Kamis

23 Mei 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Kamis, 5 September 2013 | 16:27 WIB

    Telah dibaca 1095 kali

    Nih Komentar Perempuan Soal Ajang Miss World 2013 di Indonesia

    Budiman Pardede
    Rospita Pandiangan (kiri atas), Nuraini (kanan atas), Elvi Sianipar (kiri Bawah) dan Nunung. (Foto: MartabeSumut)

    MartabeSumut, Medan

     

    Ajang bertaraf internasional Miss World ke-63 (pemilihan ratu atau nona dunia-Red) yang dijadwalkan dilaksanakan di Jakarta, Jawa Barat dan Bali pada 8-28 September 2013, memunculkan prokontra dari berbagai elemen masyarakat. Ada yang menolak dan ada pula yang setuju. Sekadar eksploitasi tubuh atau eksplorasi kecerdasan diri perempuan?

     

    Untuk mengungkap sejauh mana penilaian kalangan perempuan, MartabeSumut pun menemui beberapa kaum hawa yang sehari-harinya beraktivitas di gedung DPRDSU, Kamis siang (5/9/2013). Rospita Pandiangan, SE, misalnya. Menurut Kasubag Pelayanan Masyarakat dan Aspirasi DPRDSU ini, dirinya setuju pelaksanaan Miss World sepanjang memperhatikan busana perempuan yang ditampilkan. "Saya setuju saja tapi jangan sampai menghilangkan norma dan etika publik. Yang paling penting adalah menghargai harkat martabat perempuan," katanya. Menurut Rospita, tubuh perempuan yang tertutup pakaian membuktikan etika dan norma adat ketimuran bangsa. Artinya, lanjut dia, batasan keterbukaan harus dijaga dan dihormati sehingga tidak membuat perempuan rendah di mata dunia.

     

    Menghargai Norma Ketimuran

     

    Hal senada disampaikan Kasubag Informasi DPRDSU Nuraini, MSP. Menurut dia, kegiatan Miss World dapat disetujui tapi wajib menghargai norma-norma ketimuran. "Setuju saja, namun kita punya adat ketimuran yang perlu diperhatikan. Baik dalam busana maupun penampilan para pesertanya," ingat Nuraini. Sementara itu, Elvi Sianipar, SP, salah satu staf Fraksi PDS DPRDSU, mengungkapkan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan dari ajang pelaksanaan Miss World. Kalau niat mereka baik dan sudah mengakomodasi aspirasi berkembang, kata Elvi, semua masyarakat perlu melihat secara proporsional. "Pakaian jenis bikini sudah mereka setujui tidak dipertontontakan lagi. Mana mungkin Mabes Polri mengeluarkan izin bila agenda mereka melanggar aturan maupun norma-norma kesusilaan khususnya perempuan," tegas Elvi, seraya mengimbau pihak-pihak tertentu terkait pentingnya menjaga sikap fanatik namun jangan justru jadi terkesan munafik karena memaksakan kehendak tanpa dasar. Sedangkan Dra Nunung, staf Humas DPRDSU, juga menegaskan setuju tapi tetap dengan sedikit catatan. "Saya kurang setuju bila busana-nya tidak benar, vulgar terbuka atau kurang wajar. Kalo sopan sih, ya oke-oke saja," akunya tersenyum. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Nih Komentar Perempuan Soal Ajang Miss World 2013 di Indonesia'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER