Selasa

25 Sep 2018

Pengunjung Hari Ini : 247,   Bulan Ini : 66.452
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Jumat, 29 November 2013 | 18:36 WIB

    Telah dibaca 1717 kali

    Syamsul Hilal : Negara Jadi Penjajah Bagi Rakyat dan Bangsa Sendiri

    Budiman Pardede
    Anggota Komisi A DPRDSU Syamsul Hilal saat diwawancarai MartabeSumut, Selasa (26/11/2013) di gedung Dewan. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) H Syamsul Hilal menegaskan, negara Indonesia melalui oknum pemerintah yang korup, rakus, tidak peduli dan memanfaatkan situasi untuk kepentingan tersembunyi, telah mengakibatkan penjajahan nyata bagi rakyat mauun bangsa sendiri.

     

    Menurut Syamsul Hilal, pernyataannya itu bisa dibuktikan dengan tidak jelasnya sikap pemerintah di pusat, provinsi hingga kab/kota dalam menyelesaikan sengketa tanah. "Negara sudah menjadi penjajah terhadap rakyat dan bangsa sendiri," katanya blak-blakan kepada MartabeSumut, Selasa siang (26/11/2013) di gedung DPRDSU. Dia mencontohkan, kebijakan-kebijakan ekonomi pemerintah yang mengarah kepada sistem kapitalistik, neo liberalis, kartel hingga monopoli, tanpa disadari mematikan pemberdayaan rakyat berskala kecil dan menengah. Padahal, lanjut dia, sistem tersebut justru sangat dibenci dan dilawan oleh founding fathers (pendiri negara-Red).

     

    Sistem Kapitalis

     

    Politisi PDIP ini berkeyakinan, selain memakai sistem kapitalis, hingga kini pemerintah juga belum menjalankan nilai-nilai luhur konstitusi negara yang dituangkan dalam 5 Sila Pancasila, butir-butir Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal UUD 1945. Artinya, terang legislator membidangi hukum.pemerintahan tersebut, sumber-sumber kekayaan alam yang berlimpah ruah tersebar di penjuru Tanah Air belum dipakai sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. "Kasus tanah tidak dituntaskan secara bijak. Kemudian Pasal 33 UUD 1945 hanya pemanis saja di bibir pemerintah. Itu semua hanya impian kosong, fatamorgana dan angan-angan belaka. Bisa dirasakan dan dilihat tapi tidak dapat diraih rakyat," sesalnya.

     

    Selesaikan Masalah, Berpihaklah kepada Rakyat

     

    Oleh sebab itu, lanjut Syamsul Hilal lagi, bila pemerintah dan negara tidak mau dikatakan penjajah rakyat sendiri, maka berbagai kasus tanah wajib diselesaikan dengan cara membagikan tanah kepada rakyat sesuai UU Pokok Agraria Nomor 5 tahun 1960. Komisi A DPRDSU membidangi masalah hukum khususnya masalh sengketa tanah. Lalu, apa pendapat Anda kenapa sampai sekarang belum ada 1 pun kasus tanah di Sumut yang selesai ? Syamsul Hilal tampak terdiam sejenak. Sembari mengalihkan pandangan ke atas, Syamsul Hilal menyatakan tidak mengingkari fakta tersebut. Bagi dia, DPRDSU bukanlah eksekutor pengambilan keputusan namun sebatas penekan atau pemberi rekomendasi kontrol. "Komisi A tidak bisa menyelesaikan 1 pun kasus tanah karena Gubsu dan bupati/walikota belum punya niat baik dan political will (kemauan politik-Red) menyelesaikan masalah," tepisnya. Diingatkannya, proses hukum di negara Indonesia sekarang ini berjalan sangat tidak baik. Negara disebutnya tidak mewujudkan hukum khususnya UU Pokok Agraria Pasal 44 yang memerintahkan agar tanah dibagikan kepada rakyat dan bukan untuk pemilik modal/investor. "Kita negara hukum, tapi ada apa dengan hukum bila kasus-kasus tanah terkesan dibiarkan negara menjadi "bom waktu" yang bisa meledak setiap saat," tutupnya bertanya, sembari menyindir. (MS/BUD)

     


     
     
    Kirim Komentar Anda
     
    Nama :
    Kota :
    Email :
    Komentar :
       
     

     
    (Masukkan 6 kode di atas)

     

       
     


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER