Rabu

17 Jul 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 8 April 2013 | 12:15 WIB

    Telah dibaca 1195 kali

    Ratusan Orang Kembali Tolak RUU Ormas

    Budiman Pardede
    Salah satu aksi massa yang menolak RUU Ormas dan disampaikan ke wakil rakyat di gedung DPRDSU, belum lama ini. (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Setidaknya ada 600-an orang massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berunjukrasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU), Senin (8/4/2013). Mereka menuding Rancangan Undang Undang (RUU) organisasi massa (Ormas) yang sedang digodok DPR RI bersama pemerintah berorientasi diskriminatif.

     

    Pengamatan MartabeSumut di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol No 5 Medan, massa HTI yang datang pukul 10.05 WIB sempat membuat arus lalulintas macet parah. Sebab sebagian pengunjukrasa berkumpul di depan gedung dengan memarkirkan kendaraan roda dua di ruas jalan. Sementara para pengunjukrasa yang sudah tiba langsung memajang spanduk, bendera dan poster-poster bertuliskan nada-nada kecaman terhadap RUU Ormas. Diantaranya; 'RUU Ormas pintu masuk kembainya rezim represif Orde Baru, stop campur tangan militer dalam sengketa rakyat, tolak intervensi militer/TNI Polri yang terlibat dalam perjuangan rakyat, tolak RUU Ormas yang membelenggu rakyat, militer kembali ke barak dan dwi Fungsi TNI no'.


    RUU Ormas Produk Status Quo

     

    Setelah berada di halaman DPRDSU, Koordinator aksi HTI, M Ismail Y, dalam orasinya mengatakan, RUU Ormas tidak berbeda dengan produk rezim Orde Baru masa lalu yang bersifat status quo. Tujuannya untuk membungkam kekritisan masyarakat yang berjuang melalui berbagai organisasi kemasyarakatan. Menurut dia, RUU Ormas yang sedang digodok mengandung pasal-pasal diskriminatif yang merugikan kebebasan berserikat dan berkumpul masyarakat yang dijamin dalam Pasal 28 UUD 1945. Rancangan pasal-pasal diskriminaif itu disebutnya meliputi; Pasal 2 tentang penghidupan kembali asas tunggal, Pasal 7 tentang larangan berpolitik bagi Ormas dan Pasal 58, Pasal 61, Pasal 62 yang mengatur pengontrolan secara ketat aktivitas Ormas oleh pemerintah/aparat terkait. "RUU Ormas sangat diskriminatif. Belum lagi Pasal 4 yang membedakan Ormas biasa dengan Ormas sayap Parpol. Kenapa Ormas biasa dilarang berpolitik sedangkan Ormas Parpol boleh," sesal Ismail, sembari menambahkan, pemerintah seharusnya menciptakan perangkat aturan Ormas yang membina, mendewasakan, mengembangkan pola fikir serta mencerdaskan warga. Bukan malah mengancam, mengkebiri atau menekan aspirasi dengan cara-cara Orde Baru.


    Mengkebiri Hak Sipil

     

    Menurut dia, RUU Ormas akan mengalami nasib serupa yang bertujuan mengkebiri dan mengekang hak-hak sipil menyampaikan aspirasi. "RUU Ormas berbau diskriminatif, penekanan dan pembatasan warga Indonesia untuk berkumpul dan berserikat dalam satu wadah organisasi. Oleh sebab itu, lanjutnya, HTI meminta DPRDSU segera menindaklanjuti aspirasi ke DPR RI dan pemerintah pusat. Meliputi; penolakan RUU Ormas, pembatalan UU Perguruan Tinggi, pembubaran komando teritorial, penghentian campur tangan militer terhadap perjuangan rakyat, jaminan kebebasan rakyat berkumpul/berekspresi, penghentian kekerasan terhadap aksi-aksi masyarakat, pemberian tanah kepada rakyat dan menaikkan upah buruh. Masih berdasarkan pengamatan MartabeSumut, massa HTI membubarkan diri sekira pukul 11.30 WIB setelah Wakil Ketua DPRDSU Kamaluddin Harahap dan anggota DPRDSU Abu Bokar Tambak menemui pengunjukrasa. Kedua anggota Dewan itu berjanji akan meneruskan aspirasi massa kepada pimpinan DPRDSU, DPR RI dan pemerintah pusat. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Ratusan Orang Kembali Tolak RUU Ormas'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER