Kamis

23 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Minggu, 8 September 2013 | 13:47 WIB

    Telah dibaca 3214 kali

    Patok Tarif Pengunjung yang Sekadar Melintas, Manajemen Perparkiran HDTI Tidak Bijaksana

    Golfrid Hutagaol
    Itulah tanda karcis bercoretan tangan seharga Rp. 3.000 yang diterima pengunjung HDTI Robert saat melintas pada Sabtu siang (7/9/2013). (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Robert Manurung (39) kesal. Pasalnya, saat mengantarkan temannya ke Hotel Danau Toba Internasional (HDTI) di Jalan Imam Bonjol Medan, Sabtu siang (7/9/2013), petugas parkir pintu masuk tetap meminta tarif Rp. 3.000. Padahal, dia sudah mengatakan tidak parkir namun sekadar melintas dan mengantarkan relasi. Akibatnya, manajemen perparkiran HDTI pun dituding Robert sangat tidak bijaksana.

     

    Kepada MartabeSumut, Sabtu siang (7/9/2013), Robert membeberkan, tudingan sangat tidak bijaksana terhadap manajemen perparkiran HDTI memiliki 3 alasan. Yaitu; mengabaikan penjelasan pengunjung kendaraan roda 4 yang sekadar melintas, karcis yang diberikan petugas ternyata untuk roda dua tapi tarifnya dicoret dengan tulisan tangan jadi roda 4 dan pola komersialisasi pendapatan HDTI yang tidak profesional dari target parkir. "Ini bukan persoalan uang Rp. 3.000. Tapi saat itu saya memang sedang terburu-buru dan cuma mengantarkan teman yang menginap di HDTI. Karena saya pakai mobil, mereka memberikan karcis 'tulisan tangan' dan tidak mempedulikan omongan saya," sesal Robert.

     

    Dengan manajemen perparkiran manual yang diterapkan HDTI, kata Robert lagi, harusnya kepentingan pengunjung memasuki area HDTI bisa diakomodasi secara bijak. Artinya, tegas Robert, kalau pengunjung datang pakai mobil dan hanya menurunkan orang yang menginap, menjadi sangat kurang pantas dikenai tarif. "Karcis HDTI itupun dicoret-coret pakai tulisan tangan. Kan sama saja mereka 'ngejar trip' uang masuk dengan cara-cara yang kurang profesional," terangnya. Robert mencontohkan, dirinya sangat sering 'mondar-mandir' keluar masuk pelataran Hotel Garuda Plaza di Jalan SM Raja Medan. Tapi manajemen hotel dinilainya tidak mengenakan tarif apapun sepanjang memenuhi standard limit waktu keberadaan seseorang. "Di hotel Garuda itu sistem karcisnya otomatis. Ditekan sendiri oleh semua pengendara mobil yang masuk. Tapi saat mobil kita keluar, petugas akan melihat komputernya dan menyesuaikan limit waktu keberadaan pengunjung sesuai tiket masuk. Bila saya tidak salah, pengunjung yang berada di kawasan hotel Garuda Plaza selama 5 menit ke bawah tidak akan dikenai tarif dan kita bebas keluar tanpa membayar," akunya, seraya meminta manajemen perparkiran HDTI belajar profesional menghargai hak pengunjung tanpa membabibuta mengeruk keuntungan dari publik. Tatkala MartabeSumut mengkonfirmasi salah satu petugas parkir HDTI bernama Cindi, dia mengaku tidak tahu menahu. "Saya rasa sudah kebijakan manajemen Pak, kami hanya menjalankan di sini. Setiap mobil yang masuk harus diberikan karcis," tepisnya dari bilik pos jaga pintu keluar, Sabtu sore (7/9/2013). (MS/GOLFRID)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Patok Tarif Pengunjung yang Sekadar Melintas, Manajemen Perparkiran HDTI Tidak Bijaksana'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER