Selasa

23 Apr 2019

  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER
  • Senin, 1 April 2013 | 22:46 WIB

    Telah dibaca 1559 kali

    Memalukan Bahh, Sudahlah Berorasi Tanpa Bobot, Demonstran itu Malah Menghujat Polisi

    Budiman Pardede
    Demonstran yang berunjukrasa di gedung DPRDSU mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak pantas terhadap polisi, Senin siang (1/4/2013). (Foto: MartabeSumut).

    MartabeSumut, Medan

     

    Satu peristiwa tak pantas ditiru terjadi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU), Senin siang (1/4/2013). Pasalnya, seorang demonstran yang terhimpun dalam Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Kerakyatan Indonesia Sumatera Utara (DPW Sakti Sumut) mencemari aksi dengan kata-kata kotor saat menyampaikan orasi.

     

    Pantauan MartabeSumut di lokasi, belasan orang massa Sakti Sumut tiba di gedung DPRDSU pukul 12.03 WIB. Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor serta angkutan umum. Setelah berada di halaman luar gedung Dewan, massa langsung memajang spanduk, poster dan karton-karton yang berisi kalimat-kalimat hujatan terhadap negara Malaysia. Ironisnya, salah satu demonstran yang berorasi justru mengeluarkan kata-kata hujatan, cacian dan makian kepada anggota DPRDSU. Tidak sampai disitu, pengunjukrasa yang berbicara melalui toa pengeras suara, itu juga mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak pantas secara tiba-tiba tanpa alasan. Dia meneriakkannya dengan lepas dan dialamatkan terhadap polisi. (Maaf, petikan kalimat berikut ini tidak untuk ditiru oleh siapapun-Red). "Anjing kau polisi, polisi anjing," jeritnya.

     

    Menghujat Tapi Tidak Tampak Menyesal

     

    Lebih aneh lagi, masih berdasarkan pengamatan MartabeSumut, setelah pengunjukrasa itu berorasi tanpa bobot sembari menghujat lembaga kepolisian, tidak sedikitpun terlihat ada rasa penyesalan melontarkan kata-kata tidak pantas di tempat publik. Namun selang hitungan detik berikutnya, AKP B Lumban Raja, yang sedari awal mengawasi jalannya aksi, langsung memanggil pria berkepala plontos (botak) yang telah melepaskan kata-kata hujatan tanpa sebab itu. Perwira Polsek Medan Baru yang sehari-hari bertugas khusus mengamankan gedung DPRDSU terlihat berbicara serius kepada pengunjukrasa berusia sekira 25 tahun. Usai berbicara demonstran itu langsung manggut-manggut sambil terdiam malu dan bergabung dengan belasan pengunjukrasa lain. MartabeSumut pun mengkonfirmasi situasi tersebut kepada AKP B Lumban Raja. Menurut AKP Lumban Raja, dia menegor demonstran yang menghujat polisi tanpa sebab dan alasan jelas. "Saya tanya dia kenapa jadi polisi yang dihujat dengan kata-kata tidak pantas didengar publik. Saya bilang ke dia kalau polisi mengamankan jalannya aksi. Dia langsung minta maaf," ungkap Lumban Raja. Beberapa satuan keamanan (Satpam) internal DPRDSU juga mengherankan orasi demonstran yang bernunasa tidak pantas. "Masak tiba-tiba saja dia menghina polisi, apa sebabnya? Memalukan bah, masak orasi tidak berbobot seperti itu? Nampak kali kayak seperti massa yang kejar trip bayaran," ujar salah satu Satpam DPRDSU, yang saat itu ikut mengawasi aksi.

     

    PT LNK Kerjasama dengan PTPN II

     

    Sementara itu, di tempat sama, dalam selebaran orasinya, Sekretaris Sakti Sumut Ir Ronny S mengatakan, saat ini perusahaan milik Malaysia bernama PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) telah menandatangani kerjasama dengan PTPN II yang akan merehabilitasi kebun karet dan kelapa sawit seluas 20.221 Hektare di 5 kebun Kab Langkat. Diantaranya kebun Bukit Lawang, Kebun Tanjung Keliling, Kebun Basilam, Kebun Padang Brahrang dan Kebun Gohor Lama. Dia menjelaskan, PT LNK yang berada dalam naungan Kuala Lumpur Kepong Plantations Holdings Bhd (KLKPH) memiliki saham 40 persen sedangkan PTPN II sebanyak 60 persen. "Kami minta DPRDSU memanggil pejabat PTPN II. Kenapa negara 'Malingsia' melalui PT LNK itu dibiarkan menjarah sumber daya alam Sumut/Indonesia. Apalagi mereka telah menginvestasikan Rp. 800 Miliar untuk operasi awal. Sementara izin usaha perkebunan (IUP) mereka belum terbit alias ilegal. Kenapa PTPN II mau bekerjasama dengan negara 'Malingsia'," cetusnya, diikuti yel-yel 'batalkan kerjasama dengan Malingsia, jangan mau dijajah Malingsia, DPRDSU harus memanggil manajemen PTPN II'.

     

    Selang 30 menit kemudian, Humas DPRDSU Rospita Pandiangan dan anggota DPRDSU Irwansyah Damanik menemui pengunjukrasa. Kepada massa, Irwansyah Damanik berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut terhadap Komisi terkait di DPRDSU. "Aspirasi teman-teman akan kami tindaklanjuti. Kalau perlu manajemen PTPN II segera dipanggil untuk RDP di DPRDSU," kata politisi PAN tersebut. Pengunjukrasa akhirnya membubarkan diri secara teratur pada pukul 12.45 WIB. (MS/BUD)

    Share this

     
     

    Berikan Komentar Anda 'Memalukan Bahh, Sudahlah Berorasi Tanpa Bobot, Demonstran itu Malah Menghujat Polisi'


    Memahami UU PERS Nomor 40 tahun 1999

    Akhir-akhir ini banyak kalangan internal (pegiat, organisasi profesi/perusahaan) PERS maupun pihak eksternal (masyarakat/narasumber) yang keliru dan main hakim sendiri saat menilai kinerja PERS.

    Melongok UU Lalu LIntas Nomor 22/2009

    Sampai saat ini pemakai sepeda motor/angkutan umum banyak keberatan/ memperdebatkan UU No 22/2009. Diantaranya pengemudi sepeda motor, yang diwajibkan menghidupkan lampu siang hari.

    3 Media Penyebab Timbulnya Jerawat

    Banyak orang tak menyangka bahwa selain debu yang kerap melekat dalam kulit, ternyata ada 3 media (barang-barang) yang selalu kita pakai dan berisiko menimbulkan jerawat.

    Seks Mau Meningkat, Makan Ikan !

    Anda mau sukses urusan seks? Segara konsumsi ikan ! Sebab ikan memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Riset terbaru menunjukkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan membantu menaikkan gairah seks pria.

    MARTABE SUMUT

  • HOME
  • MARTABE TERPANAS
  • KELILING MEDAN
  • YA AKU MENGATAKANNYA
  • NGINTIP DPRDSU
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • SOSOK MARTABE
  • DAERAH
  • INDEX BERITA
  • IKLAN BARIS
  • SUARA PEMBACA
  • OPINI ANDA
  • FOTO ANDA
  • REDAKSI
  • DISCLAIMER