Selasa

23 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Selasa, 16 April 2013 | 15:35 WIB

    Telah dibaca 1441 kali

    Pengidap Kusta Marah

    Budiman Pardede
    Ratusan orang pengidap penyakit kusta marah dan melakukan aksi bakar ban bekas di halaman DPRDSU, Senin siang (16/4/2013). (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Ratusan orang pengidap penyakit kusta marah, Selasa (16/4/2013) di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU). Psalnya, mereka kesal karena sejak 1 April 2013 tidak lagi menerima bantuan sembilan bahan pokok (sembako) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Akibatnya, aksi bakar ubi, ban bekas dan kayu pun dilakukan di halaman DPRDSU.

     

    Pantauan MartabeSumut di lokasi aksi, massa pengidap kusta sudah datang ke gedung Dewan sejak pukul 09.00 WIB. Mereka tiba dengan menggunakan beberapa angkutan kota serta 1 unit mobil ambulance pelat merah BK 306 H. Selanjutnya para penderita kusta yang didominasi lanjut usia itu duduk di teras dan halaman DPRDSU sambil membentangkan karton-karton bertuliskan permintaan makan kepada anggota DPRDSU serta Gubernur Sumut.


    250 Pengidap Kusta Unjukrasa

     

    Kepada MartabeSumut, pengidap kusta Bahrum Lubis (47) dan Sinong (50), mengatakan, ada 250 orang pengidap kusta yang sengaja datang ke DPRDSU untuk meminta kejelasan terkait sembako yang tidak diberikan lagi. Menurut pria yang jari-jari tangannya telah habis itu, 250 orang yang berunjukrasa berasal dari Rumah Sakit Kusta Belidaan Sei Rampah Kab Sergai dan Rumah Sakit Kusta Sei Sicanang. "Sejak tahun 80-an keluarga saya menerima sembako seperti beras 15 Kg, susu, gula, garam, cabe, minyak makan dan sebagainya. Kenapa sejak tanggal 1 April 2013 kami tidak diberi lagi," sesal Bahrum dengan nada tinggi. Sinong menambahkan, penghentian pemberian sembako kepada penderita kusta sama saja semakin menyengsarakan kehidupan rakyat yang sedang menderita sakit. Perempuan tanpa jari-jari kaki itu memastikan, sembako yang biasa diterima penderita kusta sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup selama ini. "Apa uang Pemprovsu gak ada, kalo kurupsi mereka pandai mengeluarkan dana. Kenapa urusan untuk membantu rakyat susah justru dipersulit dengan segudang alasan," ujar Sinong, yang mengaku beranak 2 dan telah menerima bantuan sembako sejak tahun 1989.

     

    Selang 15 menit beraksi di halaman Dewan, Humas DPRDSU Rospita Pandiangan akhirnya membawa 6 perwakilan pengidap kusta menemui anggota Komisi E DPRDSU. Dalam pertemuan sekira 15 menit, anggota Komisi E DPRDSU Andi Arba, Nurhasanah dan Budi Ningsih juga tidak bisa memberikan jawaban pasti atas tuntutan sembako penderita kusta. Ke-3 legislator membidangi kesejahteraan rakyat itu lebih menekankan payung hukum Pemprovsu dalam mengalokasian dana sembako terhadap pengidap kusta. "Terimakasih atas aspirasi yang diberikan ini. Dalam waktu dekat kami akan mencoba mencari tahu kepada Pemprovsu. Kami akan tanya apakah persoalan sembako pengidap kusta yang tidak dialokasikan lagi disebabkan payung hukum anggaran," kata Andi Arba. Ke-6 perwakilan pengidap kusta akhirnya keluar dari ruang Komisi E dengan raut wajah kecewa karena tidak puas mendengar janji yang belum jelas dari anggota Komisi E DPRDSU.   

     

    Pengidap Kusta Mengamuk

     

    Masih berdasarkan pengamatan MartabeSumut, pada pukul 11.45 WIB, massa penderita kusta yang berkumpul di pintu masuk mulai mengamuk. Mereka menghujat sikap anggota DPRDSU yang dinilai kurang peka terhadap penderitaan rakyat. "Woi bapak DPR, kalo masalah sembako kami tidak bisa dituntaskan, kami akan bertahan di sini dan masuk nanti," teriak salah satu pengidap kusta Amri Daulay dengan toa pengeras suara. Tak sampai disitu, beberapa pengidap kusta mengambil 1 ban bekas, beberapa potong ubi kayu dan mengumpulkan potongan kayu bekas di halaman DPRDSU. Kemudian mulai membakarnya dengan kertas secara perlahan. Aksi itu sempat dihalang-halangi petugas Satpam DPRDSU dan beberapa kepolisian. Namun pengidap kusta yang didominasi perempuan separo baya itu bukan justru takut. Malah semakin marah dan sebagian ibu-ibu langsung memegangi kayu-kayu dan menantang petugas keamanan yang berniat memadamkan api. "Awas kalo kalian matikan apinya," ancam ibu-ibu pengidap kusta dengan mengarahkan kayu yang dipegang.  

     

    Tiga Unit Racun Api Dikeluarkan

     

    Setelah api mulai membesar, kepolisian dan Satpam DPRDSU akhirnya memutuskan memadamkan api. Tiga unit racun api milik DPRDSU pun dikeluarkan untuk disemprotkan ke kobaran api. Massa pengidap kusta tidak terima. Mereka semakin marah dan mulai meringsek masuk ke dalam gedung. Aksi dorong-dorongan pun tak terhindarkan di pintu masuk. Lagi-lagi petugas keamanan DPRDSU berhasil menahan massa. Ratusan pengidap kusta tak bisa berbuat apa-apa kecuali melepaskan kata-kata hujatan sambil tetap berkumpul di halaman DPRDSU. Aksi pengidap kusta akhirnya usai sekira pukul 13.50 WIB. Mereka membubarkan diri secara teratur dan menyatakan akan berunjukrasa ke Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut. "Jangan hentikan sembako kami pak DPR, berikan kami makan Pak Gubsu," teriak beberapa pengidap kusta sembari meninggalkan gedung DPRDSU. (MS/BUD).

     

     

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Pengidap Kusta Marah'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER