," kata Imelda kepada MartabeSumut, pegawai bagian persidangan Setwan DPRD Sumut. Sementara di dalam ruang rapat, banyak tamu-tamu dari SKPD Provsu yang mengeluhkan jadwal Paripurna DPRD Sumut yang semakin rajin terlambat belakangan ini akibat tidak qorumnya sosok wakil rakyat. "Selalu molor terus, ya menunggulah kami Pak. Kemana saja sih anggota Dewan kita," heran salah satu Staf Disbun Sumut, saat dikonfirmasi MartabeSumut. Sembari meminta namanya tidak dituliskan, dia menyesalkan sikap wakil rakyat yang diistilahkannya bolos, tidak disiplin, mangkir dan kurang bertanggungjawab. "Ini sama saja mau enak dapat fasilitas negara tapi kinerja dan kompetensi berantakan. Mereka tidak menghargai para undangan yang sudah hadir sejak pukul 09.00 WIB," sindir Staf, yang hadir mewakili Kadisbun Sumut itu.

     

    Masih berdasarkan pantauan MartabeSumut, Rabu kemarin, tepat pukul 10.35 WIB, Wakil Ketua DPRD Sumut Kamaluddin Harahap duduk di meja pimpinan sidang. Kamal pun meminta Sekwan DPRD Sumut Drs Randiman Tarigan, MAP, membacakan absensi kehadiran anggota Dewan. "Berdasarkan absensi anggota DPRD Sumut, maka sampai saat ini yang hadir sebanyak 33 orang," cetus Randiman Tarigan. Selanjutnya Kamal menskors sidang selama 15 menit hingga akhirnya bisa qorum 53 orang pada pukul 11.00 WIB. Selanjutnya Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, Wakil Ketua Chaidir Ritonga dan menyusul datang Kamaluddin Harahap, mulai membuka Sidang Paripurna serta membahas Prolegda tahun 2014. Mewakili Pemprovsu tampak hadir Wagubsu HT Erry Nuradi hingga sidang berakhir pukul 12.45 WIB.


    Anggota DPRD Sumut Banyak Molor Jelang Pemilu 2014

     

    Catatan MartabeSumut jauh-jauh hari, realita miris molor kehadiran dalam momentum strategis Paripurna terus dipertontonkan anggota DPRD Sumut sejak 5 bulan terakhir menjelang Pemilu 9 April 2014. Sidang Paripurna yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB selalu susah qorum dan molor hingga pukul 11.00 WIB. Bahkan tak jarang ditunda lantaran sosok wakil rakyat yang ditunggu tak kunjung tiba. Peristiwa lain juga masih ada. Diamati MartabeSumut terjadi pada Senin (16/12/2013) manakala DPRD Sumut membahas 3 agenda penting tentang Laporan Reses tahun III masa sidang IV 2012-2013, Laporan Pansus Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu di Sumut dan Ranperda Tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah Provsu ke Dalam Modal Saham PT Perkebunan Provsu oleh Gubsu. Paripurna 3 hari lalu itu terpaksa dimulai pukul 11.05 WIB setelah melalui beberapa kali skor. Wakil Ketua DPRD Sumut HM Affan menyatakan sidang diskors karena belum qorum 1/2 n + 1 atau minimal 51 anggota DPRD Sumut. MartabeSumut yang selama ini memantau situasi memprihatinkan ini tentu saja mencoba melihat langsung absensi anggota Dewan di pintu masuk. Alhasil diperoleh data/informasi dari salah satu petugas yang menyatakan pada pukul 10.00 WIB baru 29 anggota yang menandatangani absensi hadir dan pada pukul 10.35 WIB sebanyak 45 orang.

     

    Utamakan Tugas Negara dan Daerah

     

    Disela-sela skors sidang, Senin (16/12/2013) kemarin, MartabeSumut menemui anggota DPRD Sumut H Syamsul Hilal dan Sopar Siburian, SH, MKn. Menurut Syamsul Hilal, harusnya anggota Dewan mengutamakan tugas negara dan daerah melalui Sidang Paripurna. "Semua mau terpilih lagi jadi anggota Dewan tapi kinerja masih buruk," akunya blak-blakan. Tatkala dibeberkan bahwa Pimpinan Paripurna DPRD Sumut sering memulai sidang dengan melanggar Tatib 1/2 n + 1 dan bahkan kerap mengambil keputusan tanpa kehadiran 2/3 dari 100 jumlah anggota DPRD Sumut, politisi PDIP itu cuma tersenyum kecut. Bagi anggota Komisi A DPRD Sumut ini, dirinya akan interupsi bila pimpinan Paripurna memaksakan sidang berjalan tanpa qorum. Terpisah, Sopar Siburian menjelaskan, kondisi Pemilu 2014 yang sudah dekat memungkinkan anggota DPRD Sumut berada di tengah-tengah rakyat. "Ya mungkin mereka sosialisasi ke daerah pemilihan masing-masing," ujar Politisi Partai Demokrat tersebut.

     

    Fakta Miris Molornya Anggota DPRD Sumut di Paripurna

     

    Seperti diberitakan MartabeSumut sebelumnya, fakta teramat miris terkait molornya kehadiran anggota DPRD Sumut dalam Sidang Paripurna bisa disimak jelas saat pengambilan keputusan dan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pajak Rokok menjadi Perda, Selasa (26/11/2013). Saking jagonya 44 anggota DPRD Sumut molor, Sidang Paripurna harus ditunda 3 minggu kemudian karena yang hadir hanya 56 anggota alias tidak mencapai 2/3 dari 100 orang. Lebih menggelikan lagi terjadi dalam Paripurna laporan hasil Reses yang digelar 8 bulan lalu atau tepatnya Senin (08/04/2013). Kala itu, kendati jumlah anggota DPRD Sumut tidak qorum untuk sahnya suatu persidangan dimulai, toh pimpinan sidang Saleh Bangun tetap melanjutkan agenda pembacaan laporan hasil kegiatan Reses I tahun sidang 2012-2013 yang dilakukan pimpinan dan anggota DPRD Sumut ke kab/kota di Sumut sejak 25-30 Maret 2013. Padahal, kehadiran fisik sosok wakil rakyat saat dihitung di kursi masing-masing hanya 26 orang. Namun Sidang Paripurna tetap digelar walau melanggar Tatib Dewan yang mengharuskan kehadiran 51 orang dari 100 anggota DPRD Sumut.

     

    Itulah beberapa rangkaian peristiwa pemicu molornya Paripurna DPRD Sumut sedari tahun 2013. Sekarang coba Anda simak 1 lagi catatan MartabeSumut tahun 2012 ketika DPRD Sumut menggelar Paripurna pada Jumat pagi (14/12/2012) beragenda pengesahan/penandatanganan 30 Prolegda Sumut tahun 2013. Bukan apa-apa, pimpinan sidang Chaidir Ritonga, Kamaluddin Harahap, HM Affan dan Sigit Pramono Asri, dengan tanpa beban mengesahkan pembukaan sidang bahkan melakukan pengambilan keputusan kendati anggota DPRD Sumut yang hadir hanya berjumlah 40 orang. Ketika itu, sebelum Paripurna dimulai dan diawali Lagu Indonesia Raya, MartabeSumut penasaran melihat banyaknya bangku kosong. Lalu mencoba menghitung jumlah anggota DPRD Sumut yang berdiri. Dari penghitungan sebanyak 3 kali, sekali lagi sebanyak 3 kali, saat semua anggota Dewan berdiri menyanyikan lagu kebangsaan, ternyata jumlah anggota cuma 40 orang. Artinya, Paripurna itu tidak qorum 1/2 n + 1 untuk sahnya sidang apalagi mengambil keputusan dengan konsep 2/3. Namun Paripurna tetap saja berjalan mulus dengan mengeluarkan keputusan pengesahan Prolegda Sumut tahun 2013. 

     

    Dengan rentetan semua fakta-fakta empiris miris di atas, maka tudingan negatif masyarakat luas terhadap sikap wakil rakyat yang suka molor, bolos, malas, tidak disiplin dan mangkir, menjadi teramat sulit untuk diingkari. Sosok wakil rakyat (anggota DPRD Sumut) yang molor hadir terkesan dianggap remeh pada forum-forum penting kenegaraan atau kedaerahan semisal Paripurna. Badan Kehormatan DPRD Sumut (BKD) juga terkesan ikut molor sebab belum berani berbuat apa-apa sampai sekarang. Forum terhormat Paripurna DPRD Sumut seperti sesuatu yang murahan dan bisa disulap praktis sesuai selera pribadi/pimpinan tanpa peduli kewajiban yang dibayar mahal negara. Sosok fisik wakil rakyat dalam Paripurna tidak lagi membutuhkan mekanisme roll call oleh pimpinan sidang karena tandatangan anggota Dewan yang tertera di daftar absensi hadir bisa dijadikan alasan pamungkas justivikasi (pembenaran). Padahal, tandatangan adalah sebatas coretan yang bisa ditiru, dapat dititip melalui telepon atau boleh dipesankan kepada Staf. Inilah modus-modus kebijakan tanpa rasa bersalah telah menjungkirbalikkan Tatib yang mengatur sahnya suatu persidangan (51 orang) atau syarat pengambilan keputusan (66 orang). Celakanya lagi, keberadaan anggota Dewan yang hadir juga ikut-ikutan molor tanpa mau memunculkan interupsi kritis 'menegor' pimpinan Sidang Paripurna. Mungkin saja, dan bukan mustahil, mereka yang hadir molor, itu telah sepakat untuk tetap sepakat menerima dan menambah sebutan nama lembaga: DPRD Sumut si Jago Molor ??? (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'DPRD Sumut Gak Boleh Jadi Lembaga si Jago Molor..!'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER